> Pecandu
> 
> Misalnya anda seorang penjual makanan, lalu di produk anda ditempeli 'Memakan 
> produk ini akan membuat anda mules dan diare'...kira-kira apakah produk anda 
> akan laku ??  Jangankan membeli sukarela, dibayarin pun orang pasti akan 
> menolak. Bisa jadi anda akan bonyok karena dipukulin ramai-ramai.
> 
> Tapi bila saya mengatakan ada produk yang laku keras,  walaupun ditempelin 
> dengan jelas bahwa produk itu berbahaya, pasti anda akan mengerutkan kening 
> dan berpikir, apa ya ?. Yap...benar, produk itu adalah rokok. Secara jelas 
> dalam setiap bungkusnya tertulis 'merokok dapat menyebabkan kanker, serangan 
> jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan'. Tetapi jangankan dijauhi, produk 
> itu makin hari makin laris saja, bahkan membuat pembuat dan penjualnya makin 
> kaya raya.
> 
> Menurut seorang psikolog ternama, bisnis rokok hanya bisa dikalahkan oleh 
> bisnis narkoba. Hal ini karena begitu orang menjadi kecanduan merokok, maka 
> dia akan sulit melepaskan diri dari ketergantungannya. Jadi tidaklah heran 
> bila pecandu rokok, sampai rela tidak makan, asalkan masih bisa merokok. Tapi 
> menurut saya, bisnis narkoba tidak bisa mengalahkan bisnis rokok, dilihat 
> dari banyaknya uang berputar dan pihak yang terlibat disitu. Bisnis rokok 
> jauh lebih 'gurih' dan aman.
> 
> Kalau anda bicara kesehatan dengan para perokok, itu sama artinya anda bicara 
> tilang pada sopir angkot. Tertib berlalu lintas atau tidak, kemungkinan kena 
> tilang ada saja. Sedangkan ngetem sembarangan, bisa mendapat penumpang lebih 
> banyak, daripada nunggu di terminal. Merokok atau tidak, kena serangan 
> jantung bisa jadi sama saja, tapi kalau merokok...nikmatnya tak terkalahkan !!
> 
> Jangan bicara manfaat dengan para perokok. Itu sama artinya anda bicara 
> manfaat ngerumpi bagi ibu-ibu. Ngerumpi bisa berarti sosialisasi / 
> bermasyarakat, tidak merumpi sama artinya dengan ketinggalan informasi, tidak 
> gaul, sok, dll. Jadi bagi perokok, tidak merokok bisa berarti tidak jantan, 
> mirip bencong, nggak gaul, dll.
> 
> Kalau bicara rokok secara hukum Islam, bagi perokok itu disamakan dengan 
> shalat tarawih 8 atau 21 rakaat. Ada yang berat dan ada yang ringan. Ada 
> ulama yang mengharamkan rokok, dan ada yang memakruhkan, jadi ambil pilihan 
> yang lebih mudah, yaitu yang makruh.so...merokok jalan terus !!
> 
> Sedemikian susahnya mengurangi efek kecanduan dari sebuah rokok, hingga tidak 
> heran akhirnya banyak ibu-ibu yang hanya bisa kasih batasan kepada suaminya, 
> "asal tidak merokok di depan istri dan anak-anak", karena merasa frustasi 
> untuk mencegah total dari aktivitas merokok. 
> 
> Jadi bila anda memang sudah menjadi perokok dan susah untuk berhenti 
> merokok...saran saya cuma satu, sering-seringlah ke bagian penyakit paru 
> sebuah Rumah sakit yang ramai. Duduk manis disitu, dan dengarkan batuk-batuk 
> yang kebanyakan disebabkan oleh aktivitas merokok. Eitt jangan lupa, 
> bayangkan bahwa anda juga akan mengalaminya.
> 
> Cikarang, 31 Mei 2007
> 
> 
> 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke