Catatan dari Konferensi Pendekatan Mazhab Sunni-Syiah di Qatar

Rabu, 24 Jan 07 13:20 WIB
 
Usai sudah "Muktamar Internasional Pendekatan Antar Madzhab" yang digelar di
Dhoha Qatar. Pada penutupan Forum Pendekatan Antar Madzhab, DR. Yusuf
Al-Qaradhawi menegaskan bahwa gagasan untuk mendekatkan antara berbagai
madzhab harus dilakukan dengan terus terang, tanpa basa basi.

Qaradhawi kembali meminta agar kelompok Syiah menyampaikan sikap secara
terus terang dan jelas dalam masalah terkait penghinaan sejumlah sahabat
Rasulullah saw. Karena menurut Qaradhawi, tak mungkin terjadi pendekatan
antara Syiah dan Sunni, jika keyakinan Syiah masih terus menerus mencela
para sahabat radhiallahu anhum. Qaradhawi juga meyinggung tentang proyek
pensyi'ahan secara terorganisir yang terjadi di sejumlah lokasi yang dihuni
orang-orang Sunni.

Hari pertama pertemuan di Dhoha Qatar itu, sempat diwarnai dengan perdebatan
seru terkait perbedaan antara Sunni dan Syiah. Ini disebabkan ungkapan
Qaradhawi yang meminta kelompok Syiah untuk menghentikan upaya mensyi'ahkan
kaum Sunni dan memandang kaum Syiah kurang memiliki upaya untuk melakukan
pendekatan dengan kelompok Sunni. Akan tetapi Sekjen Forum Internasional
Pendekatan Antar Madzhab Islam yang berpusat di Teheran, Syaikh Ayatullah
Taskheri, menolak anggapan adanya proyek pensyiahan kaum sunni. Ia malah
mengangkat pemikiran lain tentang sikap Sunni yang hendaknya tidak lagi
mengkafirkan orang Syiah.

Qaradhawi pada sambutan penutupan menyampaikan agar tidak ada basa basi
dalam upaya mendekatkan antar madzhab Islam, utamanya Sunni dan Syiah. "Saya
ingin pada forum pertama ini, adanya keterbukaan, keterusterangan. Tanpa ini
kita tidak mungkin mencapai hasil yang diharapkan. Ide untuk mendekatkan
antara madzhab ini pasti menghadapi tantangan berat. Karena itulah saya
katakan kepada Syaikh Taskheri, sudah tutup saja organisasi Anda dan katakan
kepada karyawan Anda, jika kita tidak bisa mendekatkan antara umat Islam."

Terkait dengan pencelaan kaum Syiah terhadap sejumlah sahabat yang
dimuliakan oleh kaum Sunni, Qaradhawi mengatakan, sulit terwujud pendekatan
bila kaum Syiah masih tetap melanjutkan penghinaan terhadap sejumlah sahabat
Rasulullah saw. "Tidak mungkin ada pendekatan antara orang yang mengatakan
Umar radhiallahu anhu dengan orang yang mengatakan Umar la'anahullahu. Atau
antara orang yang mengatakan Aisyah radhiallahu anha dengan orang yang
mencaci dan menghinanya dengan tuduhan yang sangat keji..."

Qaradhawi melanjutkan, hendaknya kelompok Syiah juga menghentikan upaya
pensyi'ahan yang dilakukan di sejumlah kelompok Sunni. Ia mengatakan tidak
sependapat dengan jawaban Syaikh Taskhery yang menyebut bahwa upaya
pensyi'ahan itu dilakukan secara individu tidak terorganisir. "Pensyi'ahan
adalah program yang terorganisir dan juga dibiayai serta mempunyai program
aksi sendiri, " kata Qaradhawi.

Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu juga menyebutkan bahwa
pendekatan antara Sunni dan Syiah membutuhkan kesepakatan tentang titik
titik perbedaan prinsipil antara keduanya. Menurut Qaradhawi, masalah
pendekatan yang harus dicapai bukan pendekatan antara pemahaman fiqih versi
Sunni dan versi Syiah. "Ini tidak terlalu penting di sini. Tapi yang
diinginkan adalah pendekatan yang dimulai pada masalah prinsipil dalam
madzhab Sunni dan Syiah. Kita harus sepakat tentang sejumlah masalah yang
bisa meghentikan aksi saling perang antara Sunni dan Syiah, " ujar
Qaradhawi.

Lebih tegas lagi Qaradhawi juga menyinggung tentang kondisi Sunni di Irak.
Ia mengatakan, "Yang memiliki kunci masalah di Irak adalah orang-orang
Iran." Qaradhawi merencanakan mengirim utusannya ke Iran untuk membicarakan
masalah Irak.

Dalam konferensi dialog antar madzhab Islam ini, hadir 216 orang utusan
penting dari para ulama dan peneliti, termasuk menteri dari 44 negara.
Diselenggarakan dengan kerjasama antara Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir
dan Forum Internasional Pendekatan Antar Madzhab Islam di Iran. Sementara
itu, para ulama Iraq tegas mengatakan, "Tidak ada gunanya pendekatan antar
madzhab bila tidak mempunyai efek yang menghentikan pertumpahan darah di
Irak." (na-str/iol)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke