Nilai Sebuah Do'a

Oleh Cahaya Khairani
 Sebuah Bis antar kota-antar propinsi melaju perlahan meninggalkan terminal. Di 
dalamnya menumpang tiga puluh mahasiswa yang akan pulang kampung, salah satunya 
adalah Annisa. Ia memilih ikut bersama rombongan teman-teman satu kampus 
menghabiskan liburan semester di kampung halaman. Lebih aman, alasannya. Jarak 
tempuh kota tempatnya menuntut ilmu dengan daerah asalnya memang cukup jauh, 
membutuhkan waktu satu hari satu malam. Dengan ikut bersama rombongan tentu 
akan mengusir kebosanan selama dalam perjalanan, juga aman dari gangguan 
laki-laki iseng yang biasanya berkeliaran bebas di atas kapal penyeberangan.
 Tidak seperti teman-temannya yang terlihat menikmati perjalanan, Annisa tampak 
gelisah dalam perjalanannya kali ini. Entahlah, ia merasa seakan-akan Bis yang 
ditumpanginya akan mengalami kecelakaan. Perasaannya tak menentu, sedangkan Bis 
belum lagi menempuh separuh perjalanan. Setiap kali memejamkan mata, Annisa 
sontak terjaga bila sopir Bis menginjak rem. Kalimat tahlil terus mengalir dari 
lisannya. Bayang-bayang kecelakaan membuatnya tak dapat tidur, padahal obat 
anti mabuk yang diminumnya sebelum berangkat tadi telah memaksanya untuk tidur.
 Di sebuah rumah makan, Bis berhenti untuk istirahat. Waktu menunjukkan pukul 
sembilan malam. Annisa, juga teman-temannya turun untuk makan. Usai makan, 
Annisa segera menuju musholla dengan agak terburu-buru. Teman-temannya sudah 
tak terlihat di meja makan sejak Annisa keluar dari toilet tadi. Ia takut 
tertinggal. Di muholla Annisa mengernyitkan keningnya, sepi. Tak ada 
teman-temannya yang sholat. Hanya ia sendiri. Tanpa berprasangka Annisa segera 
menunaikan kewajibannya, menjamak sholat maghrib dan isya. Usai sholat, 
dipanjatkannya Do’a dengan khusyu’. Kegelisahannya masih belum hilang, Annisa 
merasa membutuhkan tempat berlindung.
 “ Ya Allah.. hamba berlindung pada-Mu dari kegelisahan ini. Berilah hamba 
keselamatan hingga…”. Do’a Annisa terputus. Annisa terdiam sesaat. Ia merasa 
ada yang salah dengan permohonannya.
 “Kenapa aku egois? Aku hanya mendo’akan diriku sendiri…” Annisa menggumam di 
hati. Kembali diangkatnya kedua tangan dan berdo’a, “Ya Allah…hamba berlindung 
pada-Mu dari kegelisahan ini. Berilah pada kami semua keselamatan hingga tiba 
di tujuan…Amin”. Annisa segera membuka dan mengemas mukenanya. Keluar dari 
musholla, teman-teman bersorak memanggilnya, Bis akan segera berangkat.
 Tengah malam, saat Annisa dapat tidur dengan hati tenang dan teman-temannya 
telah tertidur lelap, tiba-tiba Bis terguncang keras! Para penumpang sontak 
terbangun tak terkecuali Annisa. Pekik takbir menggema dari lisannya. Di depan, 
kaca Bis pecah berhamburan. Gelap. Annisa tak dapat melihat apapun. Hanya jerit 
tangis dan erangan kesakitan yang terdengar. Tak lama kemudian lampu dalam Bis 
menyala. Annisa melihat ke sekeliling. Teman duduknya tampak pucat pasi, begitu 
juga dengan yang lainnya, tapi tak ada yang teluka. Lalu siapa yang mengerang 
kesakitan…?
 Annisa baru tahu apa yang terjadi setelah sopir Bis menyuruh seluruh penumpang 
keluar dari Bis, dan… Masya Allah! Bis tabrakan dengan sebuah mobil minibus. 
Setengah badan minibus itu hancur. Dua orang meninggal di tempat. Satu orang 
kakinya tergencet dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Dua orang lainnya selamat.
 Bagaimana dengan Bis yang ditumpangi Annisa dan kawan-kawan…? Setelah tabrakan 
terjadi, Bis yang ditumpangi Annisa oleng, sopir membanting stir ke kiri 
menabrak tembok rumah orang hingga roboh. Bis berhenti dengan badan miring, dan 
yang membuat Bis itu tidak terbalik karena adanya gunungan pasir yang 
menahannya. Suatu keajaiban seluruh penumpang selamat, tanpa cidera. Menyadari 
ia dan teman-temannya selamat, Annisa teringat do’anya ketika di musholla rumah 
makan. Annisa tidak hanya mendo’akan dirinya sendiri, ia juga mendo’akan 
teman-temannya agar diberi keselamatan.
 Satu lagi bukti Maha Kasih-Nya. Walau teman-teman Annisa lalai menunaikan 
sholat, Allah dengan Maha Kasih-Nya mengabulkan permohonan Annisa, 
menyelamatkan mereka dari kecelakaan maut itu…(Cahaya Khairani)
 NB: Sudahkah kita mendo’akan orang-orang di sekeliling kita…?

              
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke