Mohn ma'af tadi e-mail disini rusak, takut tidak sampai jadi ana kirim kembali
-----Original Message----- From: Sawing - IND Sent: 03 April 2007 9:04 To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' Subject: Hubungan Antara Hadits dari Hudzaifah bin Yaman denga Al Qur'an 23/53, 6/59, 30/32 Assalamu'alaikum wr.wb Mohon ma'af bila ada keterlambatan, karena ana sedang banyak kerjaan, tapi ana coba jawab semampu ana karena janji adalah hutang yang harus dibayar. Ana mohon ma'af bila ada kesalahan, karena yang salah dari diri ana pribadi dan yang benar hanya milik Allah semata Hubungan antara hadits dari Hudzaifah bin Yaman dan Nu'man bin Basyir dengan Al Qur'an Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ), surat Al-An'am ( 6 ayat 159 ), dan surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) " Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, berkata : " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Adalah masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian ( Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila ia telahmenghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menggigit ( Mulkan 'Adlan ), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang menyombong ( Mulkan Jabariyyah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian ( Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah ) " kemudian beliau (Nabi) diam. (hadits riwayat Ahmad dan Al-Baihaqi.Misykatul Mashabih:Bab Al-Indzar wa Tahdzir, Al-Maktabah Ar-Rahimiah, Delhi , India halaman 461) Dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata: " Adalah orang-orang bertanya kepada Rasulullahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, tetapi aku bertanya kepada beliau dari hal keburukan, karena aku khawatir keburukan itu akan menimpa diriku, maka aku bertanya : " Ya Rasulullah, sesungguhnya kami (dahulu berada ) dalam kejahiliyyahan dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini ( Islam ) kepada kami. Apakah sesudah kebaikan ini akan ada lagi keburukan, Rasul menjawab " Ya ", Aku bertanya " Dan apakah sesudah keburukan itu nanti ada lagi kebaikan ?", Rasul menjawab " Ya, dan didalamnya ada kekeruha ( dakhan ).", Aku bertanya " Apakah kekeruhannya itu ? ", Rasul menjawab " Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjuku. ( Dalam riwaayat Muslim : "kaum yang menjalani cara-cara lain bukan dari sunahku, dan dan Orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengn petunjukku.) "Engkau ketahui dari meerka itu dan engkau ingkari. Aku bertanya: " apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan ?" Rasul menjawab: " Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahanam. Barang siapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahanam itu." Aku berkata : " Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat mereka itu kepada kami." Rasul menjawab: " Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah kita.". Aku bertanya Apakah yang engkau perintahkan kepadaku, jika aku menjumpai keadaan yang demikian itu ? ". Rasul bersabda: " Tetaplah engkau pada Jama'ah Muslimin dan Imam mereka !". Aku bertanya : jika tidak ada bagi mereka Jama'ah dan Imam ? " Rasul bersabda: " Hendaklah engkau keluar dari Firqah-Firqah itu semuanya, walaupun engkau menggigit akar kayu hingga kematian mengejarmu, engkau tetap demikian" Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, bab Kaifa Amru Idza lam takun Jama'atun, juz 4 hal 225. Shahih Muslim Kitabul Imarah, bab Amr bilizumil Jama'ah Inda Zhuhuril Fitan, juZ 2 halaman 134-135. Sunan Ibnu Majah, kitabul Fitan, juz 2 halaman 1317, nomor hadits 3979 Kalau kita baca hadits dari dar Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman disitu disebutkan bahwa perjalanan umat Islam ini akan terbagi menjadi beberapa fase ( masa ) yaitu masa Nubuwwah, masa Khilafah 'Ala MinHajin Nubuwah, masa Mulkan Adlan, masa Mulkan Jabariyah dan setelah itu akan kembali kemasa Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah dan bersambung ke Hadits dari Hudzaifah bin Yaman yang mengatakan bahwa pada akhir masa nanti akan banyak firqah-firqah ( golongan-golongan) dan Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk menjauhi firqah-firqah itu apabila di adanya Jama'ah Muslimin dan Imam mereka. Lalu apakah hadits-hadits diatas ada hubungannya dengan Al Qur'an Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ), surat Al-An'am ( 6 ayat 159 ), dan surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) ? Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka . Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ) Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan , tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. Al-An'am ( 6 ayat 159 ) yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. Surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) Jawabanya tentu saja ada. kenapa ? " Aku tinggalkan dua perkara untuk kamu sekalian ( Muslimin ), kamu tidak akan sesat selam-lamanya, selama kamu berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya " Hadits Riwayat Malik Dari Hadits ini telah jelas bahwa kita tidak akan sesat selama kita masih memegang teguh Al Qur'an dan sunah Rasul, karena Al Qur'an itu relevan di semua jaman, dan Al Qur'an. Di dalam hadits dari Hudzaifah bin Yaman di sebutkan bahwa nanti umat Islam Akan terbagi menjadi beberapa golongan bukankah sama dengan al Qur'an Kemudian mereka menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka . Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ) Apakah ini hanya untuk umat nabi Isya A.S saja ?, tentu tidak, karena nanti pun umat Islam ini akan terbagi menjadi beberapa golongan seperti hadits diatas, lalu bagai mana kita menghadapi masa itu, kita kembali ke hadits itu, kita harus berjama'ah dalam satu jama'ah dan jangan berfirqah-firqah seperti hadits diatas, dan juga perintah Allah dalam surat Ali-Imran ayat 102 dan 103 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (3:102) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah secara bersama-sama, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Surat Ali-Imran (3:103) Dalam ayat ini sudah jelas bahwa kita harus berjam'ah jangan sampai berfirqah-firqah dan jangan sampai kita memecah belah agama ini seperti dalam ayat berikut ini : Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan , tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. Al-An'am ( 6 ayat 159 ) yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. Surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) jadi disini sudah jelas perintah bahwa kita harus bersatu, harus dalam satu jama'ah dan jangan berkelompok - kelompok karena kalau kita sudah berpartai, atau berkelompok tidak mungkin akan bisa bersatu, selama kita masih membanggakan dengan baju kelompok atau golongan atau partai kita maka persatuan tidak akan mungkin tercapai, sampai saat ini saya belum mengetahui ada partai yang bersatu dengan partai lain walaupun sama-sama satu aqidah, kecuali bila keadaan terpaksa ( yang juga dengan nama lain koalisi ). Lalu mungkin ada pertanyaan ( seperti dalam potongan artikel berikut ) maka > > > > kedudukan Raja secara turun-temurun juga adalah bid'ah, krn tdk > > > ditemukan > > > > dalam khairal qurun, diamnya sebagian shahabat tidak bisa > > > > dijadikan > > > hujah > > > > untuk masalah ini, karena mereka diam bukan berarti ridha tetapi > > > > berdasarkan fiqh muwazanah pada saat itu. Maka sebagian mereka > > > > yang membrontak dan membuat tanzhimpun tidak dihukumi ahli > > > > bid'ah, maka siapakah yang berani menyatakan para sahabat > > > > sekualitas Al-Husein > bin > > > Ali, > > > > Muawiyah bin Abi Sufyan, AbduLLAH Ibnu Zubair, dll sebagai ahli > bid'ah > > > > karena mereka membuat tanzhim, membuat hizb, membuat pasukan > > > > perang > & > > > > kemudian memberontak? Qul haatuu burhaanakum in kuntum > > > > shaadiqiin! Muawiyah bin Abi Sufyan, Abdullah ibnu Zubair dan dan lain-lain apakah di sebut ahli bid'ah karena mendirikan kerajaan, kita lihat kembali ke hadits dari Nu'man bin Basyir, semua itu adalah kehendak Allah dan memang waktu itu adalah fasenya mulkan ( kerajaan ) berbeda dengan sekarang, karena sekarang adalah fasenya Khilafah kalau kita masih berbicara masalah kerajaan, masalah mazhab Imam Syafi'i dll maka berarti kita kembali ke fase yang dulu, padahal kalau kita baca hadits diatas, kita sesungguhnya sudah berada di fase khilafah, sudah bukan masanya lagi kita membicarakan golongan atau partai, apakah kita akan selamanya berada di fase Mulkan ? Jadi kesimpulannya ( menurut ilmu yang ana pahami ) sekarang kita sudah berada di fase Khilafah, kita tidak usah kembali ke fase Mulkan, jadi mari kita tegakan Jam'ah seperti hadits diatas " Tetaplah engkau pada Jama'ah Muslimin beserta Imam mereka " dan jangalah kita bergolong-golongan. Kita mesti takut dengan Azab dari Allah seperti dalam ayat-ayat diatas, janganlah sampai kita termasuk orang yang memecah belah agama dengan membentuk golongan-golongan, karena sesunggyuhnya golongan itu hanya ada dua seperti dalam Al Qur'an yaitu Hizbullah (pengikut Allah )( surat 58 ayat 19 dan 20 ) dan Hizbusyaithon ( pengikut syaitan ) ( surat 58 ayat 22 ). Demikian penjelasan dari Ana Mohon ma'af bila ada kesalahan karena kesalahan adalah dari Ana pribadi, dan yang benar hanya milik Allah semata Wasallam Abu Aisyah
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
