Salat Sunnah Rawatib 
08/16/2002 - Arsip Fiqh 

Sesungguhnya di balik disyariatkannya salat sunnah terdapat hikmah-hikmah yang 
agung dan rahasia yang sangat banyak, di antaranya untuk menambah kebajikan dan 
meninggikan derajat seseorang. Salat sunah juga berfungsi sebagai penutup 
segala kekurangan dalam pelaksanaan salat fardu. Salat sunah jugaa mempunyai 
keutamaan yang agung, kedudukan yang tinggi yang tidak terdapat pada 
ibadah-ibadah lainnya, serta hikmah-hikmah yang lain. 

Dari Rabi'ah bin Ka'b al-Aslami, pelayan Rasulullah saw, berkata, "Aku pernah 
menginap bersama Rasulullah saw, kemudian aku membawakan air wudu untuk beliau 
serta kebutuhannya yang lain. Beliau bersabda, 'Mintalah kepadaku', maka aku 
katakan kepada beliau, 'Aku minta agar bisa bersamamu di Surga', beliau 
bersabda, 'Ataukah permintaan yang lain?' Aku katakan, 'Itu saja'. Beliau 
bersabda, 'Kalau begitu, bantulah aku atas dirimu dengan banyak bersujud 
(salat)'." (HR Muslim). 

Dari Abu Hurairah ra , ia berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Sesungguhnya amal 
seorang hamba yang pertama kali di hisab (diperhitungkan) pada hari Kiamat 
nanti adalah salatnya, apabila salatnya baik, maka sungguh dia telah beruntung 
dan selamat, dan jika salatnya rusak, maka dia akan kecewa dan merugi. Apabila 
salat fardunya kurang sempurna, maka Allah berfirman, 'Apakah hamba-Ku ini 
mempunyai salat sunnah? Maka tutuplah kekurangan salat fardu itu dengan salat 
sunnahnya.' Kemudian, begitu pula dengan amalan-amalan lainnya yang kurang'." 
(HR Abu Daud, Tirmizi, dan lainnya, hadis sahih).

Pembagian Salat-Salat Sunnah 

Salat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu salat sunnah mutlak dan salat sunnah 
muqayyad. Salat sunnah mutlak itu dilakukan hanya dengan niat salat sunnah saja 
tanpa dikaitkan dengan yang lain. Adapun salat sunnah muqayyad, di antaranya 
ada yang disyariatkan sebagai penyerta salat fardu, yaitu yang biasa disebut 
dengan salat sunnah rawatib: mencakup salat sunnah Subuh, Dzuhur, Ashar, 
Maghrib, dan Isya. Ada juga salat Dhuha, salat 'Idain, salat Kusuf dan Khusuf, 
salat Hajah, salat Istikharah, dan salat-salat sunnah yang lain.

Adapun salat sunnah rawatib (salat-salat sunnah yang mengiringi salat fardhu, 
baik sebelum maupun sesudahnya), maka salat tersebut ada 18 rakaat. 

Pertama, qobliyah Dzuhur empat rakaat, dengan dua kali salam. Adapun ba'diyah 
Dzuhur empat rakaat, juga dengan dua kali salam.

Kedua, qobliyah Ashar empat rakaat, dengan dua kali salam. Adapun ba'diyahnya 
tidak ada. Karena, salat sunat setelah salat Asar tidak diperbolehkan, kecuali 
salat yang mempunyai sebab tertentu, seperti salat sunnah Tahiyatul Masjid, 
salat Jenazah, salat sunnah Wudhu, dan lain-lain. Salat-salat tersebut boleh 
dilakukan setelah Ashar karena mempunyai sebab-sebab khusus.

Ketiga, qobliyah Maghrib dua rakaat, dengan satu kali salam. Demikian pula 
salat ba'diyahnya, yaitu dua rakaat dengan satu kali salam.

Keempat, qobliyah Isya empat rakaat, dengan dua kali salam. Untuk ba'diyahnya 
cukup dua rakaat dengan satu kali salam.

Kelima, qobliyah Subuh dua rakaat, dengan satu kali salam. Seperti halnya salat 
Asar, maka dalam salat Subuh ini tidak ada salat ba'diyahnya. Bahkan, setelah 
salat Subuh--sebagaimana setelah salat Asar--diharamkan pula melakukan salat 
sunnah apa pun, kecuali salat sunnah yang mempunyi sebab tertentu (dzaatus 
sabab).

Keutamaan Salat Sunnah Rawatib 

Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, 
'Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan salat sunnah (bukan fardhu) karena 
Allah, sebanyak dua belas rakaat setiap harinya, kecuali Allah akan 
membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga'." (HR Muslim).

Penjelasan tentang Sunnah Rawatib 

Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, 
'Barangsiapa salat dalam sehari semalam dua belas rakaat, akan dibangun 
untuknya rumah di Surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat 
sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat 
sebelum salat Subuh'." (HR Tirmidzi, ia mengatakan, hadis ini hasan sahih). 

Dari Ibnu Umar ra dia berkata, "Aku salat bersama Rasulullah saw dua rakaat 
sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jumat, dua rakaat 
sesudah Maghrib, dan dua rakaat sesudah Isya'." (Muttafaq 'alaih). 

Dari Abdullah bin Mughaffal ra , ia berkata, "Bersabda Rasulullah saw, 'Di 
antara dua azan itu ada salat, di antara dua azan itu ada salat, di antara dua 
azan itu ada salat'. Kemudian, pada ucapannya yang ketiga beliau menambahkan: 
'bagi yang mau'." (Muttafaq 'alaih). 

Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, "Rasulullah saw bersabda, 'Barangsiapa yang 
menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah 
mengharamkannya dari api Neraka'." (HR Abu Daud dan Tirmidzi, ia mengatakan 
hadis ini hasan sahih).

Dari Ibnu Umar ra, bahwa Nabi saw bersabda, "Semoga Allah memberi rahmat bagi 
orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar." (HR Abu Daud dan Tirmizi, ia 
mengatakan, hadis ini hasan). 

Salat Witir 

Salat-salat sunnah yang kita sebutkan di atas merupakan salat sunnah rawatib 
yang sangat ditekankan. Selain itu, ada juga salat sunnah mu'akkadah yang tidak 
boleh ditinggalkan begitu saja, salah satunya adalah salat witir, yaitu salat 
sunnah yang wakatunya dari setelah Isya hingga menjelang Subuh. 

Sumber: Diadaptasi dari Tuntutan Shalat Menurut Alquran dan Sunnah, Syaikh 
Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia 

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Erwin Kurnia
Sent: 06 Juni 2007 10:03
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] tanya artikel tentang shalat rawatib


Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..
 
Akhi...
munkin ada yang punya rtikel tentang shalat rawatib lengkap
tolong dong kami dibagi...
 
syukron
 
Ibnu Sulaiman.
 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke