SOLUSI TOTAL
MASALAH IRAK

Buletin Edisi 331

Ada yang masih tersisa dari kunjungan Presiden AS George W Bush ke Indonesia 
beberapa waktu lalu. Justru yang menarik adalah pernyataan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono, dalam joint statement (konferensi pers bersama) di Istana 
Bogor kala itu. Dalam pernyataannya, SBY menawarkan tiga solusi untuk 
menyelesaikan masalah Irak (20/11). 

"Komunitas global harus bertanggungjawab untuk mencarikan solusi di Irak, tak 
hanya AS." kata SBY. Kedua, AS juga harus melibatkan lembaga lain, seperti 
pasukan keamanan PBB, yang kedatangannya disesuaikan dengan jadwal penarikan 
pasukan AS dan pasukan lain dari wilayah Irak. Ketiga, masyarakat internasional 
juga harus disertakan dalam melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi di Irak. 
Sementara dalam rekonsiliasi nasional di Irak itu, harus mengikutsertakan 
pemerintahan yang ada. "Ketiga solusi itu harus diputuskan sebelum AS keluar 
dari Irak." tegas SBY (Republika, 21/11).

Sementara itu, Menlu Hassan Wirajuda mengatakan, Indonesia telah mengajukan 
konsep dan secara aktif berusaha supaya exit strategy itu dapat disetujui oleh 
semua pihak yang bersangkutan (VOA, 21/11/2006).

Bahkan, sehari kemudian, Rabu (22/11), Hasan Wirajuda mengatakan, pemerintah 
siap menanggung segala resiko yang mungkin muncul, jika Indonesia benar-benar 
memutuskan terlibat aktif dalam penyelesaian konflik di Irak (Kompas, 23/11). 
Yang menarik, Dubes AS untuk Indonesia, Lynn Pascoe (Rabu, 22/11) menegaskan, 
bahwa pernyataan SBY itu sesuai dengan upaya AS, yang sejak dua-tiga tahun 
terakhir berusaha keras mencari dukungan dari sebanyak mungkin negara untuk 
membantu menangani krisis di Irak. 

Anehnya, tak satupun di antara pejabat tinggi negara tersebut mendesak AS agar 
segera keluar dari Irak sebagai solusi. Bukankah pendudukan AS di Irak 
jelas-jelas ilegal, dan ditentang oleh masyarakat internasional. Bahkan, 
sekedar legalitas PBB pun diabaikan. Naifnya lagi, ketika itu dengan ponggahnya 
AS mengatakan kepada dunia, dengan atau tanpa dukungan PBB, AS akan tetap 
menyerang Irak. Lalu, mengapa tiba-tiba sekarang AS berusaha menyeret dunia 
internasional dalam kubangan konflik yang dibikinnya sendiri? Ada apa 
sebenarnya di balik semuanya ini? 

Kekalahan AS di Irak

Di balik semuanya itu, AS sebenarnya telah kalah di Irak. AS juga telah 
terjebak di Irak, sebagaimana yang dikatakan Kofi Anan (21/11). Bahkan, AS 
tidak akan mungkin menang di Irak, kata mantan Menlu AS, Henry Kissinger 
(20/11). Karena itu, AS kini tengah menghadapi jalan buntu. 

Untuk itulah, maka AS perlu bantuan negara-negara lain, agar AS bisa keluar 
dari Irak tanpa kehilangan muka, dengan predikat kalah perang. Tragisnya, 
justru terjadi setelah Bush mengumumkan kemenangannya (1/5/2003). 

AS bukan hanya kehilangan tentaranya, yang kini hampir mencapai 3000 personil. 
Di dalam negerinya sendiri, Bush harus menghadapi kekalahan partainya dalam 
Pemilu sela di Kongres dan Senat awal Nopember 2006, yang diikuti mundurnya 
arsitek Perang Irak, Donald Rumsfeld (8/11), dan retaknya hubungan pemerintahan 
Bush dengan kubu Neo-Konservatif. 

Sementara di Irak, keberhasilan AS hanya satu, yaitu mendudukkan antek-anteknya 
dalam pemerintahan, baik dari kalangan Syiah maupun Kurdi. Demokratisasi yang 
dipropagandakan AS di sana ternyata hanya omong kosong. 

Untuk meredakan perlawanan rakyat Irak terhadap AS, sekutu dan anteknya di 
sana, politik devide et impera pun dijalankan, dengan modus serangan bom bunuh 
diri yang diarahkan kepada sasaran sipil, seperti masjid, pasar, halte dan 
sebagainya. Targetnya, mengadu domba Syiah dan Sunni. Awalnya upaya itu tidak 
berhasil, namun lama kelamaan mulai menuai hasil. Kasus terakhir di Sadr City 
yang menewaskan 215 orang adalah bukti keberhasilan skenario mereka (Republika, 
28/11). 

Akar Masalah Krisis Irak

Jadi, akar masalah Krisis Irak sebenarnya adalah pendudukan ilegal AS dan 
sekutunya di Irak. Karena itu, solusinya tak ada lain adalah dengan kembali 
kepada akar masalahnya, yaitu pendudukan (penjajahan) AS dan sekutunya. 

Maka, sangat aneh menyelesaikan Krisis Irak tanpa memaksa AS dan sekutunya 
untuk keluar dari Irak, baik suka maupun terpaksa. Juga tanpa menganggap AS, 
pemerintahan Bush dan sekutunya sebagai penjahat perang yang harus 
bertanggungjawab penuh terhadap semua kerugian yang diderita rakyat Irak akibat 
perang yang dikobarkan oleh negara-negara Kafir penjajah itu; baik menyangkut 
jiwa, harta, harga diri, kehormatan dll. Tanpa semuanya itu, solusi apapun yang 
disodorkan mustahil akan bisa menyelesaikan Krisis Irak, termasuk korban dan 
dampaknya. 

Bahkan, PBB dan dunia internasional pun tidak berkutik dan tidak bisa berbuat 
apa-apa ketika AS dan sekutunya benar-benar menyerang Irak. Artinya, kalau pun 
PBB dan dunia internasional terlibat atau dilibatkan dalam penyelesaian Krisis 
Irak, tak lebih hanya menjudi alat AS dan sekutunya untuk kepentingan mereka. 

Karena itu, tawaran 'tiga solusi' dari SBY dan para pembantunya tak lebih hanya 
mewakili kepentingan AS daripada kepentingan rakyat Irak dan kaum Muslim. 

Hanya Propaganda AS 

Di sisi lain, apa yang dilakukan oleh AS di Irak adalah bagian dari war on 
terorime (perang melawan terorisme) yang bertujuan untuk melemahkan Islam dan 
kaum Muslim. Ini dapat dilihat dari point-point pernyataan Presiden Bush dalam 
joint statement dengan SBY di Istana Bogor (20/11): 

Pertama, Bush belum memutuskan untuk menarik pasukannya dari wilayah Irak. 
Hingga kini, pemerintahannya masih melakukan evaluasi atas saran dan 
rekomendasi yang disampaikan kepadanya. (http://www.waspada.co.id). Artinya, AS 
telah menyatakan tidak berkeinginan untuk hengkang dari Irak selama 
kepentingannya belum tercapai. AS tidak peduli berapapun banyak korban yang 
berjatuhan demi mempertahankan pendudukannya. AS tidak peduli apakah rakyat 
Irak sengsara ataupun mati kelaparan.

Kedua: Bush juga menegaskan, kebijakan yang diambilnya dalam konflik di Irak 
merupakan bagian dari upaya AS untuk mewujudkan demokratisasi yang merupakan 
hak asasi setiap manusia. Dia mengaku, tidak terkejut dengan banyaknya protes 
terhadap kebijakannya itu. Dia yakin, setiap manusia menginginkan kehidupan 
yang bebas dan tidak terbelenggu dengan prinsip tertentu dari pihak mayoritas, 
seperti yang terjadi di Irak. "Kebijakan saya adalah untuk mengedepankan sistem 
pemerintahan yang menghormati kebebasan... Karena kebebasan itu universal," 
kata Bush. (http://www.waspada.co.id).

Sebenarnya Bush ingin mengatakan, bahwa AS ingin memaksakan kehendaknya dengan 
memaksakan demokrasi dan HAM Amerika kepada masyarakat Irak. Atas dasar itulah, 
AS berusaha mengganti rezim yang ada (Saddam) dengan rezim yang pro-AS agar 
semua kepentingannya di Irak, dan Timur Tengah umumnya dapat berjalan dengan 
aman. Ini tampak dengan dibiarkannya kekacauan yang terjadi di tengah-tengah 
masyarakat, dan bahkan sengaja diciptakan untuk mempertahankan kepentingannya. 
Seperti tragedi Sadr City, dan sejumlah tragedi bom bunuh diri lainnya. 

Solusi Permasalahan Irak

Karena itu, solusi yang seharusnya diwujudkan oleh kaum Muslim untuk 
menyelesaikan Krisis Irak, selain harus berpijak pada akar masalah di atas, 
juga fakta bahwa AS dan sekutunya jelas-jelas tidak menginginkan kebaikan bagi 
kaum Muslim dan dunia Islam, termasuk Irak. Penglibatan dunia Islam di bawah 
payung PBB sekalipun, terbukti hanyalah menjadi alat untuk memuluskan skenario 
AS dan sekutunya demi meraih kepentingan mereka sendiri. 

Karena itu, setidaknya ada lima langkah yang harus dilakukan secara 
berkesinambungan: 

Pertama: AS harus dipaksa keluar dari Irak. Ini adalah langkah pertama, dan 
terpenting. Tanpa itu, upaya penyelesaian apapun akan sia-sia, dan hanya isapan 
jempol semata. Sebab, AS-lah biang kekacauan dan sumber masalah di Irak. 

Kedua: mengadili AS, khususnya pemerintahan Bush dan para sekutunya. Mengapa? 
Karena, AS-lah yang menjadi komando pasukan Sekutu dalam menghancurkan Irak. 
Para sekutu AS juga harus diadili, karena mereka juga terlibat dalam perang 
tersebut. Pembantaian massal yang telah dilakukan oleh AS dan sekutunya di Irak 
sejak tahun 2003 telah menelan korban jiwa hingga 650 ribu orang. Ratusan ribu 
nyawa anak-anak, wanita, orang tua dan penduduk sipil yang tidak bersalah 
melayang. Ribuan anak-anak lahir cacat akibat radiasi senjata pemusnah massal 
yang dilakukan oleh tentara AS. Mereka tidak dapat sekolah, apalagi bermain. 
Ribuan bangunan hancur dan porak-poranda. Kesucian al-Quran dan masjid di 
injak-injak. Kehormatan wanita dicabuli. Bukankah kondisi di atas menunjukkan 
pelanggaran HAM paling brutal? 

Ketiga: menuntut AS dan sekutunya untuk membayar ganti rugi bagi rakyat Irak, 
yang telah kehilangan ratusan ribu nyawa serta kehilangan harta, rumah, dll.

Keempat: membangun persatuan kaum Muslim, khususnya di Irak. Konflik 
berkepanjangan antar faksi (partai) yang berbasis mazhab sebenarnya merupakan 
racun ashabiyah yang dihembuskan oleh kaum Kafir penjajah, yang harus segera 
dihentikan. Saling bunuh dan saling menghancurkan masjid antara Sunni dan Syiah 
adalah akibat fitnah yang terus-menerus ditiupkan oleh mereka demi 
mempertahankan cengkraman mereka di Irak. Karena itu, upaya penyadaran antar 
sesama Muslim sebagai sesama saudara, satu tubuh dan haram hukumnya saling 
menumpahkan darah harus terus-menerus dilakukan. 

Sebaliknya, mereka harus disadarkan bahwa musuh mereka dan musuh seluruh umat 
Islam yang sebenarnya adalah AS dan sekutunya. AS-lah biang kekacauan dan 
sumber kesengsaraan umat Islam, khususnya di Irak. Tanpa itu, umat Islam di 
Irak dan di berbagai belahan dunia akan terus-menerus terperosok di lubang yang 
sama. 

Kelima: segara menegakkan Khilafah Islam. Di samping kewajiban syariah bagi 
kaum Muslim, menegakkan Khilafah Islam adalah penting secara politis. Hanya 
Khilafah Islam-lah yang dapat mempersatukan seluruh potensi —politik, ekonomi, 
militer, SDM, SDA, dll— dan menghukum kejahatan dan kebiadaban AS dan sekutunya 
terhadap umat Islam. Hanya Khilafah-lah yang ---dengan izin Allah akan segera 
berdiri--- pantas membuat perhitungan atas berbagai kejahatan dan kebrutalan 
yang telah dilakukan oleh AS dan sekutunya. 

Maka, seluruh umat Islam di Irak (Syiah dan Sunni) dan di seluruh dunia harus 
berupaya sekuat tenaga untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Hanya dengan 
Khilafah inilah, mereka akan digdaya, dihormati dan ditakuti oleh kawan dan 
lawan. Dengannya, AS dan sekutunya akan bisa dipaksa meninggalkan Irak, dan 
terusir dari sana dengan menanggung kekalahan dan rasa malu. Hanya Khilafah 
yang bisa memaksa AS dan sekutunya untuk membayar seluruh ganti rugi akibat 
kejahatan perang yang mereka kobarkan di Irak, dan negeri-negeri kaum Muslim 
yang lain. 

Inilah fakta yang telah dicatat dalam sejarah, dan dengan izin Allah akan 
kembali menjadi kenyataan, tidak lama lagi. Allah berfirman:

وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ 
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ 
وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ 
مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan 
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan 
mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang 
sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang 
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) 
mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. (Q.s. 
an-Nur [24]: 55)

Karena itu, Allah mengingatkan:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا ِللهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا 
دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rasul jika Rasul 
menyeru kalian pada sesuatu yang menghidupkan kalian. (QS al-Anfal [8]: 24).

Wallâhu a'lam bi ash-shawâb. []



--------------------------------------------------------------------------------


KOMENTAR:

Calon Haji Indonesia Mulai Berangkat (Kompas, 28/11/2006)

Semoga kesadaran untuk berhaji diikuti dengan kesadaran untuk menjalankan 
syariah Islam secara total dalam kehidupan. Amin.
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke