Jerman Minta Penolakan Holocaust dan Simbol Nazi Dilarang di Seluruh Eropa
Rabu, 17 Jan 07 17:08 WIB http://www.eramuslim.com/news/int/45adf327.htm <http://www.eramuslim.com/news/int/45adf327.htm> Jerman mengajukan inisiatif agar penolakan terhadap tragedi Holocaust dan penggunaan simbol Nazi dijadikan kasus kriminal di seluruh Eropa. Surat kabar The Guardian edisi Selasa (16/1) melaporkan, wacana itu digulirkan Menteri Kehakiman Jerman, Briggite Zypries dalam pertemuan para menteri kehakiman dan menteri dalam negeri Uni Eropa di kota Dresden hari Senin kemarin. Zypres bukan hanya mengusulkan mengkriminalkan sikap penolakan terhadap Holocaust dan penggunaan simbol Nazi di seluruh Eropa, tapi ia juga mengusulkan paling tidak hukuman tiga tahun penjara bagi orang-orang yang melanggar aturan itu. Inisiatif Jerman ini mendapat dukungan dari Ketua Komisi Keadilan Uni Eropa, Franco Frattini. Meski demkian, Frattini meminta agar masalah ini diserahkan pada masing-masing negara anggota Eropa untuk memutuskan. Saat ini, sepuluh dari 27 negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman sudah menerapkan undang-undang yang melarang penolakan terhadap tragedi Holocaust. Sudah ada beberapa orang yang menjadi korban aturan tersebut, antara lain sejarawan asal Inggris, David Irving yang dijatuhi sangsi tiga tahun penjara karena membantah tragedi Holocaust, meski Irving akhirnya mencabut bantahannya itu. Hal serupa juga menimpa penulis asal Perancis, Georges Thiel, yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan Perancis karena menolak tragedi Holocaust. Klaim yang menyebutkan bahwa bangsa Yahudi yang menjadi korban Holocaust jumlahnya mencapai enam juta orang, kerap dipertanyakan kebenarannya oleh banyak sejarawan dan kaum intelektual Eropa. Salah satunya Roger Garaudy, penulis buku asal Perancis. Italia adalah negara yang selalu menolak upaya untuk mengkriminalkan penolakan atas Holocaust, dengan alasan tindakan itu melanggar kebebasan berbicara. Sementara usulan agar simbol-simbol Nazi dilarang di seluruh Eropa diveto oleh sejumlah anggota Uni Eropa termasuk Inggris. Menteri Kehakiman Jerman bersikeras bahwa kebebasan berekspresi seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menolak peristiwa Holocaust atau memuji Nazi. "Kami percaya ada batas dalam kebebasan berekspresi, " tukas Zypries dalam pertemuan Senin kemarin. Sikap Jerman itu dikritik, karena dianggap sudah menerapkan standar ganda dalam masalah kebebasan berbicara. Apalagi Jerman pernah ikut membela surat kabar terbitan Denmark Jyllands-Posten yang memuat gambar kartun Nabi Muhammad saw tahun 2005 lalu, dengan alasan kebebasan berekspresi. Pada saat yang sama, Flemming Rose, editor budaya Jyllands-Posten yang berperan memuat kartun Nabi Muhammad saw, dinonaktifkan sementara ketika ia mengatakan pada CNN akan mempertimbangkan untuk mempublikasikan kartun-kartun bertema Holocaust. (ln/iol) Surat Kabar di Iran Gelar Kompetisi Kartun Holocaust Selasa, 7 Peb 06 17:12 WIB Koran paling laku di Iran mengumumkan akan menggelar perlombaan gambar kartun tentang Holocaust. Perlombaan ini digelar sebagai respon atas pembuatan dan publikasi karikatur Nabi Muhammad Saw di media massa Eropa. "Ini merupakan kontes kartun Holocaust berskala internasional," kata Farid Mortazavi, editor graphis surat kabar Hamshahri, seperti dipublikasikan oleh kantor walikota Tehran. Mortazavi mengatakan, rencana kontes kartun itu sebagai uji coba atas pernyataan bahwa pers boleh menerbitkan materi-materi yang bisa menyinggung pihak lain atas nama kebebasan berekspresi. "Media-media Barat menerbitkan kartun-kartun yang sudah melanggar kesucian agama dengan dalih kebebasan berekspresi, jadi, kita lihat saja, jika mereka serius dengan apa yang mereka katakan dan apakah mereka juga akan ikut mempublikasikan kartun holocaust ini," papar Mortazavi. Dalam harian Shamshahri edisi Selasa (7/2), Mortazavi mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang para kartunis untuk ikut dalam kompetisi ini dengan tawaran hadiah berupa koin emas bagi 12 kartun terbaik, jumlah yang sama dengan kartun yang menghinakan Nabi Muhammad Saw. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dikenal kerap mendukung kelompok sejarawan revisionis, yang menyatakan bahwa peristiwa Holocaust terhadap bangsa Yahudi pada saat kekuasaan Nazi Hitler pada Perang Dunia II terlalu dilebih-lebihkan. Khususnya oleh Israel untuk menarik simpati masyarakat dunia. Ahmadinejad bahkan mengatakan bahwa Holocaust cuma mitos belaka yang dimanfaatkan bagi pembentukan negara Israel. Pekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran juga mengundang PM Inggris Tony Blair ke Tehran untuk berpartisipasi dalam konferensi tentang Holocaust yang rencananya akan digelar di Tehran. Blair menilai rencana konferensi itu sebagai tindakan yang lucu dan mengejutkan. Ia mengatakan, "Ahmadinejad seharusnya datang dan melihat sendiri bukti-bukti Holocaust di negara-negara Eropa. (ln/aljz) AS Anggap Ide Perlombaan Karikatur Holocaust oleh Iran "Menyakitkan" Kamis, 9 Peb 06 10:43 WIB AS terpancing untuk mengomentari perlombaan kartun holocaust yang diselenggarakan Iran. Iran sendiri menyatakan perlombaan kartun itu sebagai salah satu bentuk protes terhadap prinsip kebebasan berpendapat yang selalu diandalkan Barat untuk menyampaikan apapun, hingga melabrak nilai-nilai suci yang dihormati agama orang lain. Jubir resmi Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack mengatakan ide perlombaan kartun holocaust oleh Iran yang diselenggarakan oleh salah satu media massa terbesar di Iran merupakan bagian dari luapan kebencian Presiden Iran Ahmadinejad terhadap Israel. "Upaya apapun yang meremehkan atau menolak holocaust itu menyakitkan," katanya. Inisiatif yang dilakukan Iran adalah penyikapan atas kartun Nabi SAW yang dimuat di sejumlah media di AS dan Eropa. Tapi menurut Sean McCormack kasus kebebasan pers di Iran dengan di Barat berbeda. "Ide pembuatan kartun itu bukan spontanitas," katanya. Harian Iran Hamshahri kini tengah menjalani proses perlombaan kartun tentang holocaust, atau tragedi pembantaian orang Yahudi oleh Nazi yang dianggap sebagian orang sebagai mitos dan pepesan kosong. Farid Murtadhawi dalam harian Hamshahri di Teheran mengatakan, "perlombaan kartun holocaust ini terbuka untuk diikuti siapa saja di seluruh dunia." Ini memang reaksi warga Iran atas dimuatnya karikatur Rasulullah saw yang sangat menyakitkan kaum Muslimin dengan alasan kebebasan berpendapat. Murtadhawi melanjutkan, "Media massa barat menyebarkan gambar yang menyakitkan itu dengan alasan kebebasan berpendapat. Kami akan melihat apa yang akan dilakukan oleh mereka jika ada perlombaan karikatur holocaust Yahudi."
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
