-------- Original Message --------
Subject: Sebuah Cinderamata Untuk Hati Yang Tak Buta
Date: Tue, 23 Jan 2007 10:43:46 -0800 (PST)
From: irwan setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED]
*Ku Tulis ini Dengan Cinta*
*/ /*
/Bismillahirrahmaniirrahiim/
/ /
/"Dia mencintai merteka, dan mereka pun mencintaiNya"/
(Q.S. al-Maidah: 54)
Tidak ada kata yang indah dalam kehidupan kita, kecuali kata cinta. Kata
ini menghinggapi setiap insan, siapakah dari insan yang tidak pernah
merasakan cinta? Berdebar saat nama orang yang dicintai disebut, selalu
ingin dekat dengan orang yang dicintai dan berbagai sugesti lainnya akan
muncul saat seorang insan sedang jatuh cinta. Cinta pada hakikatnya
harus kita kembalikan pada wujud aslinya, yaitu pada kemurnian dan
keindahannya, karena cinta adalah salah satu keindahan yang dicipta.
Yaitu saat cinta itu kita kembalikan kepada Sang Pemilik Cinta yang
sesungguhnya, bukan kepada makhluk atau kepada dunia yang fana, karena
cinta seperti ini hanya akan bersifat sementara. Saat semesta bertasbih
memuji kegungan Allah, maka apa yang telah kita lakukan? sudahkah kita
kembalikan cinta kepadaNya? hingga dalam setiap detik dari perjalanan
kita, kita tidak akan pernah lepas dari tasbih memujiNya seperti yang
dilakukan oleh alam raya.
Kekuatan cinta merupakan kekuatan yang membawa orang yang sedang dicinta
melakukan apa saja untuk yang dicintainya. Contoh sederhana dari cinta
ini berasal dari orang yang paling dekat dengan kita, orang tua kita.
Cinta yang mereka berikan kepada kita sungguh besar, tidak ada anak yang
dapat membayar semua jasa orang tuanya. Saat bayi, orang tua kita tidak
pernah enggan untuk membersihkan kotoran kita, menyiapkan popok untuk
kita, dan segala sesuatu yang kita butuhkan. Ya, semua ini dilandasi
karena cintanya kepada kita.
Tapi dari itu semua ada kisah cinta yang indah yang diajarkan kepada
kita dari kisah para nabi, para sahabat, dan orang-orang saleh lainnya.
Cinta yang murni dan jelas seperti sinar mentari yang tidak pernah pudar
untuk menyinari bumi, memberikan kehidupan bagi seisi bumi, atau seperti
udara pagi yang menyegarkan yang kita hirup dengan gratis tanpa harus
bayar. Adakah cinta telah kita berikan kepada yang telah memberikan
semua ni'mat ini kepada kita?
Kenikmatan ini hanya dirasakan oleh orang-orang yang mampu merasakannya.
Kendati, misalnya seseorang yang dipenuhi kenikmatan ini mampu
menjelaskan sifat kenikmatan cinta yang menuntun kepada jalan kebenaran,
sudah pasti mereka akan menjelaskan sepenuhnya. Namun tidak ada dapat
menjelaskannya secara penuh, karena ini berkaitan dengan perasaan yang
hanya dijelaskan dengan rasa, bukan dengan kata.
Kenikmatan ini dilukiskan oleh Khalid bin Walid yang lebih menyukai
malam yang sangat dingin dan bersalju, di tengah-tengah pasukan yang
akan menyerang musuh pada pagi hari, daripada malam yang ia dapati
dengan pengantin yang cantil yang ia cintai atau ia diberi kabar
kelahiran anak laki-laki.
Kenikmatan ini pula yang menjadikan Shalahudin Al-Ayubi meninggalkan
segala kemegahan dunia, ia tidak menyukai kehidupan model istana dan
segala kemewahannya, ia lebih suka hidup di dalam kemah dan padang
pasir. Setiap pembicaraan Shalahudin selalu berkisar tentang jihad dan
mujahidin.
Ingatlah sirah Umair bin Al-Hammam. Ketika dalam suatu pertempuran dia
berdiri dan bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, apakah
surga luasnya seluas langit dan bumi?". Rasulullah pun menjawab,"Benar".
Kemudian dia berkata, "Hebat! Hebat!", dan saat Rasulullah bertanya
kenapa Umair bin Hammam berkata seperti itu, beliau menjawab dengan
sebuah kalimat yang seharusnya membuat kita berpikir tentang hidup ini,
"Aku berkata seperti itu dengan harapan dapat menjadi penghuni surga".
Setelah menjawab petanyaan Rasulullah, ia mengeluarkan beberapa kurma
dari tasnya, memakannya, dan berkata, "Jika aku hidup untuk makan
kurma-kurma ini, maka itu terlalu lama". Dengan sigap ia membuang buah
kurma yang ada ditangannya dan maju ke medan pertempuran hingga ia
syahid di jalan Allah.
Umair bin Al-Hammam, menikmati cinta yang membimbingnya kepada jalan
kebenaran dan merasakan manisnya cinta tersebut. Karena itu, ia
menganggap lama waktu ia memakan beberapa kurma, dan kemudian
membuangnya hanya untuk menjemput cinta sejati.
Ingat lah pula kisah Abdullah bin Jahsy ketika sebelum perang Uhud. Ia
pergi bersama Sa'ad bin Abu Waqqash, kemudian keduanya melakukan shalat dan
menyepakati jika salah satu diantara mereka berdoa maka yang lain
mengaminkan. Diantara doa Abdullah bin Jahsy ialah, "Ya Allah,
pertemukan aku dengan lawan yang kuat dan cepat emosi. Aku perangi dia
di jalan-Mu dan dia memerangiku, lalu dia menangkapku dan memotong
hidung dan telingaku. Jika aku bertemu dengan Mu kelak, Engkau berkata,
'Hai Abdullah, hidung dan telingamu terpotong di jalan apa?'. Lalu aku
menjawab, 'Di jalan-Mu dan Rasul-Mu. Kemudian Engkau berfirman,' Engkau
berkata benar'".
Dan doanya menjadi terkabul saat ia syahid di perang Uhud dan
orang-orang musyrik memotong hidungnya. Begitu agungnya doa di atas!
Jiwa seperti adalah jiwa-jiwa yang menjual apa saja yang dimilikinya
kepada pemilik sejati sehingga sesuatu yang pahit menjadi manis baginya.
Doa seperti ini hanya keluar dari orang yang menikmati jalan kebenaran
dan rasa manisnya. Tidak ada sesuatu pun yang didambakan kecuali
mendapatkan keridhaan dari Allah ta'ala dan bertemu dengan Rabbnya dalam
keadaan taat dan gugur di jalan-Nya.
Dan untuk terakhir dari tulisan ini, ana hanya ingin agar kita semua
mengenang jasad Hamzah.
/ /
/Tinggalkanlah masa lalu dan berhala/
/Ikuti jejak Hamzah yang bergelimang dengan pahala/
/Penunggang kuda di medan laga/
/Bagaikan singa di hutan belantara/
/
Seorang warga Hasyim yang cemerlang /
/Tampil ke medan laga dengan kebenaran /
/Gugur sebagai syahid di medan pertempuran /
/Di tangan Washyi si pembunuh bayaran./
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan
Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang benar dari Allah
di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati
janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah
kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (At-Taubah: 111)
Ingatlah! akan perkataan Rasulullah kepada salah seorang sahabat saat ia
menangis ketika melihat di tubuh Rasulullah terukir bekas tikar yang ia
pakai tidur, dan kemudian berkata, "Ya Rasulullah, kenapa Engkau seperti
ini, Engkau adalah Rasul Allah, tidur di atas tikar sehingga berbekas di
tubuhmu, sedangkan para raja Romawi dan Persia hidup dalam kemegahan?".
Rasulullah menjawab, "Biarkan saja dunia milik mereka, karena bagi kita
adalah kebahagiaan yang abadi di akhirat".
Inilah hakikat dari cinta sejati, bahwa seorang pecnita akan mampu untuk
meninggalkan dunia dan keindahannya, tidak seperti cinta lainnya. Cinta
sejati akan melahirkan kerinduan tanpa henti. Setiap hari sang pecinta
akan merasakan kedekatan dengan Sang Pemilik Cinta yang makin bertambah.
Rindu kepadaNya tidak mengenal tapal batas, karena ketakterbatasan Dzat
dan sifatNya. Oleh karena itu, sang pecinta akan berlari menuju kepada
Sang Pemilik cinta, bersimpuh dalam sajadah cinta untuk sujud kepadaNya
menjadi hamba yang paripurna di keheningan malam. Saat dunia mati untuk
sesaat, ia bangun untuk memurnikan cintanya, karena noda yang melekat
dalam diri pada pagi hingga malam hari. Cinta ini akan menjadikan sang
pecinta menjadi hamba yang tenang dan kelak akan dipanggil dengan
sebutan yang istimewa, kemudian Sang Pemilik Cinta akan mengajak sang
pecinta untuk masuk ke dalam surga-Nya, Insya ALLAH.
"/Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang
ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku.
Dan masuklah ke dalam surga-Ku/" (Al-Fajr: 27-30).
Sat ini, masihkah kita mengeluh dengan beban yang di dapat saat kita
memurnikan cinta sejati ini dengan da'wah, menjadikan kita enggan
bergerak kembali dalam da'wah, sedangkan balasan yang diberikan sudah
pasti, perjumpaan dengan Sang Pemilik Jannah, Allah swt. Begitupun
dengan tulisan ini, aku buat diantara kebisingan polusi suara di pagi
yang cerah ini hanya untuk memurnikan cinta, cinta sejati yang
semestinya selalu kita berikan kepada yang membulak-balikkan hati, dan
aku berikan kepada kalian sebagai Sebuah "Cinderamata Untuk Hati Yang
Tak Buta".
Allah'alam bishashawab...
Jatinangor, _26 Dzulhijah 1427 H___
16 Januari 2007
Suadara kalian yang mencintai kalian karena ALLAH
---irwan setiawan---
------------------------------------------------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo!
Games. <http://us.rd.yahoo.com/evt=49936/*http://videogames.yahoo.com>
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************