Zionis-Yahudi Berlomba Tanami Pohon Ghorqod di Tanah Palestinakarena iman, saya
percaya atas hadits tersebut.
tapi masih belum klik saja, dalam perang modern, bisakah bersembunyi di balik
pohon?
----- Original Message -----
From: Rudy Swardani
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Sent: Thursday, March 15, 2007 2:15 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Zionis-Yahudi Berlomba Tanami Pohon Ghorqod
diTanah Palestina
orang kafir harbi sekelas Yahudi aja percaya atas kemenangan Islam yang akan
datang
Kita sebagai Umat Islam harus lebih mengimani perkataan Rasulullah
"Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu
membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon,
lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di
belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah
dari pohon-pohonnya orang Yahudi. " (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu'lu'
wa al-Marjan III/308)
Kemenangan Islam di akhir zaman sudah dicatat oleh Allah di Louh Al-Mahfuuzh
dan pasti akan datang
masalahnya apakah kita sebagai penonton dipinggir lapangan atau ikut sebagai
pemainnya
Wassalammualaikum Wr.Wb.
Rudy.S
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Sutiyo
Sent: 15 Maret 2007 13:59
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: [ FUPM-EJIP ] Zionis-Yahudi Berlomba Tanami Pohon Ghorqod di Tanah
Palestina
Zionis-Yahudi Berlomba Tanami Pohon Ghorqod di Tanah Palestina
Kamis, 8 Mar 07 13:51 WIB ( sumber : www.eramuslim.com)
Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan
Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American
Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. Pertemuan itu
berlangsung secara pribadi.
Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius
berkata, "Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan
kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi
bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak
tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para
nabi itu... akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu
menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani. " Tom Dine
tersenyum dan mengangguk pelan.
Presiden Reagan merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang memulai
suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, di mana kebaktian, seminar
keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelikal
Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam
lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan
Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental
bernuansa Zionis.
Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush,
merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau
ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau
Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millennium
merupakan zaman akhir di mana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar
Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan
melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkan Anti-Christ. Dan setelah itu
dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan
dalam Injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk
melapangkan jalan bagi suatu hari di mana akan datang Kristus yang kedua
kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah
Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan
memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah Palestina maupun yang
tersebar di Amerika dan Eropa, sangat yakin bahwa era millenium ketiga ini
merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah sengaja atau tidak, kasus WTC
911, di mana Menara Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang,
diruntuhkan, maka seakan terbukalah suatu era baru bagi keyakinan ini.
Segala daya upaya mereka lakukan guna menghadapi datangnya Messiah yang
mereka yakini akan memimpin mereka dari Kuil Sulaiman untuk menaklukkan dunia.
Namun ada satu anomali yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan
mereka ini. Di satu sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan
seluruh umat manusia, wabilkhusus umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun
di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka
duduki secara tidak sah, dengan pohon ghorqod (nama latin: Nitraria retusa).
Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: "Tidak akan
terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh
mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu
dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku,
kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari
pohon-pohonnya orang Yahudi. " (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu'lu' wa
al-Marjan III/308)
Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah
Palestina dengan pohon Ghorqod, maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita
bahwa kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat hari akhir, di mana mereka
akan dikejar-kejar oleh umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya
tempat yang bersedia dipakai guna tempat persembunyian kaum Yahudi.
Proyek Internasional Ghorqod
Tidak diketahui secara pasti kapan kaum Zionis-Israel menanami Tanah
Palestina dengan pohon Ghorqod. Hanya saja, melalui website Jewish National
Fund (www.jnf. Org), di bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate),
disebutkan bahwa di Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang
pohon Ghorqod.
Uniknya, dengan serius dan profesional, kaum Zionis juga mengiklankan di
dalam situs tersebut bahwa siapa saja bisa membeli pohon Ghorqod secara online
dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanami di Tanah Palestina.
Harga sebatang pohon tersebut sebesar US$18, dan barangsiapa yang membeli tiga
batang seharga US$36 akan mendapat satu batang gratis.
Bukan itu saja, pengepakkannya pun pembeli bisa memilih dengan memakai
plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50
perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang
super cepat (US$30 perbatang, dijamin sampai di Tanah Palestina hanya dalam
waktu 2 hari), cepat (US$15 perbatang dengan waktu 3 hari), dan reguler (tidak
disebutkan). Untuk keterangan lebih lanjut, mereka juga menyediakan sebuah
nomor hubungan internasional (888) JNF-0099 dan 1-800-542-TREE. Hanya mata uang
dollar AS yang diterima sebagai pembayaran yang sah.
Pertanyaannya kemudian, adakah orang Indonesia yang sudah memesan pohon ini
untuk ditanam di Tanah Palestina?(R
------------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
****************************************************************************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************