Wa'alaikum salaam wa Rohmatullah wa Barokatuh. Tidak remeh pertanyaan antum. Cuma kita tidak berani menjelaskannya lantaran takut salah. Mungkin ini sedikit tambahan ilmu. Pertanyaan 1 serupa inikah: Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya mempunyai suatu problem, yaitu saya banyak bergerak ketika sedang shalat. Saya pernah mendengar ada suatu hadits yang maknanya, bahwa gerakan yang lebih dari tiga kali dalam shalat akan membatalkannya. Bagaimana kebenaran hadits ini ? Dan bagaimana cara mengatasi problem banyak melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat?
Jawaban Disunnahkan bagi seorang mukmin untuk menyongsong shalatnya dan khusyu? dalam melaksanakannya dengan sepenuh jiwa dan raganya, baik itu shalat fardhu ataupun shalat sunnah, berdasarkan firman Allah SWT. "Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu? dalam shalatnya" [Al-Mukminun : 1-2] Di samping itu ia harus thuma'ninah (tenang dan tidak terburu-buru), yang mana hal ini merupakan rukun dan kewajiban terpenting dalam shalat, berdasarkan sabda Nabi SAW yang beliau sampaikan kepada seseorang yang buruk dalam melaksanakan shalatnya dan tidak thuma'ninah, saat itu beliau bersabda, "Kembalilah (ulangilah) dan shalatlah karena sesunguhnya engkau belum shalat, hal itu beliau ucapkan sampai tiga kali (karena orang tersebut setiap kali mengulangi shalatnya hingga tiga kali, ia masih tetap melakukannya seperti semula), lalu orang tersebut berkata."Wahai Rasulullah, Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik daripada ini, maka ajarilah aku?. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya. "Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu, kemudian ruku'lah sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu" [Disepakati keshahihannya ; Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397] Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan. "Artinya : Kemudian bacalah permulaan Al-Qur'an (surat Al-Fatihah) dan apa yang dikehendaki Allah" [Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 859] Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa thuma'ninah (tenang dan tidak terburu-buru) merupakan salah satu rukun shalat dan merupakan kewajiban yang besar di mana shalat tidak akan sah tanpanya. Barangsiapa yang dalam shalatnya mematuk (seperti burung) berarti shalatnya tidak sah. Kekhusyu'an dalam shalat merupakan jiwanya shalat, maka yang disyariatkan bagi seorang Mukmin adalah memperhatikan hal ini dan memeliharanya. Adapun tentang batasan jumlah gerakan yang menghilangkan thuma'ninah dan kekhusyu'an dengan tiga gerakan, maka hal itu bukan berdasarkan hadits dari Nabi SAW, akan tetapi merupakan pendapat sebagian ahlul ilmi, jadi tidak ada dasar dalilnya. Namun demikian, dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat, seperti menggerak-gerakan hidung, jenggot, pakaian, atau sibuk dengan hal-hal tersebut. Jika gerakan sia-sia itu sering dan berturut-turut, maka itu membatalkan shalat, tapi jika hanya sedikit dan dalam ukuran wajar, atau banyak tapi tidak berturut-turut, maka shalatnya tidak batal. Namun demikian, disyari'atkan bagi seorang Mukmin untuk menjaga kekhusyu'an dan meninggalkan gerakan sia-sia, baik sedikit maupun banyak, hal ini sebagai usaha untuk mencapai kesempurnaan shalat. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak membatalkan shalat, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat, adalah sebagaimana yang bersumber dari Nabi SAW, bahwa suatu hari beliau membukakan pintu masuk 'Aisyah, padahal saat itu beliau sedang shalat [Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 922, At-Turmudzi, kitab Ash-Shalah 601, An-Nasa'i, kitab As-Sahw 2/11] Diriwayatkan juga dari beliau SAW, dalam hadits Abu Qatadah ra, bahwa pada suatu hari beliau shalat bersama orang-orang dengan memangku Umamah bintu Zainab, apabila beliau sujud,beliau menurunkannya, dan saat beliau berdiri, beliau memangkunya lagi [Al-Bukhari, kitab Al-Adab 5996, Muslim kitab Al-Masajid 543] Wallahu waliyut taifiq [Kitab Ad-Da'wah, hal 86-87, Syaikh Ibnu Baz] [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 185-187 Darul Haq] Pertanyaan kedua serupa inikah: Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Ketika saya hendak shalat, saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya mengulangi lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa tasyahud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima kasih. Jawaban. Bisikan itu berasal dari syetan, yang wajib bagi anda adalah memelihara shalat, konsentrasi dan thuma'ninah dalam melaksanakannya sehingga anda dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah SWT telah berfirman. "Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu? dalam shalatnya" [Al-Mukminun : 1-2] Ketika Nabi SAW melihat orang yang tidak sempurna shalatnya dan tidak thuma'ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya, beliaupun bersabda. "Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu, kemudian ruku'lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku?) sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu" [Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397] Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat kepadaNya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu' dan konsentrasi ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari bisikkannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda. Nabi SAW pernah menyuruh salah seorang sahabatnya melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukan shalatku" [Muslim, kitab As-Salam 2203 dari hadits Utsman bin Abu Al-Ash] Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya anda sujud sahwi jika anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu. Misalnya, anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku? atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka'at atau empat raka'at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka'at, lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka'at atau sudah tiga raka'at, maka anggaplah itu baru dua raka'at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi SAW. Semoga Allah melindungi anda dari godaan setan dan menunjuki anda kepada yang diridahiNya. [Kitab Ad-Da'wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz] [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 188-190 Darul Haq] -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Irwan Sent: Wednesday, April 18, 2007 7:27 AM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Spam:Re: Spam:Re: Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti Assalaamu'alaikum wr.wb. Tolong dong ada yang bantu, kayaknya pertanyaan saya remeh ya di banding perdebatan yang ga ada ujungnya? Wassalaam, Irwan -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Irwan Sent: Thursday, April 12, 2007 2:27 PM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Spam:Re: [ FUPM-EJIP ] Spam:Re: Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti Assalaamu'alaikum wr.wb. Dear all, Mohon diberikan dalil yang kuat mengenai pertanyaan teman saya berikut: 1. Apa hukumnya apabila melakukan gerakan lebih dari 3 kali, misalnya menggaruk atau ketika kaki/tangan sedang pegal? apakah sholatnya batal?karena menurut kitab Safitunnas, sholat tidak diterima jika melakukan gerakan lebih dari 3 kali. 2. Bagaimana vara supaya khusyu' dalam sholat. Terimakasih atas bantuannya. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Muhammad Kumoro Bhakti Sent: Thursday, April 12, 2007 2:10 PM To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' Subject: Spam:Re: [ FUPM-EJIP ] Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti Assalamu'alaikum Terimakasih atas nasehat dalam cerita Sahabat Alqamah, tapi sudi kiranya untuk menjelaskan kepada Ana yang awam ini tentang sumber dari cerita ini, dari hadist riwayat siapa dan status hadistnya sahih tidak? Wassalamu'alaikum -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Hamril Arzoni Sent: Thursday, April 12, 2007 12:32 PM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'; Milist Muslim Intraco Subject: [ FUPM-EJIP ] Apabila Hati Sang Ibu Tersakiti Hmmm kisah ini mungkin sudah usang dan sudah sering di ceritakan oleh2 para orang tua dan guru-guru kita,tapi tidak ada salah nya kan kalau kita mengulang kembali sebagai bahan untuk kita berpikir apa yang telah kita berikan buat sang Ibu orang yang melahirkan dan membesarkan kita.Para sahabat di landa dukacita,seorang sahabat mereka yang bernama Alqomah berada dalam keadaan sakit yang sudah berat.beliau adalah sahabat nabi yang amat setia,tubuhnya penuh dengan bekas luka akibat melindungi Rasulullah dalam berbagai pertempuran. Yang membuat para sahabat bersedih bukanlah sakitnya Alqamah,tetapi detik-detik sekarat yang sungguh sangat memilukan,mulutnya terkatup rapat tidak mampu mengucapkan sesuatu kecuali erangan kesakitan,Subhanallah... Para sahabat telah mengajarinya untuk menggumamkan kalimat2 tauhid,namun lidahnya kelu dan sulit mengucapkan kalimat suci itu.Sahabat sungguh cemas dan sedih jangan-jangan Alqamah mengakhiri hidupnya tanpa kalimat suci dan tanpa sebutan nama Allah dari bibirnya.Bukankan akan menjadi malapetaka besar bagi seorang muslim jika akhir hayatnya tidak terucap keesan Allah apalagi bagi seorang Alqamah yang dikenal bagus agamanya ?Bukankah itu tanda amal kebajikkan selama ini sia-sia.Nauddzubillah mindzalik. Melihat keadaan yang seperti itu seorang sahabat mendatangi Rasul dan menceritakan semuanya,lalu Rasul dengan segera berangkat untuk melihat keadaan Alqomah dan menangani sendiri derita yang menimpa sahabat setianya itu.Dengan sabar dan dalam keadaan prihatin Rasul membisikkan kalimat tauhid ke telinga Alqamah sambil berpesan,"Alqomah,... bertaubatlah kepada Allah dan sebutlah nama Rabbmu"Tetapi Alqomah tetap membisu hanya nafasnya yang menunjukkan bahwa dia masih bisa memahami apa yang disampaikan Rasul. Sampai tiga kali Rasul mengulangi bisikkannya kepada Alqomah,tapi Alqomah tetap tidak dapat mengatakannya cuma bola mata nya yang berputar2.Akhirnya Rasul diam dan menoleh kepada para sahabatnya dan bertanya :"Apakah kalian tau apakah Alqomah masih mempunyai orang tua ?Aku curiga mungkin Alqomah pernah berbuat durhaka tanpa dia sadari dan orang tuanya tidak ridha kepadanya,sebab jangan harapkan turun ridha Allah jika tidak memperoleh ridha orang tua. Salah seorang sahabat menjawab:"ayahnya sudah meninggal yang ada tinggal ibunya,"dimana rumah nya ? tanya Rasul ?lalu sahabat yang lain menceritakan"Ibu Alqomah bermukim dalam sebuah gubuk tua dikampung seberang.Rasul lantas memerintahkan Ali dan Bilal untuk mencari ibu Alqomah serta menceritakan apa yang di alami anaknya,agar dengan demikian si Ibu bersedia memaafkan segala kesalahan anaknya. Sampailah Ali dan Bilal kerumah gubuk itu walau sudah cukup lama mencari2 mereka mengetuk pintu sambil mengucap salam dan dijawab salam dan di buka pintu,subhanallah mereka tertegun ternyata ibu Alqomah sudah tua dan bungkuk,dengan sopan salah satu dari mereka bertanya: "Betulkah nenek ibu Alqomah ? Nenek itu menggeleng,"Bukan.. saya bukan ibu Alqomah. "Tetapi orang sebelah mengatakan ,kalau neneklah ibu Alqomah. Sebelum Ali dan Bilal bertanya lagi si Nenek berkata : "Dulu Alqomah memang anak ku,waktu masih berada dalam kandungan ku,dulu waktu aku melahirkannya dengan taruhan nyawaku,waktu ia kelaparan dan kedinginan aku yang menyuapinya dan memberinya air susu dari sisa-sisa kelelahanku,sekarang ? Alqomah bukan anak ku lagi" Ali dan Bilal saling berpandangan,mereka bagaikan tertimpa gungung besi,tidak dapat berbuat apa-apa,bahkan tidak berpikir apa-apa akibatnya cuma bisa diam. Nenek itu matanya menerawang jauh,wajahnya berubah mendung,pekat.Dan berkata lagi " Sesudah Alqomah mempunyai istri dia bukan anakku lagi.Alqomah sibuk dengan urusannya,terlalu gandrung kepada istrinya,sampai tidak punya waktu untuk berkunjung kerumah tua ini untuk menjenguk ku,apalagi nafkah atau pemberian,salam pun tidak pernah dikirimkan nya padaku. Ali dan Bilal menundukkan kepala ,nenek itu terus berbincang "Suatu ketika Alqomah lewat depan rumahku, baru itulah dia masuk kerumah ini setelah dia menikah,Alqomah membawa dua bungkusan rapi,yang sebuah diberikan kepadaku ,alangkah bahagianya aku dan lenyaplah dendam dan kesedihan ku sehingga kubuka didepannya matanya,untuk membuktikan aku sangat senang akan pemberiannya,ternyata dalam bungkusan itu berisi kain sutra yang amat indah,kupeluk kain itu dan kuciumi kain itu,namun apa yang terjadi dengan tiba-tiba? Alqomah mengambil kembali kain itu dari tangan ku dan berkata "Maaf ibu.saya keliru menyerahkan hadiah untuk ibu ,kain sutra itu buat istriku dan yang ini buat ibu sambil memberi bungkusan satunya. Ali dan Bilal masih menutup diri sambil terus mendengar si nenek berkisah,dan sinenek masih menampakkan kehitaman dan kedukaan di wajahnya yang sudah keriput karena usia."Aku sebetulnya cukup kecewa,namun belum cukup melenyapkan kegembiraan ku,aku masih menimang-nimang bungkusan ku yang lain sampai Alqomah meninggalkan rumah ini. "Sesudah itu,kubuka bungkusan satunya dan alangkah sakit hatiku sebab hanya berisi selembar kain bekas yang barangkali dibelinya di tukang loak,dengan begitu masih berhakkah Alqomah menganggap dirinya sebagai anakku ?" Kini betul-betul Ali dan Bilal ditimpa kebimbangan,mereka tidka tahu apa yang harus mereka lakukan,sudah jelas nenek itu sakit hati yang tidak tertahankan terhadap Alqomah,masih mungkin kah dia berkenan mengampuni anak nya ? Maka dengan ragu-ragu Ali berkata"Alqomah sedang dalam keadaan sekarat,Nek,dan dia tidak dapat mengucapkan kalimat tauhid dan Rasulullah memohon agar Nenek mau meridhai Alqomah memaafkan segala kekeliruannya. "Tidak ! nenek itu langsung memekik "Alqomah bukan anakku,Rasulullah boleh memerintahkan apa saja padaku,asal jangan menyuruh aku mengampuni Alqomah,dia terlalu durhaka padaku dan dia bukan anakku! Terpaksa Ali dan Bilal pulang dengan sia-sia dan mereka menghadap Rasul dan menceritakan semunya,Rasul termenung,Alqomah masih tersiksa dengan sekaratnya,kemudian Rasul berkata lagi,"Baiklah Ali dan Bilal kembalilah kepada nenek itu dan minta dia datang kemari dan jangan katakan apa tujuan nya dan katakan saja Aku Rasulullah memintanya kemari. Maka mereka pergi membawa sebuah kendaraan yang sekedup,semacam tempat duduk di punggung unta untuk menjemput ibu Alqomah.Sementara itu Rasulullah memerintahkan sahabat lainnya untuk menumpuk kayu bakar dihalaman rumah Alqomah.Dan sahabat Rasul yang makin kepayahan dalam sekaratnya tersebut di angkat bersama pembaringannya kedekat unggunan kayu bakar. Setelah Ali dan Bilal tiba membawa sang Nenek yang belum mau mengampuni anaknya itu,Rasulullah langsung menyongsong dengan penuh hormat, "Selamat datang ,Nenek yang mulia" "Terima kasih,hai Junjungan,jawab nenek tsb dengan bangga. Namun tiba-tiba nenek raouh itu berubah roman mukanya,beliau kelihatan pucat pasi dan bertanya "Siapakah yang tergolek dipembaringan dekat timbunan kayu bakar itu ?"Rasulullah menjawab "Susunan daging kering itu adalah bekas anak nenek,Alqomah,dia durhaka kepada ibunya,jadi dia tersiksa dalam sekaratnya,karena itu daripada menderita berkepanjangan lebik baik akan kubakar dalam tumpukkan kayu yang sebentar lagi bakal di nyalakan. Nenek itu semakin mengertas,pucat pias sekujur kulitnya,"Betulkan dia akan di bakar ? Rasulullah mengangguk pasti,kecuali jika nenek mengampuni dosa-dosanya."Tidak ! teriak Nenek itu,Bakarlah dia aku tidak perduli,dia bukan anakku." Rasul lalu mengisyaratkan kepada para sahabat untuk membakar tumpukkan kayu tsb.Setelah api menjilat-jilat kesegenap penjuru,Rasul memerintahkan agar Alqomah diangkat dari pembaringan dan dilemparkan ke dalam api. Nenek itu terperanjat dia menjerit waktu Alqomah sudah di gotong menuju ke unggunan api "Betul-betulkah akan kau bakar dia hidup-hidup di depan ku,seorang wanita ?" Rasul kembali mengangguk,Bila nenek tidak mau meberi maaf. "Tidak !..tidak! nenek itu memekik histeris lebih baik dia di bakar daripada aku memaafkan nya,bakarlah dia,Alqomah bukan anakku.Maka dengan serempak Alqomah di angkat tinggi-tinggi dan di ayunkan hendak di lemparkan.Hati seorang ibu nya menjerit dan menangis,dan berkata "Ya Rasulullah ,jangan bakar dia bagaimanapun Alqomah adalah darah dagingku sendiri,biarlah aku ampuni semua kesalahnnya.Begitu terucap ucapan maaf dari sang ibu Alqomah seketika itu juga bisa mengucapkan asma Allah dan kalam tauhidd an Alqomah meninggal dunia dalam keadaan tenang Subhanallah. Kesimpulan: Seorang Alqomah yang jelas-jelas sahabat setia Rasululla ketika dalam keadaan sekarat pun mendapat ujian dari Allah hanya karena ibunya sakit hati ,apalagi kita yang cuma umat Rasul,bagaimana lagi ujian nya kalau kita menyakiti orang tua apa lagi seorang ibu.Buat Para Ikhwan nih khsusunya,ini pelajaran berharga dan bisa di ambil hikmahnya ,selalu memilih yang terbaik buat ibu kita walau anda2 sudah beristri dan ingat karena seorang ibu kita ada kalau kita berbuat baik dan membahagiakan ibu insyaAllah anak-anak kita nanti nya juag berbuat sama. InsyaAllah
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
