|
Assalamu'alaykum wr. wb, Akhi Rely, bila antum mengatakan "Biarlah Khilafah kita jadikan kenangan sejarah masa lalu..." Antum sebenarnya hampir sama dengan mengatakan "Biarlah Al-Qur'an, Sunnah, Ijma para sahabat menjadi masa lalu" .. Hampir sama dengan mengatakan, "Biarlah kaum muslimin tidak usah diatur dengan Islam. Diatur saja dengan Demokrasi. Biarlah kaum muslimin tidak usah punya Imam. Biarlah mereka terus dieksploitasi dan digenosida. Biarlah harta2 meraka diangkut para kapitalis [Cepu, freeport dll.. Biarlah .. biar;ah.." Kenapa? Karena Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yg berlandaskan dalil Biarlah Al-Qur'an, Sunnah, Ijma para sahabat dan hujjan para Ulama. Ia menjadi satu2-nya medium bagi penerapan Syariah secara menyeluruh dan mempersatukan kaum muslimin di seluruh dunia. Bila akhi merasa kerancuan antara modernitas dan Khilafah maka harus dapat dibedakan mana yg merupakan landasan-nya abadi [struktur Khilafah sebagai di contohkan Rasul dan Khulafur rashidin] dan mana yg terkait dengan manajemen teknis dimana negara khilafah yg bisa mengadopsi ilmu manajemen paling mutakhir. Tercatat ketika Khilafah ada selama 13 Abad. Kaum muslimin mengalami kemajuan di segala bidang. Tidak hanya itu kaum muslimin pun [jiwa harta dan agama mereka] dilindungi Khilafah. Tidak seperti sekarang. salam, Ikwan fillah Rely wrote:
|
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
