Kalau sudah Rizkinya takkan lari kemana..
 
 
Selasa, 16 Januari 2007  8:15:00
Bakri : Tiga Kali Barang Itu Saya Buang Tapi Selalu Kembali Lagi


Barru, Sulsel-RoL--Tiga kali saya buang barang itu, tapi selalu kembali
lagi," kata Bakri, saat mengisahkan temuannya; potongan ekor pesawat Adam
Air yang naas itu.

Dijumpai ANTARA untuk kedua kalinya di kediaman yang sederhana, Bakri
menuturkan penemuannya atas benda "yang paling dicari" itu benar-benar
sebuah kebetulan belaka.
Dan atas penemuannya Bakri (53), yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan
itu mendapat hadiah Rp50 juta dari Wakil Presiden.

Warga dusun Loji'e, desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru,
Sulawesi Selatan itu mengemukakan, pada saat turun menengok "belle"
--perangkap ikan yang terbuat dari bambu dan menganga ke arah laut lepas
sepanjang 200 meter-- ia merasakan ada semacam papan tripleks yang menyentuh
pahanya.

Benda berwarna keperak-perakan itu berukuran panjang sekitar satu meter dan
lebar kurang lebih 70 sentimeter tampak mengkilap. Ia kemudian mengambilnya
dan setelah ditatapnya sepintas, ia lalu membuangnya kembali ke laut, karena
khawatir benda itu akan merusak 'belle' miliknya.

"Tiga kali saya buang benda yang mirip tripleks itu ke laut karena saya
anggap hanya sampah biasa. Tapi setiap kubuang, benda itu kembali lagi
menyentuh pahaku," ungkapnya.

Pada sentuhan yang ketiga kalinya, ia kemudian berpikir, mungkin papan ini
ada manfaatnya bagi keluarga.
Benda yang masih asing bagi Bakri ini pun dibawa ke rumah, sekitar 200 meter
dari tempatnya memungut benda itu. Bakri kemudian menyimpannya di bawa
kolong rumah panggung miliknya.

Menjelang magrib, isteri dan kelima anaknya bertanya "dimana bapak temukan
benda yang mirip tripleks mengkilap ini". Sang Ayah pun menjelaskan bahwa
saat turun ke bubunya Selasa sore (9/1) sekitar pukul 15.00 wita, ia
menemukan benda tersebut saat akan membersihkan rumput yang melengket pada
'belle'.

"Air laut waktu itu kira-kira setinggi satu meter lebih di tempatnya
berdiri. Saya lalu menghampiri jaring bambu yang sebagian sudah tampak rusak
akibat diterjang ombak laut awal Januari lalu.

Saat itulah ada benda yang menyentuh paha saya," ungkapnya. Sebelum ia
beranjak ke bubunya, banyak nelayan yang juga tetangganya memasang bubu
dekat jaringnya dan mereka turun lebih dahulu, namun tidak menemukan benda
seperti itu.

"Ini memang rejeki tak terduga yang diberikan Tuhan kepada keluarga saya,
sebab tiga kali benda itu menyentuh badanku dan tiga kali pula saya buang ke
laut tetapi selalu kembali," ujarnya sambil menyeka matanya yang
berkaca-kaca karena rasa haru dan syukur yang mendalam.

Setelah tiba di rumah, kenang Bakri, anak bungsunga bernama Basir (11),
murid kelas V SD Lojie, bahkan nyaris menjual benda itu secara loakan kepada
pengumpul barang rongsokan yang selalu lewat di depan rumahnya.
Sang anak pun melaporkan rencana itu kepada bapaknya bahwa kalau pembeli
besi tua itu lewat depan rumah, ia akan menyuruh orang itu untuk
menimbangnya dan membayar harganya.

"Jangan dijual karena harganya terlalu murah. Lebih baik disimpan siapa tahu
barang ini ada pemiliknya dan berharga bagi orang banyak," ujarnya kepada
anaknya yang bertubuh 'gendut' itu.

Ternyata, setelah keluarga dekatnya bernama Abdillah, seorang guru SD Inpres
Loji'e melaporkan penemuan Bakri ke Polwil Parepare, petugas pun datang
menjemput barang itu bersama Bakri dan Abdillah.

"Yang pak Bakri temukan ini mirip ekor pesawat sehingga harus segera
dilaporkan ke Makassar untuk diteliti apakah ada hubungannya dengan pesawat
Adam Air yang sedang dicari-cari," kata Kapolwil Parepare, Kombes Pol. Genot
Haryanto kepada Bakri Rabu petang (10/1), sehari setelah penemuan itu.

Malam harinya, Kapolwil Genot Haryanto mengontak Ketua tim SAR gabungan
Marsma Eddy Suyanto untuk melaporkan benda itu, dan Eddy Suyanto sendiri
meluncur ke Parepare untuk menjemputnya untuk diteliti tim Komite Nasional
Keselatan Penerbangan (KNKT).

Pada Kamis pagi (11/1), Eddy Suyanto pun mengumumkan bahwa benda itu adalah
benar milik pesawat Boeing 737-400 nomor penerbangan KI-574 milik Adam Air
yang hilang saat dalam perjalanan dari Surabaya ke Manado saat seluruh dunia
merayakan tahun baru 2007.

Berkat temuan itu, Eddy Suyanto menyerahkan uang tanda penghargaan dan
terima kasih dari Wapres HM Jusuf Kalla kepada Bakri di Lanud Hasanuddin
Makassar pada hari Sabtu (13/1).

"Uang ini akan dipakai untuk membeli perahu dan mesinnya," ujar Bakri yang
mengaku hanya memiliki sebuah perahu dayung yang sudah tua yang memberikan
penghasilan rata-rata Rp30.000/hari itu. ant/fif


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke