Genderang perang Dunia III sudah mulai ditabuh..
 
Selasa, 05 Juni 2007

Putin: Rusia Siap Membalas AS 

Rusia akan mengarahkan rudalnya ke target-target militer AS di Eropa. 



MOSKOW -- Presiden Rusia, Vladimir Putin, Senin (4/6), menegaskan Moskow akan 
membalas jika Washington terus dengan rencananya membangun sistem pertahanan 
anti-rudal di Eropa Timur. Langkah Washington tersebut, kata Putin, telah 
memaksa Moskow mengarahkan lebih banyak lagi rudalnya ke Eropa.

''Tentu saja, jika terdapat lebih banyak senjata nuklir AS di wilayah Eropa, 
kita harus memberi diri kita sendiri sejumlah target baru di Eropa,'' kata 
Putin menjawab pertanyaan apakah langkah Washington itu akan memaksa Rusia 
mengarahkan rudalnya ke pangkalan militer AS dan ke negara-negara di mana 
sistem pertahanan anti-rudal AS terpasang. 

''Sepenuhnya menjadi wewenang militer untuk mendefinisikan target-target 
tersebut, termasuk pilihan apakah rudal balistik atau rudal jelajah. Semuanya 
hanya masalah teknis,'' lanjutnya.

Ini adalah pernyataan Putin paling keras atas rencana AS membangun 10 sistem 
pencegat rudal di Polandia dan satu sistem radar di Cheska. Pernyataan ini 
dilontarkan kepada sejumlah wartawan asing menjelang keberangkatannya ke Jerman 
menghadiri pertemuan G-8. Hasil wawancara itu diterbitkan Senin.

AS sejak lama berusaha membujuk Rusia agar tidak keberatan dengan rencananya 
tersebut. AS mengatakan kehadiran pangkalan radar di Cheska dan 10 sistem 
pencegat rudal di Polandia, yang dijadwalkan selesai 2011-2012, sama sekali 
tidak menargetkan Rusia. AS mengatakan semua itu diperlukan untuk melindungi AS 
dari serangan 'negara-negara bertabiat kasar' seperti Iran dan Korea Utara 
(Korut).

Namun, alasan tersebut bagi Putin sangat tidak masuk akal. Pasalnya, Teheran 
dan Pyongyang tidak mempunyai sistem persenjataan yang mengancam. Tegasnya, 
kata Putin, sistem pertahanan yang dipasang AS di Eropa Timur sebenarnya 
menargetkan Rusia. ''Bukankah itu sesuatu yang lucu karena sistem pertahanan 
anti-misil itu menargetkan sesuatu yang tidak pernah ada,'' kata Putin.

Putin menambahkan sistem tersebut akan menelanjangi semua wilayah Rusia hingga 
ke kawasan pegunungan Ural. Sistem itu, kata Putin, juga akan menyatukan sistem 
persenjataan nuklir AS di Eropa. Pada akhirnya, lanjut Putin, hal itu akan 
mengubah konfigurasi keamanan internasional. Putin berharap AS akan membatalkan 
rencananya. Jika demikian, katanya, Rusia juga akan melakukan langkah yang sama.

''Kami bukanlah penggagas terjadinya kembali perlombaan senjata, sesuatu yang 
tidak diragukan lagi sedang berkembang di Eropa,'' tegas Putin. ''Keseimbangan 
strategis dunia sedang dikacaukan, dan untuk memulihkan itu kami akan 
menciptakan sistem yang bisa menangkal sistem anti-rudal, sesuatu yang saat ini 
sedang kami lakukan,'' lanjutnya.

Dario Teheran, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, 
yang juga ketua tim negosiasi nuklir Iran, Senin, mengatakan rencana AS 
tersebut sebagai dagelan tahun ini.

''Iran tidak mempunyai rudal yang mampu menjangkau Eropa, dan sungguh sangat 
aneh jika AS tidak mengetahui hal ini,'' tegas Larijani sebagaimana dikutip 
kantor berita IRNA. ''Klaim AS bahwa mereka memasang sistem pertahanan seperti 
itu di Eropa untuk menangkal serangan Iran adalah lelucon tahun ini,'' 
lanjutnya sambil menambahkan AS akhir-akhir ini banyak membuat lelucon.

Ini adalah pernyataan Iran pertama mengenai rencana AS yang secara resmi 
diajukan Januari lalu. Larijani mengatakan Iran tidak akan menyerang Eropa yang 
merupakan mitra dagang terbesar mereka.

Iran diketahui memiliki rudal balistik Shahab-3 dengan daya jelajah 1.200 km. 
Sejumlah pejabat Iran dua tahun lalu mengatakan mereka telah meningkatkan 
kemampuan Shahab-3 hingga hampir 2.000 km, yang berarti bisa menjangkau wilayah 
Israel.

Sejumlah pakar Barat mengklaim Iran telah mengembangkan Shahab-4 dengan daya 
jelajah 2.000- 3.000 km, yang berarti bisa menjangkau sebagian Eropa. Iran 
tidak membenarkan atau menolak klaim tersebut. Iran, yang pertama kali mengaku 
mengembangkan Shahab-4 pada 1999, mengatakan rudal tersebut hanya digunakan 
untuk mengorbitkan satelit komersial. 

Fakta Angka:
1.200 km
Daya jangkau rudal balistik Iran, Shahab-3.

(ap/afp/lan ) 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke