''Parlemen Adalah Sarana yang Paling Penting Dalam Menjalankan Reformasi'
Minggu, 21 Jan 07 09:41 WIB www.eramuslim.com

'Parlemen adalah alat yang paling penting dalam menjalankan reformasi.
Karena parlemen berfungsi untuk mereformasi undang-undang. Parlemen juga
merupakan alat yang penting untuk melakukan perbaikan pada kehidupan
politik, ekonomi, sosial di negeri-negeri Islam'. Pernyataan itu disampaikan
Ali Muhammad Ali Jawis, anggota parlemen Sudan mewaliki partai Al-Ikhwan
Al-Muslimun di negeri itu, Sabtu 20/1 di sela-sela pertemuan para anggota
parlemen dari 25 negara.
'Namun parlemen bukan alat satu-satunya untuk menyelesaikan semua masalah',
tambahnya. 'Karena masih banyak alat-alat lain untuk melakukan reformasi
yang ada di masyarakat'.
Dalam pandangan tokoh yang mengenakan pakaian khas Sudan dengan ini, para
peserta dalam forum The International Forum for Islamist Parliamentarian
(IFIP) di Jakarta yang memang anggota parlemen muslim mewakili rakyat dari
negeri masing-masing, punya peran besar dalam mensukseskan reformasi. Baik
di bidang undang-undang, atau kerja sama dengan sesama negeri Islam, juga
dalam penyebaran fikrah Islam, seperti tentang kepastian hukum, keadilan
dalam pemanfaatan kekayaan alam dan masalah lainnya.
Terkait dengan komentar beliau tentang program senjata nuklir Iran, menurut
pendapat pribadinya, kalau pun terbukti ada, seharusnya Iran berhak untuk
mengembangkannya. Sebab setiap negeri berhak untuk melindungi negara
masing-masing. Kalau Israel, India dan negeri lainnya punya senjata nuklir,
mengapa Iran dilarang?', ujarnya sambil mempertanyakan kebijakan negara yang
ingin melarang Iran dalam memiliki senjata nuklir.
Namun beliau buru-buru menegaskan bahwa apa yang dikatakannya tidak mewakili
pemerintah Sudan, juga tidak mewakili parlemen negerinya. Ungkapan itu
semata-mata pandangan pribadinya melihat ketimpangan yang menimpa dunia
Islam.
Di Sudan sendiri ada 30-an partai yang mewakili 30-an juta rakyat. Partai
Al-Ikhwan Al-Muslimun sendiri adalah salah satu di antaranya, yang memiliki
kaitan langsung dengan Al-Ikhwan di Mesir. Namun tiap negeri punya kebebasan
masing-masing', tukasnya tentang hubungan partainya dengan jamaah Al-Ikhwan
di Mesir.
Beliau mengakui bahwa partainya, Al-Ikwan Al-Muslimun bukan partai terbesar
di Sudan. Yang terbesar adalah partai berpaham sekuler Al-Harakah
Asy-Sy'biyah (Gerakan Rakyat) yang punya basis masa di Sudan Selatan.
Ditanyakan tentang kesertaan wanita dalam parlemen di negerinya, beliau
mengatakan bahwa para wanita diikutkan dalam parlemen. Tiap partai punya
anggota dewan dari kalangan wanita. Namun partainya justru tidak punya,
bukan karena dilarang, hanya kebetulan tidak mendapat kursi. Namun baginya
tidak masalah untuk anggota parlemen wanita. (ust)


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke