Assalamualaikum wrwb
ini dari milis sebelah afwan kalo dah pernah
Wassalam.
Bismillahir Rahmanir Rahim
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil
`alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin,
wa ba`du,
HAWA NAFSU
Dari Abu Hurairah r.a. Bahwasannya Rasulullah SAW
Bersabda :"Neraka itu
dipagari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan
(Nafsu) "
(HR.Bukhari&Muslim)
Hawa nafsu selalu menjadi musuh manusia dalam
mengendalikan diri untuk
selalu berada di jalan yang Benar.Sampai dimanakah
Batasan-batasan atau
Parameter bahwa Perbuatan,tindakan,ucapan Manusia itu
dapat dikategorikan
sebagai Hawa nafsu,tentu Al Quran sebagai Rujukan :
"Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang
mengikuti hawa
nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah
sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim
"(Al Qashash.50)
Dan juga :
"Dan sesungguhnya kebanyakan orang benar benar hendak
menyesatkan dengan
hawa nafsu mereka tanpa ilmu. Sesungguhnya Tuhanmu,
Dia-lah yang lebih
mengetahui orang-orang yang melampaui batas "(Al
An'aam.119)
"......janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia
akan menyesatkan
kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang
sesat darin jalan
Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka
melupakan hari
perhitungan"(Shaad.26)
Dari Tekstual Al Quran di atas bahwa segala sesuatu
yang tidak sesuai
dengan Petunjuk Allah SWT dinisbatkan kepada Hawa
nafsu (Hawaanafsi),yang
berkonsekwensi dengan azab yang berat.
Kecintaan dan kebencian serta keinginan seseorang jika
tidak sesuai
dengan kecintaan dan kebencian Allah SWT dan Rasul
Nya,ini termasuk Hawan
nafsu,jika Dia mengikutinya berarti Pengikut Hawa
nafsu (Ahlul Ahwa).
Sesuatu perbuatan jika dilakukan dengan ikhlas,tetapi
tidak dengan cara
yang benar tentu tidak akan diterima,demikian pula
jika telah benar
caranya,tetapi tidak ikhlas ini tidak diterima.Segala
sesuatu akan bisa
diterima jika ikhlas hanya karna Allah SWT,dan benar
sesuai Sunnah
Rasulullah SAW.
Dalam kehidupan kita sehari-hari,kita kerapkali
berkutat dengan Hawa
nafsu yang kita perturutkan tanpa kita sadari ataupun
kita sadari,Contoh
mudah mungkin Menunda-nunda waktu Sholat
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang
ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman." (An-Nisaa.103)
"Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa yang mendengar
azan tapi tidak mendatanginya, maka tidak ada lagi
shalat untuknya,
kecuali karena ada uzur." (HR Ibnu Majah,
Ad-Daruquthuny , Ibnu Hibban
dan Al-Hakim)
Dan juga mengikuti Tradisi atau adat istiadat yang
bertentangan dengan Al
Quran dan Sunnah,seperti Ritual upacara pantai,saat
panen,sesajen pada
pantai selatan,percaya pada
Ramalan-ramalan,fangshui,dan cara berpakaian
adat-adat yang tidak sesuai ajaran Syariat Islam,dll.
Dan juga mungkin yang lebih sering kita temui dan
lakukan dalam
berinteraksi dengan sesama Teman baik secara langsung
ataupun tidak.
"Sesunggunya setiap orang memiliki hak
(kesempatan)mengeluarkan ucapan
(pendapat)" (HR.Ahmad dari Aisyah r.a.Dan Bukhari &
Muslim dari Abu
Hurairah)
Tentu hak berpendapat itu tidak bertentangan dengan Al
Quran dan
Sunnah,akan tetapi jika berindikasi bertentangan
dengan Kedua itu,akan
tergolong dengan Hawa nafsu.
"Iman itu pengikat keberingasan dan orang yang beriman
tidak akan
beringas" (HR.Bukhari,Abu Dawud,Al Hakim dari Abu
Hurairah)
Iman mencegah kebringasan karna Bringas bagian dari
Hawa nafsu.
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang
mu'min dan mu'minat
tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya
mereka telah
memikul kebohongan dan dosa yang nyata" (Al Ahzab.58)
"Seseorang tidak melontarkan tuduhan fasik atau kufur
kepada orang lain
kecuali kata-kata itu kembali kepada dirinya,apabila
sahabatnya tadi
tidak seperti itu" (HR.Bukhari)
Keharaman mencela atau menuduh tanpa sesuatu yang
jelas dan nyata itu
salah sangat rentan terjadi pada diri kita sebagai
Insan yang selalu
lengah terhadap Hawa nafsu yang tidak
terkendali.Semoga Allah SWT selalu
menjaga kita dari Hawa nafsu.Amin
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling
jauh dariku nanti di
hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak
dalam berbicara.”
Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui
arti
ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna
al-mutafayhiqun? Maka
jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR
Tirmidzi dan dihasankannya)
“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu
jelas sehingga bias
difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)
Konteks Hadist diatas mengajak untuk bertutur kata
dengan Jujur,karna
selain dari Jujur adalah Hawa nafsu dan kita hanya
bisa menilai secara
lahiriah,sedangkan Allah SWT menguasai yang
bersembunyi.
Semoga Saya (pent) bisa mengambil pelajaran ini untuk
mengeroksi diri dan
juga bagi para pembaca tulisan ini,agar kita bisa
menyikapi segala
permasalahan disekitar kita dengan santun tutur kata
sopan tindakan Jauh
dari sikap Sombong serta Hawa nafsu,dan selalu di
jalan Allah SWT.
“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir
maka hendaklah
berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari
Muslim)
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan
hidayah untuk mereka,
melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad
dan Tirmidzi)
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata
yang diridhai ALLAH
SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan
demikian sehingga
dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang
tersebut sampai nanti
hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata
yang dimurkai
ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka
ALLAH SWT mencatatnya
yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi
dan ia berkata
hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu
Majah)
Menjaga Ukhuwah antar sesama saudara Muslim kita
tingkatkan demi
terhindar dari Decadensi dan Devaluasi Rasa
Persaudaraan sesama Muslim.
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah
(perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan
takutlah terhadap
Allah, supaya kamu mendapat rahmat " (Al Hujuraat.10)
" Dari Anas r.a. Nabi SAW Bersabda : Tidak sempurna
keimanan seseorang
dari kalian sebelum Ia mencintai saudaranya (sesama
Muslim) sebagaimana
Ia mencintai dirinya sendiri" (HR.Bukhari)
Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang
tersebut, maka kata
nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan
saudaramu! Kamu telah
mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau
SAW: “Jika ada
seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka
katakanlah: Cukuplah
si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak
mensucikan seorangpun
disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai
kenyataannya.” (HR Muttafaq
‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)
Tawadhu atau rendah hati dan tidak merasa senang untuk
melebihi orang
lain karna hadis diatas menuntut persamaan sesuai
dengan Firman AllSWT :
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang
yang tidak ingin
menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka)
bumi. Dan kesudahan
(yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa"
(Al Qashash.83)
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah
kalian saling membenci,
dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan
janganlah kalian
saling menghindari, dan janganlah kalian saling
meng-ghibbah satu dengan
yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang
bersaudara.” (HR.Bukhari &
Muslim)
Perangai Buruk seperti
dengki,iri,berlebihan,kecurangan,bangga,sombong
dll mari kita tinggalkan karna semua merupakan
Fasilitas atau Wahana Hawa
nafsu kita yang berpotensi merusak Ukhwah.Karna Hawa
nafsu tanpa Petunjuk
Allah SWT adalah Syaithan Laknatullah.
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada
negeri akhirat, Kami
jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan
mereka, maka mereka
bergelimang (dalam kesesatan)" (An Naml.4)
Merasa Bangga dengan segala perbuatan dan tindakan
kita merupaka suatu
kesesatan yang nyata.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam
Bish-shawab, Wassalamu
`Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Oleh : Ahmad Wanto
Refrensi :
1].Al Amru bi Al ma'ruf An Nahyu 'ani Al munkar.Ibn
Taymiyyah
2].Fathul Baari. Ibn Hajar
3].Riyadhus Shalihin.Imam Nawawi
4].Asbabul Wurud.Ibn Hamzah Al Husaini Al Hanafi Ad
Damsyiqi
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
________________________________________________________
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************