Republika, Rabu, 04 April 2007  23:04:00
Upaya Saling Memaafkan Sunni-Syiah di Akar Rumput Masih Perlu Perjuangan


Bogor-RoL--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi
menilai sekalipun para pemuka agama telah sepakat untuk melupakan konflik
dan saling memaafkan namun di tingkat akar rumput masih memerlukan
perjuangan lebih lanjut. 

Pernyataan itu dikemukakan Hasyim seusai Konferensi Internasional Pemimpin
Islam untuk Rekonsiliasi Irak di Istana Bogor, Rabu malam. 

"Saya kira semua pemimpinnya sudah OK (setuju), tapi apakah itu efektif di
lapangan masih memerlukan perjuangan lebih lanjut karena sekalipun konflik
Sunni-Syiah dipicu oleh politik dan hegemoni tapi di kalangan rakyat sudah
menjadi peperangan sehinga di pikiran rakyat yang terjadi adalah konflik
agama," kata Hasyim. 

Upaya rekonsiliasi di Irak selama ini dipandang tidak mudah karena
memerlukan kesiapan antara kedua belah pihak untuk saling memaafkan
mengingat jika dahulu kelompok Sunni berkuasa di masa Saddam Husein maka
kini kelompok Syiah yang berkuasa. 

"Maka tidak cukup imbauan harus ada pengaruh yang mempengaruhi dan kekuatan
yang menyekat menghentikan peperangan, kemudian baru ada rekonsiliasi
mental, moral, agamis bahwa sesungguhnya mereka adalah korban dari sebuah
gerakan poltik," ujarnya. 

Hasyim menilai apa yang terjadi di Irak mirip dengan kasus di Maluku, hanya
dalam skala yang lebih besar. 

"Maluku itu kan asalnya konflik separatisme menggunakan agama dan umat
beragama tapi ketika sudah menggelinding sebagai pertikaian terasa sebagai
konflik agama," jelasnya. 

Kasus di Irak, lanjut dia, karena ada dendam kekuasaan dan sejarah
mengakibatkan "ketika disulut apinya menjadi besar." 

Oleh karena itu, para ulama berpengaruh diharapkan dapat meredakan hal itu
sehingga yang tersisa adalah masalah kekuasaan dan politik yang memerlukan
pendekatan politik lagi pada dimensi yang lain, katanya. 

Pada kesempatan itu dia juga menekankan bahwa penyebab utama dari kehancuran
adalah pendudukan asing yang telah mengangkat pemerintah menurut
kepentingannya sehingga dilawan oleh rakyat, dan mengakibatakan kemudian
rakyat terbawa oleh perpecahan yang menciptakan konflik horizontal. 

Sementara itu Menlu RI Hassan Wirajuda mengatakan keperluan untuk membangun
persatuan antara Sunni dan Syiah dan menjadikan perbedaan mazhab sebagai
bukan suatu alasan untuk bersiteru. 

Hal yang senada disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang
menekankan bahwa Deklarasi Bogor adalah langkah awal dari rangkaian proses
yang masih harus dilakukan termasuk menyampaikan pesan perdamaian tidak
hanya pada negara- negara di dunia tetapi utamanya pada kelompok di Irak
sendiri. 

Sementara itu utusan khusus Presiden RI untuk Timur Tengah Alwi Shihab
mengatakan bahwa selama konferensi kedua kelompok (Sunni dan Syiah) sepakat
untuk melihat Irak utuh kembali. 

"Untuk rekonsiliasi mereka bersedia melupakan perasaan yang getir di masa
lalu demi masa depan yang baik. Mereka juga menyatakan apresiasi mereka pada
RI karena bangsa yang jauh dari Irak tapi merasa terpanggil untuk
menyelesaikan Irak," katanya. 

Sekitar 20an orang pemimpin Islam dari 8 negara --Iran, Lebanon, Suriah,
Pakistan, Jordania, Mesir, Malaysia dan Indonesia-- hadir dalam pertemuan
itu. 

Diantara para undangan antara lain adalah Sheikh Mohammad Mehdi Taskiri
tokoh Syiah Iran, Abdalslam Al- Abadi mantan Menag Jordania, dan Dato` Seri
Tan Sri Sanusi Junid Presiden Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia. 

Sementara itu delegasi dari Indonesia adalah Ma`ruf Amin (MUI), Mahfur Usman
(NU), Syafii Maarif (Muhammadiyah), Yunahar Ilyas (Muhammadiyah) dan
Jalaludin Rahmat (tokoh Syiah). 

Sementara itu konflik sektarian yang meluas di Irak pasca pendudukan Amerika
Serikat (AS) telah mengakibatkan jatuhnya korban meninggal hingga hingga
puluhan ribu warga sipil Irak. antara/pur
pur 
 
 
Rabu, 04 April 2007  20:15:00
Konferensi Bogor: Pemimpin Islam Desak AS Keluar dari Irak



Bogor-RoL-- Desakan bagi pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS)
untuk keluar dari Irak semakin mengkristal dalam "Konferensi Internasional
Pemimpin Umat Islam" di Istana Bogor, Jawa Barat (Jabar) yang berakhir, Rabu
petang.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Hasyim Muzadi mengatakan,
para ulama yang hadir dalam konferensi tersebut sepakat bahwa untuk
pemulihan secara menyeluruh, hengkangnya pasukan AS dari Irak menjadi syarat
utama, untuk kemudian digantikan dengan pasukan dari negara Islam tanpa ada
kekosongan.

Agresi pasukan koalisi yang dipimpin AS selama empat tahun di Irak dipandang
sebagai penyebab utama konflik berkepanjangan di negara tersebut, karena
hancurnya sendi-sendi kehidupan masyarakat dan kebudayaan.

"Yang hancur termasuk persatuan rakyat yang sebelumnya juga sudah berpotensi
untuk pecah," katanya.

Disamping itu, lanjut dia, pemerintahan pendudukan juga telah menimbulkan
dendam di kalangan rakyat Irak.

Namun Hasyim Muzadi mengingatkan, perpecahan dan kerusakan yang terjadi di
kalangan Islam juga merupakan kesalahan umat Islam sendiri selain proses
pembusukan dari luar.

"Oleh karenanya, harus ada penataan internal dalam kerangka 'ukhuwah
islamiyah'," kata dia.

Serangan atau pun gangguan dari luar tidak mungkin bisa dihilangkan, jadi
yang harus ditempuh umat Islam adalah dengan mengangkat kaumnya sendiri.

Bagi kelompok Sunni dan Syiah, kata dia, tidak ada jalan lain selain
menjalin persaudaraan sesama Muslim untuk menghindari separatisme. 

"Sunni dan Syiah tidak boleh saling menjatuhkan karena pada dasarnya
pertentangan antara keduanya tidak lepas dari upaya adu domba dari pihak
luar serta kolonisasi agama," katanya.

Sementara itu, salah satu delegasi dari PP Muhammadiyah, Abdul Mukti
mengatakan, delegasi Pakistan dalam pertemuan tersebut juga mendesak agar AS
turut bertanggungjawab dalam rekonstruksi Irak.

"Tidak hanya sekedar keluar, tapi AS juga harus bertanggungjawab," katanya.

Konferensi yang diselenggarakan selama dua hari pada 3-4 April tersebut
dihadiri oleh 15 ulama dari sembilan negara dan ditutup oleh Wapres Jusuf
Kalla. antara


abi 
 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke