Assalaamu'alaikum wr.wb.
Tolong dong ada yang bantu, kayaknya pertanyaan saya remeh ya di banding 
perdebatan yang ga ada ujungnya?
Wassalaam,
Irwan

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Irwan
Sent: Thursday, April 12, 2007 2:27 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Spam:Re: [ FUPM-EJIP ] Spam:Re: Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti


Assalaamu'alaikum wr.wb.
Dear all,
Mohon diberikan dalil yang kuat mengenai pertanyaan teman saya berikut:
1. Apa hukumnya apabila melakukan gerakan lebih dari 3 kali, misalnya menggaruk 
atau ketika kaki/tangan sedang pegal?
apakah sholatnya batal?karena menurut kitab Safitunnas, sholat tidak diterima 
jika melakukan gerakan lebih dari 3 kali.
2. Bagaimana vara supaya khusyu' dalam sholat.
Terimakasih atas bantuannya.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Muhammad Kumoro 
Bhakti
Sent: Thursday, April 12, 2007 2:10 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Spam:Re: [ FUPM-EJIP ] Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti


Assalamu'alaikum
Terimakasih atas nasehat dalam cerita Sahabat Alqamah, tapi sudi kiranya untuk 
menjelaskan kepada Ana yang awam ini tentang sumber dari cerita ini, dari 
hadist riwayat siapa dan status hadistnya sahih tidak?
Wassalamu'alaikum

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Hamril Arzoni
Sent: Thursday, April 12, 2007 12:32 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'; Milist Muslim Intraco
Subject: [ FUPM-EJIP ] Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti



Hmmm kisah ini mungkin sudah usang dan sudah sering di ceritakan oleh2 para 
orang tua dan guru-guru kita,tapi tidak ada salah nya kan kalau kita mengulang 
kembali sebagai bahan untuk kita berpikir apa yang telah kita berikan buat sang 
Ibu orang yang melahirkan dan membesarkan kita.Para sahabat di landa  
dukacita,seorang  sahabat mereka yang bernama Alqomah berada dalam keadaan 
sakit yang sudah berat.beliau adalah sahabat nabi yang amat setia,tubuhnya  
penuh dengan bekas luka akibat melindungi Rasulullah dalam berbagai pertempuran.
 
Yang membuat para sahabat bersedih  bukanlah sakitnya Alqamah,tetapi 
detik-detik sekarat yang sungguh sangat memilukan,mulutnya terkatup rapat tidak 
mampu mengucapkan sesuatu kecuali erangan kesakitan,Subhanallah...
Para sahabat telah mengajarinya untuk menggumamkan kalimat2 tauhid,namun 
lidahnya kelu dan sulit mengucapkan kalimat suci itu.Sahabat sungguh cemas dan 
sedih jangan-jangan Alqamah mengakhiri hidupnya tanpa kalimat suci dan tanpa 
sebutan nama Allah dari bibirnya.Bukankan akan menjadi malapetaka besar bagi  
seorang muslim jika akhir hayatnya tidak terucap keesan Allah apalagi bagi 
seorang Alqamah yang dikenal bagus agamanya ?Bukankah itu tanda amal kebajikkan 
selama ini sia-sia.Nauddzubillah mindzalik.

Melihat keadaan yang seperti itu seorang sahabat mendatangi Rasul dan 
menceritakan semuanya,lalu Rasul dengan segera berangkat  untuk melihat keadaan 
Alqomah  dan  menangani sendiri derita yang menimpa sahabat setianya itu.Dengan 
sabar dan dalam keadaan prihatin Rasul membisikkan kalimat tauhid ke telinga 
Alqamah sambil berpesan,"Alqomah,... bertaubatlah kepada Allah dan sebutlah 
nama Rabbmu"Tetapi Alqomah tetap membisu hanya nafasnya yang menunjukkan bahwa 
dia masih bisa memahami apa yang disampaikan Rasul.

Sampai tiga kali Rasul mengulangi bisikkannya kepada Alqomah,tapi Alqomah tetap 
tidak dapat mengatakannya  cuma bola mata nya yang berputar2.Akhirnya Rasul 
diam dan menoleh  kepada para sahabatnya dan bertanya :"Apakah kalian tau 
apakah Alqomah masih mempunyai orang tua ?Aku curiga mungkin Alqomah pernah 
berbuat durhaka tanpa dia sadari dan orang tuanya tidak ridha kepadanya,sebab 
jangan harapkan turun ridha Allah jika tidak memperoleh ridha orang tua.

Salah seorang sahabat menjawab:"ayahnya sudah meninggal yang ada tinggal 
ibunya,"dimana rumah nya ? tanya Rasul ?lalu sahabat yang lain menceritakan"Ibu 
Alqomah bermukim dalam sebuah gubuk tua dikampung seberang.Rasul lantas 
memerintahkan  Ali dan Bilal untuk mencari ibu Alqomah serta menceritakan apa 
yang di alami anaknya,agar dengan demikian  si Ibu bersedia memaafkan segala 
kesalahan anaknya. Sampailah Ali dan Bilal kerumah gubuk itu walau sudah cukup 
lama mencari2 mereka mengetuk pintu sambil mengucap salam dan dijawab salam dan 
di buka pintu,subhanallah mereka tertegun ternyata ibu Alqomah sudah tua dan 
bungkuk,dengan sopan salah satu dari mereka bertanya:
"Betulkah  nenek ibu Alqomah ?
Nenek itu menggeleng,"Bukan.. saya bukan ibu Alqomah.
"Tetapi orang sebelah mengatakan ,kalau neneklah ibu Alqomah.
Sebelum Ali dan Bilal bertanya lagi si Nenek berkata :
"Dulu Alqomah memang anak ku,waktu masih berada dalam kandungan ku,dulu waktu 
aku melahirkannya dengan taruhan nyawaku,waktu ia kelaparan dan kedinginan aku 
yang menyuapinya dan memberinya air susu  dari sisa-sisa kelelahanku,sekarang ? 
Alqomah bukan anak ku lagi"
Ali dan Bilal saling berpandangan,mereka bagaikan tertimpa gungung besi,tidak 
dapat berbuat apa-apa,bahkan tidak berpikir apa-apa akibatnya cuma bisa diam.

Nenek itu matanya menerawang jauh,wajahnya  berubah mendung,pekat.Dan berkata 
lagi " Sesudah Alqomah mempunyai istri dia bukan anakku lagi.Alqomah sibuk 
dengan urusannya,terlalu gandrung kepada istrinya,sampai tidak punya waktu 
untuk berkunjung kerumah tua ini untuk menjenguk ku,apalagi nafkah atau 
pemberian,salam pun tidak pernah dikirimkan nya padaku.
Ali dan Bilal menundukkan kepala ,nenek itu terus berbincang
"Suatu ketika Alqomah lewat depan rumahku, baru itulah dia masuk kerumah ini 
setelah dia menikah,Alqomah membawa dua bungkusan rapi,yang sebuah diberikan 
kepadaku ,alangkah bahagianya aku dan lenyaplah dendam dan kesedihan ku 
sehingga kubuka didepannya matanya,untuk membuktikan aku sangat senang akan 
pemberiannya,ternyata dalam bungkusan itu berisi kain sutra yang amat 
indah,kupeluk kain itu dan kuciumi kain itu,namun apa yang terjadi dengan 
tiba-tiba? Alqomah mengambil kembali kain itu dari tangan ku dan berkata "Maaf 
ibu.saya keliru menyerahkan hadiah untuk ibu ,kain sutra itu buat istriku dan 
yang ini buat ibu sambil memberi bungkusan satunya.

Ali dan Bilal masih menutup diri sambil terus mendengar si nenek berkisah,dan 
sinenek masih menampakkan kehitaman dan kedukaan di wajahnya yang sudah keriput 
karena usia."Aku sebetulnya cukup kecewa,namun belum cukup melenyapkan 
kegembiraan ku,aku masih menimang-nimang bungkusan ku yang lain sampai Alqomah 
meninggalkan rumah ini.

"Sesudah itu,kubuka bungkusan satunya dan alangkah sakit hatiku sebab hanya 
berisi selembar kain bekas yang barangkali dibelinya di tukang loak,dengan 
begitu masih berhakkah Alqomah menganggap dirinya sebagai anakku ?"
Kini betul-betul Ali dan Bilal ditimpa kebimbangan,mereka tidka tahu apa yang 
harus mereka lakukan,sudah jelas nenek itu sakit hati yang tidak tertahankan 
terhadap Alqomah,masih mungkin kah dia berkenan mengampuni anak nya ?

Maka dengan ragu-ragu Ali berkata"Alqomah sedang dalam keadaan sekarat,Nek,dan 
dia tidak dapat mengucapkan kalimat tauhid dan Rasulullah memohon agar Nenek 
mau meridhai Alqomah memaafkan segala kekeliruannya.
"Tidak ! nenek itu langsung memekik "Alqomah bukan anakku,Rasulullah boleh 
memerintahkan apa saja padaku,asal jangan menyuruh aku mengampuni Alqomah,dia 
terlalu durhaka padaku dan dia bukan anakku!

Terpaksa Ali dan Bilal pulang dengan sia-sia dan mereka menghadap Rasul dan 
menceritakan semunya,Rasul termenung,Alqomah masih tersiksa dengan 
sekaratnya,kemudian Rasul berkata lagi,"Baiklah Ali dan Bilal kembalilah kepada 
nenek itu dan minta dia datang kemari dan jangan katakan apa tujuan nya dan 
katakan saja Aku Rasulullah memintanya kemari.

Maka mereka pergi membawa sebuah kendaraan yang sekedup,semacam tempat duduk di 
punggung unta untuk menjemput ibu Alqomah.Sementara itu Rasulullah 
memerintahkan sahabat lainnya untuk menumpuk kayu bakar dihalaman rumah 
Alqomah.Dan sahabat Rasul yang makin kepayahan dalam sekaratnya  tersebut di 
angkat bersama pembaringannya kedekat  unggunan kayu bakar.

Setelah Ali dan Bilal tiba membawa sang Nenek  yang belum mau mengampuni 
anaknya itu,Rasulullah langsung menyongsong dengan penuh hormat,
"Selamat datang ,Nenek yang mulia"
"Terima kasih,hai Junjungan,jawab nenek tsb dengan bangga.
Namun tiba-tiba nenek raouh itu berubah roman mukanya,beliau kelihatan pucat 
pasi dan bertanya "Siapakah yang tergolek dipembaringan dekat timbunan kayu 
bakar itu ?"Rasulullah menjawab "Susunan daging kering itu adalah bekas anak 
nenek,Alqomah,dia durhaka kepada ibunya,jadi dia tersiksa dalam 
sekaratnya,karena itu daripada menderita berkepanjangan  lebik baik akan 
kubakar dalam tumpukkan kayu yang sebentar lagi bakal di nyalakan.

Nenek itu semakin mengertas,pucat pias sekujur kulitnya,"Betulkan dia akan di 
bakar ?
Rasulullah mengangguk pasti,kecuali jika nenek mengampuni dosa-dosanya."Tidak ! 
teriak Nenek itu,Bakarlah dia aku tidak perduli,dia bukan anakku."
Rasul lalu mengisyaratkan kepada para sahabat untuk membakar tumpukkan kayu 
tsb.Setelah api menjilat-jilat kesegenap penjuru,Rasul memerintahkan  agar 
Alqomah diangkat dari pembaringan dan dilemparkan ke dalam api.
Nenek itu terperanjat dia menjerit waktu Alqomah sudah di gotong menuju ke 
unggunan api "Betul-betulkah akan kau bakar dia hidup-hidup di depan ku,seorang 
wanita ?"
Rasul kembali mengangguk,Bila nenek tidak mau meberi maaf.

"Tidak !..tidak! nenek itu memekik histeris lebih baik dia di bakar daripada 
aku memaafkan nya,bakarlah dia,Alqomah bukan anakku.Maka dengan serempak 
Alqomah di angkat tinggi-tinggi dan di ayunkan hendak di lemparkan.Hati seorang 
ibu nya menjerit dan menangis,dan berkata "Ya Rasulullah ,jangan bakar dia 
bagaimanapun Alqomah adalah darah dagingku sendiri,biarlah aku ampuni semua 
kesalahnnya.Begitu terucap ucapan maaf dari sang ibu Alqomah seketika itu juga 
bisa mengucapkan asma Allah dan kalam tauhidd an Alqomah meninggal dunia dalam 
keadaan tenang

Subhanallah.

Kesimpulan:
Seorang Alqomah yang jelas-jelas sahabat setia Rasululla ketika dalam keadaan 
sekarat pun mendapat ujian dari Allah hanya karena ibunya sakit hati ,apalagi 
kita yang cuma umat Rasul,bagaimana lagi ujian nya kalau kita menyakiti orang 
tua apa lagi seorang ibu.Buat Para Ikhwan nih khsusunya,ini pelajaran berharga 
dan bisa di ambil hikmahnya ,selalu memilih yang terbaik buat ibu kita walau 
anda2 sudah beristri dan ingat karena seorang ibu kita ada kalau kita berbuat 
baik dan membahagiakan ibu insyaAllah anak-anak kita nanti nya juag berbuat 
sama. InsyaAllah

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke