>   <http://www.republika.co.id/images/header/logorol.gif>      
>       
> 28 Nopember 2006 
> Zul-Atut Masih Berkejaran 
> 
> 
> 
> SERANG -- ''Jika tak ada penggelembungan suara, kami yakin akan menang.''
> Pernyataan tersebut disampaikan Humas Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan
> Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Banten, Fitron Nur Ikhsan, di
> Serang, Banten, Senin (27/11) malam. 
> 
> Optimisme Fitron memang beralasan. Berdasarkan hasil penghitungan internal
> yang dilakukan PKS, sampai pukul 20.00 WIB tadi malam, pasangan
> Zulkieflimansyah-Marissa Haque memimpin perolehan suara (data lihat
> tabel). ''Hasil penghitungan itu kami peroleh langsung dari saksi-saksi
> kami di TPS-TPS,'' katanya. 
> 
> Fitron mengungkapkan, sampai tadi malam, suara yang masuk ke DPW PKS
> berjumlah 2.920.196. ''Hasil penghitungan kami sudah kami gabungkan dengan
> hasil penghitungan di tingkat KPUD kabupaten/kota dan hasilnya cocok. Data
> jumlah TPS yang telah kami hitung belum bisa kami sebutkan, karena untuk
> bahan konfrontasi data,'' katanya.
> 
> Sementara itu, KPUD Banten, sampai kemarin, telah menghitung 1.053.880
> suara. Tak disebutkan dari berapa TPS. Dan untuk sementara, hasil
> penghitungan KPUD Banten memperlihatkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-HM
> Masduki memimpin perolehan suara dengan meraih 426.350 suara, atau 40,46
> persen dari jumlah suara yang masuk.
> 
> Pasangan Zulkieflimansyah-Marissa, menurut data KPUD Banten, berada di
> peringkat kedua dengan raihan 330.504 suara, atau 31,36 persen; disusul
> pasangan Tryana-Benyamin 253.863 suara atau 24,09 persen; dan pasangan
> Irsjad-Daniri dengan 43.163 suara atau 4,10 persen. 
> 
> Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pemungutan dan Penghitungan Suara KPUD
> Banten, M Wahyuni Nafis, mengatakan hasil rekapitulasi total suara melalui
> perangkat teknologi informasi KPUD Banten akan selesai Selasa (28/11) hari
> ini. Adapun hasil penghitungan suara secara manual, kata Wahyuni, baru
> akan selesai pada 5 Desember.
> 
> Sementara itu, saat ditanya mengapa angka penghitungan PKS yang berasal
> dari TPS-TPS berbeda dengan versi KPUD Banten, Fitron juga mengaku heran.
> ''Kami sempat kaget. Sebab data kami betul-betul dari formulir C1-KWK
> (formulir penghitungan suara di tingkat TPS, red) yang dilaporkan
> saksi-saksi kami,'' jelasnya.
> 
> Kejanggalan
> Fitron mengatakan ada dua penjelasan soal kejanggalan itu. Pertama, data
> KPUD Banten itu tidak langsung dari TPS, tapi dari tingkat kecamatan.
> Sebelum dikirim ke KPUD Banten, data-data dari TPS itu menjalani proses
> input di tingkat kecamatan. Kedua, data dari tingkat TPS memang tidak
> terdistribusi normal sampai ke KPUD.
> 
> Di hampir semua kawasan yang formulir C1-KWK-nya bermasalah, kata Fitron,
> perolehan suara pasangan Ratu Atut Chosiyah-HM Masduki melambung.
> ''Pokoknya fantastis,'' tuturnya. Persoalan itulah yang kemarin dilaporkan
> Zainuddin Paru dan Suhardi La Maira dari Tim Hukum dan Advokasi
> Zulkieflimansyah-Marissa ke Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Banten.
> Kepada Ketua Panwas, Gandung Ismanto, Zainuddin dan Suhardi memperlihatkan
> bukti-bukti pelanggaran yang terjadi saat pemungutan suara, Ahad (26/11).
> 
> Menurut Zainuddin, di hampir seluruh TPS di Banten, form C1-KWK di dalam
> kotak suara hanya ada satu-dua rangkap saja. Padahal, sesuai Pasal 96 Ayat
> (10) UU No 32/2004 tentang Pemda maupun peraturan KPUD, form C1-KWK di
> setiap kotak suara seharusnya tujuh rangkap. Form itu harus diberikan
> kepada saksi, panwas, dan ditempel di tempat umum.
> 
> Zainuddin juga memaparkan bahwa di TPS 1, 2, 8, 9, 34, di kawasan Waringin
> Kurung, Serang, pihaknya mendapati adanya formulir lampiran C1-KWK kosong
> yang diedarkan sebelum pemungutan dan penghitungan suara dimulai. Diduga,
> form itu disalahgunakan untuk memanipulasi penghitungan suara. Hal serupa
> terjadi di Lebak, Kota Tangerang, dan Serang. 
> 
> Para saksi pasangan Ratu Atut-Masduki, tutur Zainuddin, juga datang ke
> TPS-TPS dengan menggunakan baju kaus bertulis nomor dua yang merupakan
> nomor urut pasangan itu di surat suara. Padahal, kata Zainuddin, sesuai PP
> No 6/2005, setiap orang yang datang ke TPS tak boleh membawa atribut,
> foto, gambar, dan tulisan apapun yang bisa memengaruhi pemilih. 
> 
> Menanggapi laporan Tim Hukum Zul-Mar, itu, Gandung mengatakan Panwas
> sebelumnya sudah menerima laporan senada. Dia mengaku akan melakukan
> verifikasi dan penyelidikan selama tujuh hari. ''Kalau memang benar ada
> kejadian itu, berarti ada kemungkinan form C1 itu sudah dibuka sebelum
> sampai ke TPS atau bisa jadi adanya penggandaan yang dilakukan oleh pihak
> tertentu,'' katanya.
> 
> Tak memilih
> Sementara itu, persoalan lain dalam pilkada Banten adalah rendahnya
> partisipasi pemilih. ''Banyak sekali warga yang tidak memilih, bahkan ada
> warga satu RT nggak punya hak pilih,'' kata Fitron. Dia menduga ada
> permainan di balik keanehan itu. ''Menurut data Depdagri, ada sekitar 300
> ribu yang tak menggunakan hak pilih.''
> 
> Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro), Hadar Navis Gumay,
> melihat sendiri rendahnya partisipasi itu di suatu TPS di Bintaro. ''Di
> TPS itu hanya 17 persen yang memilih. Di TPS itu yang menang pasangan
> Zulkieflimansyah-Marissa,'' katanya. Dia menilai ada masalah pada daftar
> pemilih dan sosialisasi pilkada. run/ant 
> 
> 
> 
>   _____  
> 
> Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
> Berita bisa dilihat di :
> <http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=273422&kat_id=3>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke