AL-MANHAJUL JUZ’I FII FAHMI AQIIDAH FII SYU’UUR : RAFIIDHAH
(KELOMPOK-KELOMPOK YANG PARSIAL DALAM MEMAHAMI AQIDAH : ALIRAN SYI’AH)


 Ust.Nabiel Fuad Al-Musawa 
http://www.Al-Ikhwan.net


DEFINISI :

Syi’ah sebenarnya berarti pendukung, penolong, teman dekat (QS 37/83 dan
28/18), kata ini lalu digunakan oleh orang rawafidh (kelompok yang
menolak kepemimpinan Abubakar ra dan Umar ra) sebagai nama kelompok
mereka.


DALIL-DALIL SUNNAH DAN SEJARAH TENTANG SYI’AH :

1. Bahwa setelah perang Shiffin, Ibnu Abbas ra berdialog dengan
Muawiyyah ra dan ditanya oleh Muawiyyah ra : “Dari Syi’ah mana anda?
Dari Syi’ah Utsman atau dari Syi’ah Ali?” Jawab Ibnu Abbas ra : “Saya
dari Syi’ah Rasulullah SAW.” (HR Abu Nu’aim dalam al-Hilyah)

2. Sa’id bin Hatim ra bertanya tentang witirnya Nabi SAW pada Ibnu Abbas
ra, maka jawab Ibnu Abbas ra : “Maukah Anda aku kabarkan orang yang
paling tahu tentang witirnya Nabi SAW?” Kujawab : “Ya.” Maka kata Ibnu
Abbas ra : “Tanya pada A’isyah!” Lalu aku minta tolong tanyakan melalui
Hukaim bin ‘Aflah ra sebab aku pada waktu itu termasuk syi’ah Ali ra.

3. Pada abad ke-2 dan ke-3 hijrah, istilah Syi’ah juga digunakan. Dalam
tarikh, khalifah Ibnu Khayyan saat mengomentari keruntuhan khalifah
sebelumnya mengatakan : “Inilah akibat Syi’ahnya Marwan bin Muhammad.

PARSIALNYA MANHAJ SYI’AH :

- Yaitu dalam syu’ur (emosi), karena mereka selalu berusaha mengangkat
emosi ummat melalui perantaraan ahlu bait Nabi SAW. Tapi cinta mereka
parsial, karena ahlu bait mereka batasi hanya pada Ali ra dan
keluarganya, sementara A’isyah ra mereka caci-maki.

- Makna ahlu bait dalam al-Qur’an : Suami dan istri (QS 11/73), ibu dan
bapak (QS 28/12), isteri-isteri (QS 33/33).

- Kelompok syi’ah mengartikan bahwa QS 33/33 itu yang dimaksud Ali ra
saja, karena menggunakan dhamir ‘alaikum. Hal ini dijawab bahwa kum juga
mencakup lelaki dan wanita sebagaimana dalam lafadz salam (assalamu
‘alaikum), apalagi awal ayat bicara tentang istri nabi SAW.

PARSIAL DALAM MENCINTAI AHLUL BAIT :

1. Terhadap paman-paman Rasulullah SAW : Mereka habis-habisan menyatakan
Abu Thalib itu muslim dengan menolak hadits-hadits yang shahih, tapi
menolak Abbas ra, bahkan menyatakan bahwa Abbas itu tidak ada dan hanya
rekayasa sejarah orang-orang Abbasiyyah. Kenapa? Sebab dalam fiqh
(termasuk fiqh syi’ah) anak paman terhalang oleh paman dalam hak waris.

2. Terhadap para isteri Rasulullah SAW : Istri nabi SAW mereka bagi
dalam 2 kubu (padahal kenyataannya tidak demikian), yaitu kubu A’isyah,
Hafshah, dll (yang menolak Ali ra) dengan kubu Ummu Salamah (pendukung
Ali ra). Pokoknya semua hal agama diterima dan ditolak bukan berdasarkan
dalil yang shahih melainkan berdasar perasaan mereka pada Ali ra. Kisah
perang Jamal secara panjang lebar disebutkan dalam Sirah Ibnu Hisyam dan
Thabaqat Ibnu Ishaq.

3. Terhadap anak-anak Rasulullah SAW : Mereka memuji-muji Fathimah ra
saja, tetapi pada putri Rasulullah SAW yang lain, Ruqayyah ra dan Ummu
Kultsum ra, dianggap bukan putri Nabi SAW, hanya karena mereka
dinikahkan oleh Nabi SAW dengan Utsman ra, sementara mereka membenci
Utsman ra.

4. Terhadap para menantu Rasulullah SAW : Mereka mencintai Ali ra, tapi
membenci Utsman ra (padahal Utsman ra termasuk 10 orang sahabat yang
dijamin masuk syurga). Begitu bencinya mereka pada Utsman ra, sehingga
istri Utsman ra (Ruqayyah ra dan Ummu Kultsum ra) dianggap mereka bukan
anak Nabi SAW.

5. Terhadap para cucu Rasulullah SAW : Yang dianggap cucu Nabi SAW oleh
mereka hanyalah Hasan ra dan Husain ra, sedangkan Ummu Kultsum ra, putri
Ali ra yang dinikahkan dengan Umar ra dianggap jin perempuan (padahal
Imam Jalaluddin as Suyuthi dalam tarikhnya meriwayatkan kisah keutamaan
Ummu Kultsum dengan suaminya, dalam hadits yang panjang). Demikian pula
mereka menafikan Umamah ra (anak Zainab ra dengan pernikahannya dengan
Abul Ash ra), padahal Umamah ra ini sangat dicintai Nabi SAW,
sampai-sampai saat beliau shalat pernah sambil menggendong Umamah ra
(oleh kelompok Syi’ah hadits tersebut diganti dengan Husein ra), bahkan
saat Fathimah ra sakit menjelang wafatnya ia meminta Ali ra untuk
menikahi Umamah ra.

6. Terhadap Para Mertua Nabi SAW : Mereka tidak mengakui kekhalifahan
Abubakar ra dan Umar ra, karena mereka menganggapnya sebagai merebut hak
Ali ra.

JENIS-JENIS ALIRAN SYI’AH DALAM MEMANDANG ALI RA :

1. Ekstrim Mencintai Ali ra : Merupakan mayoritas dari syi’ah, yang
sangat mengkultuskan Ali ra, dan mengkafirkan Abubakar ra dan Umar ra.
Kelompok ini berawal dari ajaran Abdullah bin Saba’ (seorang Yahudi yang
pura-pura masuk Islam). Alirannya disebut Saba’iyyah. Termasuk kelompok
ini adalah Khomeini yang dalam bukunya yang menggemparkan (Kasyful
Asrar) menulis doa untk melaknat Abubakar ra dan Umar ra (doa 2 berhala
Quraisy). Kelompok Syi’ah mati-matian memfiktifkan Ibnu Saba’ dan
menyatakan haditsnya hanya melalui Abu Mihnah saja, padahal juga
terdapat dalam al-Musnad oleh Imam Ahmad, Tahzhib wa Tahdzib oleh Ibnu
Hajar, dll. Ibnu Saba’ ini lalu dibuang oleh Ali ra ke Madain.

2. Ekstrim Mengkafirkan Ali ra : Tokohnya adalah Ibnu Kamil, kelompok
ini mengkafirkan Ali ra karena menganggapnya tidak serius menjelaskan
masalah Imamah pada ummat sehingga membuat umat Islam berpecah-belah.

3. Moderat : Mereka hanya menganggap bahwa Ali ra adalah sahabat yang
paling utama dan paling berhak terhadap kekhalifahan setelah Nabi SAW.
[]

Nabiel Fuad Al-Musawa 

MARAJI’ :


     1. Al-Habsyi, Husein. 1991. SUNNAH-SYI’AH DLM UKHUWWAH ISLAMIYYAH.
        Al-Kautsar. Malang.
     2. Musawi, Ali bin Hushain ar-Radhi, 1990. NAHJUL BALAGHAH. YAPI.
        Jakarta.
     3. Al-Musawi, S., 1983. DIALOG SUNNAH-SYI’AH. Mizan. Bandung.
     4. Subhani, Ja’far, 1405. ISHMAH. Muassasah an-Nashri al-Islami.
        Qum-Iran.
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke