Are you inspired enough ?
"Tuntutlah ilmu sejak engkau dari buaian hingga ke liang lahat". Belajar
sepanjang hayat !

Budi Arjanto
---------------------- Forwarded by budi arjanto/tddj on 04/19/2007 07:33
AM ---------------------------


"Cepong " <[EMAIL PROTECTED]>@yahoogroups.com on 04/13/2007 09:13:40 AM

Please respond to [EMAIL PROTECTED]

Sent by:    [EMAIL PROTECTED]


To:    [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
cc:

Subject:    [Qarib88] Chicken-Soup untuk Indonesia

From: Joko Susanto <[EMAIL PROTECTED] >
Date: 12-Apr-2007 02:15
Subject: [ppi-uk] Chicken-Soup untuk Indonesia
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

"Sebuah chicken-soup untuk Indonesia.."

Salam,
Joko Susanto

--------------------------------------
Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!!!
02 April 2007 - 11:58

Profesi  sebagai  pembantu  rumah  tangga  atau TKW di negeri orang, sering
dipandang  sebelah  mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara
yang  tidak  bisa  disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga
maupun  bangsanya,  walau  penghargaan  maupun perlindungan terhadap mereka
sangatlah  minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah
pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

Namun,  Eni  Kusuma,  membalikkan  semua  pandangan  tersebut.  Enam  tahun
menjalani  profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil
pulang  dengan  membawa  sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah
hasil  proses  pembelajaran  yang  sangat  menakjubkan.  Di   tengah-tengah
kesibukannya  sebagai  pembantu  rumah  tangga,  ia berhasil mengasah bakat
menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

Lulusan  sebuah  SMA  di  Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah
mailing  list  penulisan.  Di  sana keterampilannya berkembang pesat dan ia
mulai  bergaul  dengan  sejumlah  penulis  sukses.  Artikel-artikelnya  pun
tersebar   dan   semakin   diapresiasi   oleh  khalayak.  Sejumlah  artikel
motivasinya  juga  berhasil  dimuat di situs motivasi dan pengembangan diri
terpopuler,  Pembelajar.com.  Dari  situlah  akhirnya  pada  April  ini Eni
berhasil  meluncurkan  sebuah  buku  motivasi  berjudul  Anda Luar Biasa!!!
(Fivestar, 2007).

Di  Indonesia  atau  bahkan  dunia,  mungkin Anda Luar Biasa!!! adalah buku
motivasi  pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga. Dan, tak
tanggung-tanggung,  buku  ini  juga  dikomentari  oleh  tak  kurang dari 27
penulis, motivator, tokoh, atau aktivis yang punya nama. Mungkin, semua ini
merupakan  bentuk  apresiasi  atas  semangat dan kemauan belajar penulisnya
yang benar-benar menyentuh hati.

Eni   yang   kini  berusia  30  tahun,  terus  belajar  mengasah  kemampuan
menulisnya.  Ia  juga  mulai  membagikan  semangatnya  melalui  forum-forum
seminar,  diskusi,  serta talk show di radio-radio. Sasaran yang sedang dia
bidik  adalah  seminar di berbagai kampus untuk menyemangati para mahasiswa
atau  generasi  muda  umumnya.  Berikut  adalah  wawancara  Edy Zaqeus dari
Pembelajar.com dengan Eni Kusuma melalui email akhir Maret 2007 lalu.

Bagaimana perasaan Anda setelah buku pertama Anda terbit?

Berbunga-bunga. Ada mawar, anggrek, tulip, dan enceng gondok...he he he.

Bagaimana ceritanya sampai akhirnya Anda bisa menulis sebuah buku motivasi?

Awal  cerita  dari  sebuah dream saya yang ingin diakui secara intelektual.
Mulanya masih kabur. Sama halnya dengan seorang gadis yang bermimpi tentang
pangeran  pujaannya.  Masih  kabur. Namun, setelah bertemu dengan pria yang
mendekatinya  secara  nyata,  lama-lama  bayangan itu semakin jelas. Karena
dream  saya masih kabur, awalnya saya belajar membuat naskah novel, cerpen,
dan puisi. Ketika saya posting di milis kepenulisan yang saya ikuti bernama
Kossta?milis  untuk  para  TKW di Hongkong yang suka nulis?karya-karya saya
banyak  yang mengomentari. Setelah saya amati, saya rasa menjadi komentator
itu  lebih  cerdas  dan elegan. Maka saya BELEJAR "berkarier" di jalur ini.
Banyak  yang  skeptis:  "Who's  talking?  Emangnya  Eni  itu siapa?" Namun,
seorang  guru  dan  senior  saya  nekat  mengirimi saya buku Resep Cespleng
Menulis  Buku  Best Seller, karya Edy Zaqeus. Mungkin, biar "kegilaan" saya
semakin  terasah.Dari  situ saya mengenal Pembelajar.com. "Korban" komentar
saya  yang  pertama  adalah  artikel Jennie S. Bev, si penulis buku Rahasia
Sukses  Terbesar.  Jennie adalah penulis wanita yang sukses di negeri Paman
Sam.  Dia  terkenal  karena menulis. Kenapa saya komentari dia? Karena saya
ingin  "dilihat".  Inilah awal saya membuat artikel-artikel "motivasi"?yang
istilahnya   saja   baru  saya  dengar  setelah  bergaul  dengan  komunitas
Pembelajar.com.  Dengan  diterbitkannya  buku  Anda Luar Biasa!!! ini, maka
dream  saya  semakin  jelas.  Berapa  banyak sih, orang yang "kenyataannya"
sesuai  dengan  mimpinya?  Saya mendapatkannya hanya dengan kerja keras dan
kerja   cerdas.   Tanpa   perlu  menodongkan  senjata  tumpul  kepada  para
intelektual supaya mereka mengakui kemampuan saya. Cieeee....

Pada  waktu menyusun buku ini, Anda masih berprofesi sebagai pembantu rumah
tangga di Hongkong. Bagaimana bisa Anda meluangkan waktu untuk menulis?

Bisa.  Saya  memanfaatkan  segala  kesempatan  di  antara  kesempitan. Saya
mengalokasikan  waktu  satu  jam  sebelum  tidur malam untuk menulis dengan
tangan.  Lalu,  di  saat  libur tiba, saya ketik di komputer. Biasanya saya
ngetik  di perpustakaan, kantor pos, dan pusat perbelanjaan yang memberikan
pelayanan  internet  gratis.  Saya  juga  bisa  akses internet di saat-saat
menunggu anak asuh saya les. Atau, ketika saya belanja ke pasar.

Selama  ini, pembantu rumah tangga selalu dikonotasikan sebagai orang tidak
berpendidikan, minim keterampilan, dan hidup tanpa harapan dengan gaji yang
sangat rendah. Pandangan Anda?

Saya tidak pernah memandang orang dari profesinya. Profesi hanya sementara.
Sebagai  batu  loncatan  saja untuk mendaki ke profesi yang lain yang lebih
baik. Saya hanya memandang orang dari "kemauannya untuk belajar". Siapa pun
dia! Meskipun dia seorang pejabat, anggota dewan yang  terhormat, pembantu,
pemulung,  tukang kayu, dan tukang sapu jalan. Jika tidak mau BELAJAR, maka
mereka  termasuk  yang  tidak berpendidikan.Banyak orang-orang dari profesi
"terhormat" yang merugikan orang lain dan negara. Sebaliknya, tidak sedikit
orang-orang  dari  profesi  "rendahan"  yang  berguna  bagi  orang lain dan
negara.  Kami,  para  pembantu,  tertawa  saja  melihat ulah birokrasi yang
merugikan  dan  mempersulit   kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. Atau
sebagai orang miskin, kami geli dengan anggota dewan yang terhormat, protes
atau  demo  karena  diminta untuk mengembalikan uang rapelan.Sekarang jelas
bukan,  siapa  yang  berpendidikan apa? Siapa yang lebih miskin? Siapa yang
merasa  lebih  "rendah" gajinya? Saya justru termasuk pembantu dengan nomor
urut  ke  sekian  dari  sekian  banyak  senior  saya  yang  sukses  menjadi
pengusaha, wartawan, penulis, pengajar, investor, dll. Karena, mereka punya
dream dan mau BELAJAR.

Apa komentar majikan Anda ketika Anda menulis artikel di website, hingga
kemudian bisa jadi naskah buku?

Awalnya senang dan mendukung banget. Dan ini saya ceritakan dalam buku saya
itu.  Tapi,  lama-kelamaan  dia  "uring-uringan". Yang saya kerjakan selalu
salah.  Dan,  dia  sering  mengada-ada  dalam  memberikan  perintah. Supaya
"tenang",  saya  bilang  padanya  kalau saya sudah berhenti menulis.  Lalu,
saya  melakukan  aktivitas ini dengan sembunyi-sembunyi. Mungkin, dia takut
saya  akan  menomorduakan  tugas utama saya sebagai pembantu.Tiba-tiba saya
sadar  dengan  apa  yang  terjadi.  Kesalahan  terbesar saya soal aktivitas
menulis  saya  ini adalah "kejujuran". Sama halnya dengan seorang pria yang
diinterogasi   dan   dituduh   selingkuh.   Kesalahan   terbesarnya  adalah
"kejujuran".  Jadi,  majikan  saya  tidak tahu tentang buku saya ini. Tapi,
kami  sering  SMS-an  sampai sekarang. Saya ingin mengirim buku ini padanya
nanti. Meski dia tidak bisa baca tulisan Indonesia.

Sebenarnya, apa motivasi Anda menulis buku dengan judul Anda Luar Biasa!!!
ini?

Saya  ingin membuktikan bahwa hambatan apa pun bisa ditaklukkan. Asal, kita
sadar  akan  keluarbiasaan  potensi  diri kita dalam mewujudkan dream kita.
Yang  membedakan  manusia  dari makhluk lainnya kan dream? Dan, dream milik
semua  orang.  Dari  segala  macam  profesi dan latar belakang. Saya berani
bermimpi, bagaimana dengan Anda semua?

Kalangan mana saja yang ingin Anda sentuh dengan buku ini?

Semua  kalangan  yang  bisa  baca. Tanpa terkecuali. Dari semua profesi dan
latar  belakang.  Seperti, para pembantu yang ada di dalam dan luar negeri.
Atau,  calon  pembantu yang berada di yayasan-yayasan pengerah pembantu dan
baby  sitter.  Juga  mereka  yang  berada  di  PJTKI-PJTKI. Pemulung sampah
Indonesia,  asongan,  tukang  antar koran, guru, dosen, mahasiswa, pelajar,
pejabat,  anggota  dewan yang terhormat, dll. Semua pribadi dari yang "acak
adul"  sampai  pribadi  yang  terkendali. Pribadi yang "acak adul", seperti
mereka  yang  belum  dipenjara, akan dipenjara, sedang dipenjara, dan sudah
dipenjara atau mantan narapidana. Semua saya sentuh.

Anda  "hanya"  lulusan  SMA,  sementara?dari  komentar-komentar  untuk buku
Anda?tampak  sekali  bahwa  Anda sangat cerdas dan berbakat. Bagaimana Anda
mendapatkan semua itu?

Saya?   Sangat?  Cerdas  dan  berbakat?  Salah  tingkah  saya....Eni  salah
tingkah....  Lipatan-lipatan  otak  kita?yang  diciptakan  oleh  Yang  Maha
Cerdas?tidak  terbentuk  dengan  sendirinya.  Lipatan-lipatan itu terbentuk
karena seringnya otak diajak berpikir dan menganalisis tentang hal-hal yang
bermutu  dan penuh makna. Semakin terlatih, semakin berkembang, dan semakin
banyak  lipatannya. Dan, cerdas hanyalah efek. Bakat apalagi. Cerdas secara
emosional,   intelektual,   maupun   spiritual.Saya   mendapatkannya,  atau
melatihnya,  dengan  membaca  kitab  suci.  Makna  dalam  kitab suci adalah
makanan  jiwa  yang  sangat  bergizi. Sedangkan buku-buku bermutu lain?baik
yang  saya  pulung dari sampah bacaan, beli sendiri, pinjam, maupun dikasih
oleh  orang-orang  tercinta?adalah  pelengkap  untuk  menambah pengetahuan.
Sementara,  tingkah laku atau perilaku orang-orang di sekitar adalah sarana
pembelajaran saya untuk menambah wawasan. Dari sanalah saya belajar.

Kabarnya waktu kecil Anda gagap bicara?

Saya  jadi  tersipu  pilu  nih...  Ini kabar yang kurang berwibawa... Bukan
hanya  gagap akut. Selain kurang gizi dan ASI, berbagai penyakit kulit juga
sempat  jadi  sahabat  karib  saya di waktu kecil. Kurap, kudis, jamur, dan
gatal-gatal.  Tanyalah  pada  orang-orang  terdekat saya. Pasti mereka akan
menjelaskan  dengan  sangat  antusias.  Sebenarnya, ini kurang elegan untuk
dijadikan  pesona,  apalagi untuk mem-branding saya. Tapi, mungkin ini akan
menjadi   salah   satu   faktor  keluarbiasaan  diri  saya...he  he  he....
Sebenarnya,  gagap itu masalah psikis. Kondisi saya yang terlahir dari ortu
yang  "acak  adul"  secara  emosi  menjadikan  saya  gagap  bicara, minder,
tertutup,  sekaligus  cuek  hingga  remaja. Dan miskin adalah efeknya. Lima
tahun  lagi  dalam kondisi yang sama, saya mungkin bisa menguasai 70 bahasa
dari  sepuluh  negara  dalam  waktu  bersamaan  he he he.... Tragis memang!
Setahu  saya, dalam speech therapy ada dua mcam gagap, yaitu stuttering dan
stammering.  Stuttering adalah gagap atau kesulitan saat akan mulai bicara.
Sedangkan stammering adalah gagap atau kesulitan saat akan mengakhiri suatu
kalimat. Saya menderita stuttering ini. Saya kerap mendapati kondisi rumah,
berubah seperti menjadi ruang penyiksaan tawanan perang oleh "tentara" dari
"sekte  aliran  sesat"  ha  ha  ha....  Dan, jika kami, anak-anaknya, tidak
menghindar, kami tentu akan menjadi objeknya. Saya masih belum tahu, apakah
cacat  pendengaran  kakak  perempuan  pertama saya itu karena efek beruntun
dari ritual tersebut. Terkadang, orangtua saya sangat dewasa dan bijaksana.
Makanya,  saya  betah  diskusi dengan ayahanda saya. Terkadang juga, mereka
dapat menjadi pasangan "tentara gila" yang percaya ada sekawanan "serigala"
dari  planet  lain,  yang  akan  mengobrak-abrik  wilayah kekuasaannya.Saya
menerapi  diri  saya sendiri. Saya memaklumi dan memaafkan mereka yang saya
kasihi.  Sehingga, secara bertahap pun saya mulai sembuh. Meski kadang agak
terasa  mengganggu jika bicara. Namun, secara umum tidak ada masalah dengan
cara  bicara  saya sekarang. Pesan saya, berkembang dan bertumbuhlah dengan
terus  belajar.  Itu  supaya  kita  mendapat  jiwa yang kuat dan emosi yang
sehat,  demi  anak-anak  kita,  generasi  yang akan datang, demi mewujudkan
"Indonesia Bebas Gagap Bicara!"

Anda juga suka memulung sampah-sampah bacaan?

Sebenarnya,  ini  juga  hal yang "aneh" untuk dijadikan pesona he he he....
Saya  memang  suka  membaca.  Berhubung  tidak  ada  fasilitas bacaan untuk
dibaca, maka sampah-sampah bacaan dari potongan-potongan buku, koran bekas,
atau  kartu  motivasi  Harvest  di TPA menjadi "korban" saya. Kegiatan saya
sepulang  sekolah  memang  memulung  sampah. Setelah itu berangkat ngaji di
surau.

Sekarang setelah kembali ke Indonesia, apa yang ingin Anda lakukan?

Belajar  banyak  hal.  Sekarang  lagi  aktif  menulis  dan  belajar menulis
skenario.  Dalam  kesempatan  ini  saya  hendak meminta kepada para penulis
skenario  profesional.  Buatlah  cerita  yang masuk akal, mencerdaskan, dan
memotivasi!  Energi  yang  muncul  dari  cerita  yang memotivasi pasti akan
sangat  dahsyat  efeknya  bagi perkembangan kualitas mental pemirsa. Jangan
bikin  yang  sebaliknya.  Karena,  energi  negatif  dari  suatu cerita yang
sebaliknya,  akan  berdampak sama pula. Saya juga siap sharing kepada siapa
saja.Oya,  seratus  persen  dari penjualan buku Anda Luar Biasa!!! ini akan
masuk  ke  rekening  yayasan Eni Kusuma Foundation, yang ingin saya dirikan
untuk memberi pendidikan anak-anak miskin. Ini mimpi terbesar saya. Semoga.
Tuhan memberkati kita semua. By the way, saya juga berkeinginan, suatu saat
nanti  saya  diberi  kesempatan  berada  di  antara para anggota dewan yang
terhormat.  Sebenarnya,  ada  apa  sih  antara  pemerintah  dengan  kondisi
Indonesia saat ini?

Apa yang ingin Anda serukan kepada para pembantu rumah tangga di seluruh
Indonesia, bahkan mungkin dunia?

Pesan  saya,  jadilah pembantu yang profesional. Bekerjalah sambil belajar.
Dan,  belajarlah dari orang-orang sukses. Untuk mempercepat, jangan belajar
dari  orang-orang  "kebanyakan".  Banyaklah  melihat  dunia dengan membaca.
Pembantu  adalah profesi yang sangat terhormat, tanpa tanda kutip! Pembantu
adalah   profesi   yang  "kaya".  Karena,  itu  profesi  yang  melambangkan
kesabaran.  Kesabaran adalah ibu dari kesuksesan. Pembantu yang baik adalah
tangan   Tuhan   yang  penuh  dengan  pengabdian.  Beranilah  bermimpi  dan
wujudkanlah apa yang kalian inginkan. Bukalah pikiran. Tuhan Memberkati.

Seruan Anda bagi generasi muda kita, terutama para mahasiswa?

Untuk  para  generasi  muda,  terutama  untuk  para  mahasiswa,  kendalikan
emosimu!  Banyaklah  membaca  dan  belajar!  Kenali minatmu sedini mungkin!
Carilah  mentor!  Jika  perlu,  jadilah  orang suruhan dari orang sukses di
bidang yang engkau minati! Serap ilmunya! Bekerja samalah dan jual ide kamu
pada  mereka!  Jangan  pernah  menyerah!  Dan,  sukses hanyalah efek! Tuhan
memberkati!

Siapa guru-guru Anda dalam sekolah kehidupan ini?

Guru  dari  semua  guru  saya dalam sekolah kehidupan ini adalah Tuhan Yang
Menciptakan  Kehidupan  ini.  Dan,  guru-guru  saya  yang lain adalah semua
pribadi yang bijaksana. Saya ingin menjadi bijaksana seperti guru-guru saya
itu.

Sekarang sedang menyiapkan buku apa lagi?

Buku  "Chicken  to  Eagle". Sebuah buku tentang mencerdaskan kesadaran yang
lebih  eksploratif  lagi.  Judul ini saya dapat dari Adi W. Gunawan. Ketika
saya  berkesempatan  bincang-bincang dengan beliau. Juga buku "mencerdaskan
kesadaran"  yang  lain,  yaitu  kumpulan cerita kocak. Saya sempat surprise
ketika  beberapa  cerita  itu  saya  posting di milis "Penulis Best Seller"
ternyata  membuat Edy Zaqeus tertawa. Luar Biasa! Ini hal yang membanggakan
saya. Saya jadi ingin baca buku Zen seperti yang dia bilang.

Bila perjalanan hidup Anda dan nilai-nilai yang Anda pegang bisa dirumuskan
dalam sebuah kalimat, bagaimana bunyinya?

BELAJAR  ADALAH HAK SAYA!!! Perjalanan hidup saya adalah proses belajar itu
sendiri.  Dan,  nilai-nilai yang saya pegang adalah hasil dari belajar saya
tentang nilai-nilai.

Ok, semoga Anda sukses!

Terimakasih  atas bimbingan Anda selama ini. Terimakasih pula wawancaranya.
Terimakasih  kepada  seluruh  pengunjung Pembelajar. com. Salam Sukses Luar
Biasa!!![ez]

[www.Pembelajar.Com::]

------------------------------------------------------




********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke