-----------------------------------

Kamis, 14 Jumadil Awwal 1428 H

Nomor    : 009 / Tahun I

Kategori : Tarbiyatul Aulad

-----------------------------------

 

Mengistimewakan Setiap Anak


Kamis, 31 Mei 07 - oleh : Redaksi
<http://www.pks-kab-bekasi.org/?pilih=pesantarbiyah&id=97> 

 

Setiap anak adalah ranking 1, di bidang keistimewaannya masing-masing. 

 

Adalah sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), yang secara rutin
menyelenggarakan kegiatan menarik di setiap akhir tahun ajaran. Bersamaan
dengan pembagian buku laporan pendidikan para siswanya, TK dan Kelompok
Bermain inipun membagikan tanda prestasi khusus atas kelebihan yang dimiliki
anak. 

 

Tanda penghargaan berupa sebuah piagam cantik ini berisikan pujian atas
salah satu jenis kemampuan teristimewa yang dimiliki anak. Uniknya, semua
siswa berhak memperolehnya. Karena ternyata dengan pemantauan yang teliti,
selalu bisa ditemukan setidaknya satu kelebihan yang ada pada diri anak.
Tentu saja, jenis prestasi khusus ini menjadi begitu banyak ragamnya. Ada
siswa dengan prestasi pandai mengaji, pandai menari, menyanyi, bercerita,
dan sejenisnya yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Ada pula yang
meraih prestasi dalam bidang akhlaq dan sosialisasi seperti anak yang paling
pemberani, menyayangi teman, kreatif, kritis, suka menolong, imajinatif,
hingga yang cinta lingkungan. Hebatnya, ternyata para guru hampir tak pernah
kesulitan untuk membagikan tanda prestasi ini, karena selalu bisa menemukan
kelebihan pada diri tiap anak. Ya, bahkan pada diri anak yang dianggap
paling 'parah' perkembangannya sekalipun!

 

Temukan Keunikannya

 

Sungguh Allah Maha Adil, yang telah menciptakan setiap umat manusia sama dan
sederajat di hadapan-Nya. Setiap ada kelebihan, pasti ada kekurangan. Dan di
mana ada kelemahan, pasti di sana pun ada keistimewaan. Tak mungkin ada anak
yang padanya tertumpuk begitu banyak kelebihan sementara anak yangg lain
menjadi begitu buruknya. Kalaupun ini terjadi, adalah kesalahan didik orang
tua yang menyebabkannya. Akan sangat bermanfaat jika orang tua bisa sesegera
mungkin menemukan keunikan dan kelebihan pada diri masing-masing
putra-putrinya. Jika perlu, kerja sama dengan guru-guru di sekolah pun bisa
dilakukan. Jika orang tua telah berhasil menemukannya, maka tindak lanjut
yang bisa dilakukan adalah seperti berikut.

 

1. Beri pengakuan

 

Orang tua tahu kelebihan anak namun tak pernah mengungkapkannya kepada
mereka, sama saja bohong! Pengakuan harus diberikan secara nyata, supaya
anak-anak tahu dan merasakannya. Pemberian piagam prestasi yang kemudian
digantung di dinding kamar anak adalah satu contoh nyata pengakuan tersebut.
Ini akan sangat bermanfaat untuk menignkatkan rasa percaya diri mereka.
Bentuknya tidak harus secara formal seperti piagam prestasi dari sekolah,
namun bisa orang tua berkreasi sendiri. Melalui komunikasi verbal, sampaikan
kepada mereka pujian-pujian terhadap prestasi khusus itu. Dengan ungkapan
non-verbal pun bisa dilakukan, dengan menghadiahkan senyuman, peluk dan
cium, manakala anak menampakkan kelebihannya.

 

2. Kembangkan dari sini

 

Dengan mengetahui kelebihan masing-masing anak, orang tua akan menjadi lebih
mudah untuk mengarahkan dan mengembangkannya. Pada dasarnya
kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak dapat dipilah-pilah menjadi beberapa
jenis kemampuan, yaitu bidang bahasa, kognisi, ketrampilan, jasmani dan
sosial. Berikan fasilitas dan sarana penunjang untuk mengembangkan kelebihan
anak sesuai bidangnya. Bimbing mereka untuk menentukan arah bagi
cita-citanya kelak, agar tetap segaris dengan bakat mereka itu. 

 

3. Tak perlu memperbandingkan

 

Karena setiap anak unik dengan kelebihannya masing-masing, maka jangan
sekali-kali membuatkan standar yang sama untuk mereka. Bisa jadi si sulung
pandai dalam bidang pelajaran-pelajaran di sekolah, sementara adiknya
cenderung pandai menggambar, sementara si bungsu benar-benar tak menguasai
pelajaran-pelajaran sekolah kecuali bidang olah raga. Biarkan anak
berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing. Orang tua harus membuang
ambisi pribadinya untuk memiliki anak yang pandai dalam matematika, ataukah
fisika dan kimia, jika ternyata mereka tak mampu dan tak mau!

 

Kita perlu berhati-hati dengan jebakan peringkat rangking di sekolah, yang
umumnya hanya menilai aspek kognisi anak. Nilai rapor seperti ini jangan
disamaartikan dengan 'nilai' diri anak. Masih terlalu banyak nilai-nilai
lain yang tak tercantum di sini, seperti nilai sisi sosial, emosi dan akhlaq
anak. Dan yang terpenting, sampaikan kepada anak bahwa mereka menempati
ranking satu di bidang kelebihan mereka masing-masing. Tentunya tanpa
menumbuhkan persepsi bahwa prestasi di sekolah itu tidak penting.

 

Oleh : Irawati Istadi

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke