Hidayah dari Teras Masjid
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=3545&pop
=1&page=0&Itemid=63> Cetak halaman ini
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=354
5&itemid=63> Kirim halaman ini melalui E-mail   
Minggu, 03 September 2006       

Gelisah karena mengambil barang yang bukan haknya. Namun karena ketakutannya
pada Allah SWT. Segalanya kemudian berubah menjadi lebih indah


Hidayatullah.com--Seperti biasa, selepas shalat Isya berjamaah kami
berkumpul di teras masjid. Kami bicara hal-hal yang bermanfaat, kadang
berkaitan dengan memakmurkan masjid. Tidak jarang di antara kami saling
menceritakan isi buku yang baru dibacanya, dan biasanya kami sangat suka
mendengarkan kisah Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama terdahulu.

Setelah mendengar kisah-kisah itu, kami serasa seperti baterei yang
dicharge. Semangat kami  untuk melaksanakan amalan-amalan shalih seperti
dipompa lagi.

 
Malam itu giliran salah satu saudara kami, Pak Parno, yang bercerita tentang
Ibrahim bin Adham. Kisah ini, katanya, sangat terkenal, banyak dimuat di
media massa dan sudah banyak yang mendengarnya. Saya sendiri, baru mendengar
malam itu dari beliau yang sehari-harinya memang kutu buku. 

 
Ringkas cerita, Ibrahim bin Adham mendengar dari malaikat bahwa ibadahnya
tidak diterima Allah SWT selama 40 hari. Sebab, sebelumnya ketika membeli
kurma dia mengambil sebiji kurma yang terjatuh dan bukan termasuk ke dalam
bagian kurma yang ia beli, tanpa seijin penjualnya. Sesuatu yang saat ini
sudah biasa bagi kita, tapi menjadi suatu petaka bagi seorang shalih macam
Ibrahim bin Adham.

 
Ketika kami sekeluarga dalam perjalanan menengok orangtua, iseng-iseng saya
membuka laci mobil dan di situ terlihat sebungkus jagung goreng, atau orang
Jawa biasa menyebutnya marning. Tanpa banyak cakap, marning  itu langsung
saya santap. Pikir saya, wong mobil saya yang punya, berarti marning yang
ada di dalam mobil ini tidak masalah kalau saya makan.

 
Ketika marning itu tinggal beberapa biji, tiba-tiba saya teringat cerita Pak
Parno dengan Ibrahim bin Adham-nya. Astaghfirullah, sontak saya setengah
berteriak hingga mengagetkan seluruh isi mobil. Mengabaikan muka-muka
bingung dari penumpang mobil, saya buru-buru mengambil telepon seluler dan
segera menelpon ke Surabaya, menghubungi para penumpang antar jemput
karyawan yang setiap harinya saya layani dengan mobil ini. Saya asumsikan
marning tersebut milik salah seorang penumpang antar jemput yang kelupaan
sehingga tertinggal di mobil.

 
Ternyata tidak ada seorang pun yang mengaku menjadi empunya makanan kecil
yang renyah itu. Hati saya berdetak kian kencang, takut kalau-kalau sebentar
lagi Allah mengutus Izrail mengambil kembali ruh saya, dalam keadaan saya
belum sempat mendapat keihklasan dari yang punya marning tadi,
astaghfirullah.
Pas putus asa sudah terasa di depan mata, saya menelepon ke rumah dengan
sedikit harapan barangkali ada informasi lain yang berguna. Ketika itu sopir
saya yang mengangkat telepon, dan dengan semangat yang hampir luruh saya
menanyakan perihal marning tadi. Apa yang saya dengar?

 
Sopir saya dengan suara gemetaran menahan takut mengaku bahwa dialah yang
meninggalkan marning di mobil, dua hari sebelumnya karena terlupa.

 
"Mohon maaf Pak, saya lupa belum membersihkan mobil," ungkapnya
terbata-bata. Subhanallah, Allah masih memberi saya kesempatan.

 
"Tak masalah, aku minta maaf dan minta kamu ikhlas marningmu aku makan.
Karena kalau kamu tidak ikhlas, apa jadinya kalau aku keburu mati ketika
makan barang haram, " jawab saya sambil menahan tangis.
Adegan selanjutnya adalah saya sibuk menjawab celotehan kedua permata hati
dan istri saya, tentang apa yang barusan terjadi. Alhamdulillah, saya bisa
berdakwah kepada keluarga saya dengan hanya menceritakan pengalaman pribadi
tadi.

Tak terasa rumah orangtuaku makin dekat. Ya Allah, berikan aku hidup
istiqomah di jalan-Mu dan akhir yang khusnul khotimah. Ya Allah, masukkan
aku ke surga-Mu dan pertemukan aku dengan Rasulullah dan Ibrahim bin Adham.
Amin. (Abu Imam/ dari majalah Hidayatullah edisi Agustus)


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke