sang penulis sebenernya terlalu cepet ambil kesimpulan kebiasaan buruk, belum tahu duduk persoalannya sudah memvonis mungkin lampiran berikut bisa membantu menjelaskan
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Quality.Eng Sent: 22 January 2007 13:17 To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: [ FUPM-EJIP ] IRONI DI MASJID "KUBAH EMAS" DEPOK Dari Milis tetangga.......... IRONI DI MASJID "KUBAH EMAS" DEPOK Kegundahan seorang Ayah Hari minggu tgl 14 Januari 2007, kami sekeluarga (istri dan kedua anak saya masing-masing berumur 9 dan 5 tahun) bermaksud pergi ke untuk sholat ashar di Masjid "Kubah Emas" (kalau tidak salah namanya Masjid Dian Al Mahri), Istri dan kedua anak saya begitu bersemangat untuk sholat di Masjid yang terletak daerah Meruyung, Depok tsb, Selain sholat saya juga ingin memberikan alternatif wisata rohani yang positif pada anak saya. Namun saat kami hendak masuk ke pintu gerbang Masjid, satpam penjaga melarang anak saya masuk dengan alasan masih di bawah 10 tahun (begitu pula nasib sama dialami pengunjung lainnya). Saya melihat pengumuman yang memang menuliskan melarang anak usia dibawah 10 tahun masuk ke areal masjid dengan alasan untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kekhusuan ibadah. Saya langsung terhentak kaget, kecewa karena seumur hidup saya baru kali ini saya menemui sebuah Masjid yang membuat larangan anak kecil masuk, bahkan ke halamannya saja tidak boleh. Yang semakin menusuk hati saya adalah kekecewaan yang begitu terlihat dari ekspresi anak saya terutama anak laki-laki saya yang berusia 5 tahun, dia heran dan bertanya "kenapa yah, aku tidak boleh masuk?, emangnya yang punya mesjid tidak suka anak kecil yah?". Saat itu saya tidak bisa menjawab apapun, jawaban seperti apa yang harus saya berikan pada anak saya?. Selama ini saya berusaha untuk selalu membiasakan anak saya sholat di masjid sebelah rumah. Namun saat ia begitu antusias untuk melihat Masjid yang begitu tersohor dan indah justru ia tidak bisa masuk. Akhirnya kami sholat Ashar di Mushola dekat pintu gerbang Masjid "Kubah Emas". Mushola yang ?maaf- tempat wudhunya tidak terawat dan kotor namun welcome kepada kami termasuk anak-anak saya. Setelah sholat saya berpikir mengapa pemilik Masjid itu menerapkan sebuah aturan yang bahkan melebihi aturan di Masjidil haram? dimana ada orang yang thawaf terlihat membawa bayi dan tidak dilarang oleh Asykar (polisi kerajaan). Saya tidak pernah mendengar atau membaca sebuah ayat atau hadits yang melarang anak dibawah 10 tahun tidak diperbolehkan pergi ke Masjid. Yang saya tahu memang Rasulullah melarang anak kecil sholat di shaff terdepan bukan melarang datang sholat ke Masjid. Saya khawatir aturan di Masjid "Kubah Emas" ini melewati apa yang digariskan Rasulullah. Secara Psikologis , pelarangan ini tentu menjadi kontraproduktif dengan proses pengenalan dan pembiasaan dini agar anak dekat dengan Masjid dan mau ke Masjid. Bayangkan jika semua Masjid melarang anak dibawah usia10 tahun sholat di Masjid, maka Masjid akan kehilangan jama'ahnya sebab generasi mudanya tidak pernah dibiasakan pergi ke Mesjid. Generasi muda Islam akan semakin jauh dari tempat sujud ke Tuhannya dan mungkin mereka akan "phobia" dengan Masjid. Jika memang pemilik Masjid Kubah "Emas" ingin membatasi segmen pengunjung maka seharusnya jangan disebut Masjid, sebut saja "ini adalah tempat sholat pribadi kami yang berada di areal pribadi, setiap yang ingin sholat harus ikut peraturan keluarga kami". Sebab jika disebut Masjid maka sudah memasuki dimensi publik dimana semua muslim berhak sholat di Masjid manapun termasuk dengan anak-anaknya. Tentu setiap orang tua harus menjaga anaknya agar tertib. Terakhir saya berharap "pemilik" Masjid "Kubah Emas" (juga ke masjid manapun) mau meninjau kebijakannya. Anak adalah harapan masa depan Islam, mereka harus didik dekat dan cinta Masjid sejak dini, kalau tidak mereka akan lebih dekat pada "tempat" lain yang belum tentu membawa kebajikan bagi mereka.. Saya berharap pula, Masjid yang begitu megah, mewah dan konon menelan biaya ratusan milyar rupiah lebih ramai dengan kegiatan lainnya selain tempat sholat, seperti pengajian dan pengkajian dan seminar Islam, mentoring/pengajian bagi anak-anak yang pasti akan tertarik karena halamannya luas dan indah. Betapa mubazirnya Masjid ini jika hanya dipakai "hanya" untuk sholat dan itu pun dibatasi. Kita bisa berkaca pada Masjid Nabawi pada awalnya dijaman Rasulullah masih hidup, dibangun secara sederhana, dengan atap dari pelepah kurma, dinding dari lumpur yang dikeraskan. Namun Masjid itu begitu kaya dengan aktivitas, menjadi tempat Rasulullah membina ummatnya, bermusyawarah tentang masalah ummat Islam, mengatur strategi, menimba ilmu dan disitulah peradaban Islam mulai dibangun. Saya pribadi masih punya PR untuk menjelaskan kepada anak laki-laki saya agar ia tidak salah "belajar", jangan sampai ia punya persepsi bahwa Masjid bukan tempat anak-anak untuk dekat sama Tuhannya??, naudzubillah minzalik. Hilmy Wahdi. Psikolog Alumnus UI Mahasiswa Program Doktor UNJ Dosen tidak tetap di FE UI ekstension Ayah dari dua anak yang sedang belajar untuk dekat dengan Tuhannya. ---------------------------------------------------------- AXA-Services Indonesia Firman Whisnumurti e-mail: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
--- Begin Message ---FYI Sekedar melanjutkan forward email dari seorang dari teman. Wassalam, AgungS ----- Forwarded by Agung Sedayu/Indonesia/ThamesWaterAsia on 01/19/2007 03:19 PM ----- Muriza Yulianti 01/18/2007 08:35 AM To: cc: (bcc: Agung Sedayu/Indonesia/ThamesWaterAsia) Subject: Masjid Meruyung: Neh duduk persoalannya Dear Sdr/i Lukman Hakim, & Resti Vurwarin Pada tanggal 13 january 2006, Saya sekeluarga kira-kira jam 3 siang berkunjung ke Masjid Al-Mahri bersama istri & 4 orang anak saya, yang 3 lolos anak saya yang satu usia 5,5 th tidak bisa lolos . Jadi pertama masuk Istri dan 2 anak perempuan, saya nunggu di pos satpam sama anak laki-laki saya dan yang perempuan bontot 5,5th. Sambil nunggu istri saya balik saya sempat berbicang-bincang dengan security maaf saya gak tanya namanya yang jelas orangnya sudah berumur diatas 50 th . Saya tanya Kenapa anak2 gak boleh masuk??? Setelah Sembahyang Iedul Adha berturut-turut selama 4 hari dibuka apa yang terjadi??? Lingkungan masjid jadi lautan sampah , mulai dari pempers ,bungkus makanan, sisa makanan dan lain sebagainya. Yang kedua kata bapak satpam ada Jamaah lagi sembahyang anak-anak pada berteriak, menyanyi bahkan lari kesana kemari spontan jamaah tersebut protes ke satpam koq anak-anak bebas memang inii taman bermain katanya?? maka akhirnya diambil keputusan anak-anak dibawah 10 thn tidak boleh masuk. Dari kedua kasus ini saya bisa mengambil kesimpulan ada benarnya diterapkan larangan tersebut, kasus yang pertama sudah menjadi kebiasaan orang kita membuang sampah sembarangan itu fakta (Bekas botol aqua, pempers, bungkus makanan dll). inilah kelemahan kebanyakan orang muslim di Indonesia . Kebersihan bagian dari iman hanya dimulut applikasinya nol besar. Coba kita tengok negara yang non muslim seperti di Jepang, Singapore jidat kita bisa mengkerut melihat warganya dengan penuh kesadaran membuang sampah pada tempatnya laa... orang kita ditempat ibadah aja buang sampah sembarangan apa lagi ditempat umum!!! inilah pak tugas para guru disekolah, para ustad juga kita sebagai orang tua selalu memberi teladan ke anak-anak kita, akan pentingnya kebersihan!!!. Kasus kedua kadang kita kalau bawa anak ketempat ibadah kurang kontrol anak dibiarkan kesana kemari sambil teriak 2 saking senengnya. Sehingga kita tak sadar ada orang yang lagi khusu' sembahyang merasa terganggu. Saya sempat sembahyang Asar berjamaah persama pengunjung lain dan anak saya yang laki2 setelah salam ,saya sambil tengok kanan kiri serasa sembahyang di Madinah apa di Brunei. saking takjubnya semua tempat tak ambil photo dengan bebas tak ada larangan dari security bahkan ada pengunjung yang bawa viewcam. keliling masjid ngehoot-nya juga bebas tak ada larangan. Dalam hati kecil saya kalo di Indonesia ada lima orang kaya gini alangkah hebatnya kita yang 90% muslim ada yang masih bisa dibanggakan!!! bukan korupsinya yang peringkat 5 besar dunia. Juga kebebasan masih ada kalo hari jum'at kita boleh bawa anak kita yang masih dibawah 10 th untuk masuk area masjid tentunya dengan pakian yang sopan. Ma'af di kala saya berkunjung dimasjid ini ada rombongan sekitar 3 mobil kijang dengan ibu2 dan gadis & anak2 ma'af dandananya menor dengan baju ketat menunjukkan bagian yang menonjol dalam hati saya ini orang mau kemesjid koq begini (dalam hati kecil saya habis pesta terus mampir kesini ) inilah kesadaran kita kadang masih kurang koq kemesjid pakai baju super mini apa mau ke DUFAN!!!! Terlepas dari pro dan kontra saya bersyukur ternyata dinegeri ini masih ada orang yang berharta lebih untuk membangun mesjid yang maha megah. Mudah-mudahan ini bisa kita ambil pembelajaran buat anak2 kita, tanpa kami ber maksud menggurui siapapun. Dengan segala kerendahan hati kalo tulisan saya ini menyinggung perasaan yang kontra kami mohon dibukakan pintu maaf yang selebar2nya. Wasssalam, Humam M. e-mail address : <http://mail.google.com/mail/h/ym23g4c5wvsj/?v=b&cs=wh&[EMAIL PROTECTED] id#m_1102f6be94766bfa> [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------- EMAIL DISCLAIMER This email and any files transmitted with it is confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed. Any personal views or opinions stated are solely those of the author and do not necessarily represent those of the company. If you have received this email in error please notify the sender immediately. Please also delete this message and attachments if any from your computer._______________________________________________ Saksi mailing list [EMAIL PROTECTED] http://groups.syahid.com/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com
--- End Message ---
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
