mohon maaf sebelumnya
jawaban Ustadz Ahmad sarwat saya rasa kurang tegas selalu membias akhirnya
balik lagi kepersoalan,seharusnya juga di jelaskan dari masing masing jamah
tersebut karakteristiknya
Kalau pak ustadz menyarankan "silahkan masuk jamaah mana saja" saya rasa tidak
perlu banyak penjelasan karena jawabannya "kembali ke laptop"
maaf kalau tidak berkenan
----- Original Message -----
From: dody
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Sent: Friday, June 15, 2007 10:10 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Memilih Jamaah yang Mana?
Memilih Jamaah yang Mana?
Kamis, 14 Jun 07 06:22 WIB
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ustadz yang dirahmati Allah. Seperti kita ketahui bersama sekarang ini banyak
jamaah-jamaah di dalam Islam, seperti salafiah, tarbiyah, Jamaah Tabligh dan
sebagainya.
Pertanyaan saya adalah: harus memilih jamaah yang manakah saya, agar saya
selamat dunia dan akhirat? Dan berdosakah saya jika tidak berjamaah? Sebab ada
hadits yang menyebutkan agar kita berjamaah. Sebelumnya saya ucapkan terima
kasih.
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Csuntana
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hadits tentang wajibnya berjamaah itu memang benar. Hanya konteksnya di zaman
sekarang ini perlu kita pahami secara benar.
Apakah benar bahwa siapa saja yang tidak ikut ke dalam kelompok-kelompok yang
anda sebutkan itu, lantas dianggap tidak akan masuk surga? Apakah
kelompok-kelompok itu representasi yang sah tentang sebuah jamaah yang dimaksud
oleh Rasulullah SAW?
Pertanyaan ini penting untuk dijawab. Mengapa?
Karena seolah-olah bila kita tidak memilih salah satunya, kita ini bukan umat
Islam. Sebab ancamannya tidak akan masuk surga. Apakah seorang muslim tidak
cukup hanya menjadi umat Islam saja, tanpa harus ikut-ikutan menjadi anggota
sebuah kelompok jamaah tertentu?
Kelompok Bukan Representasi Jamaah Muslim
Sebenarnya berbagai macam kelompok umat Islam yang ada sekarang ini, sama
sekali bukan representasi dari jamaah muslim yang banyak disebutkan di dalam
hadits-hadits tentang jamaah.
Sebab kelompok-kelompok itu tidak ada mirip-miripnya dengan jamaah muslimin
yang dahulu digagas dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.
Di antara beberapa perbedaan mendasar antara lain adalah:
1. Jamaah muslimin di masa Rasulullah SAW hanya ada satu, tidak dua, tiga,
empat atau ribuan seperti yang ada sekarang ini.
2. Setiap umat Islam di masa Rasulullah SAW otomatis dianggap sebagai anggota
jamaah muslimin. Tidak ada seorang muslim pun yang dianggap bukan anggota
jamaah muslimin.
Berbeda di zaman sekarang ini, di mana para petinggi kelompok tertentu ada
yang sampai menuduh bahwa orang yang tidak ikut ke dalam barisannya sebagai
bukan umat Islam.
3. Di masa Rasulullah SAW, bai'at bukanlah pintu gerbang untuk menjadi
anggota jamaah muslimin. Pintu gerbangnya hanya satu, yaitu mengikrarkan dua
kalimat syahadat. Adapun bai'at Aqabah I, Aqabah II, Bai'at Ridhwan, sama
sekali tidak terkait dengan keanggotaan para shahabat terhadap jamaah
Rasulullah SAW.
Berbeda dengan sebagian metode kelompok-kelpompok di masa sekarang ini yang
menjadikan bai'at sebagai pintu gerbang untuk menjadi anggotanya. Kalau belum
dibai'at maka dianggap belum menjadi anggota, hanya menjadi simpatisan semata.
Kalau bai'at itu hanya dijadikan semata sebagai proses menjadi anggota sebuah
kelompok atau organisasi, mungkin tidak masalah. Tetapi kalau bai'at itu
dipercaya sebagai bagian dari apakah seorang itu dianggap berjamaah atau tidak
secara syar'i, maka pemahaman ini kontradiktif.
Sebab kalau ada orang tidak ikut dalam kelompok itu, apakah boleh dianggap
sebagai orang yang tidak berjamaah sebagaimana hadits yang disabdakan oleh
Rasulullah SAW? Pemahaman ini akan menjerumuskan semua umat Islam sedunia ini
sebagai bukan bagian dari umat Islam, karena 1, 5 milyar (1.500.000.000) umat
Islam di dunia ini, tidak ada satu pun yang berstatus sudah berjamaah. Kecuali
beberapa ribu orang yang berbai'at kepada jamaah itu.
Pemahaman seperti inilah yang pada gilirannya akan menggiring orang awam
kepada pemahaman keliru tentang takfir. Seolah-olah, siapa pun yang tidak ikut
ke dalam kelompoknya, berarti tidak berjamaah. Dan kalau tidak berjamaah,
berarti akan masuk neraka. Dan kalau pasti masuk neraka, bukanka berarti
kelompok itu sudah mengkafirkan seorang muslim?
Silahkan Ikut Kelompok
Apa yang kami sampaikan di atas bukan berarti kami melarang umat Islam untuk
ikut aktif di berbagai kelompok yang ada. Sama sekali tidak. Silahkan saja ikut
berbagai macam kelompok yang ada.
Tetapi yang penting, jangan saling menjelekkan, jangan saling mencaci, jangan
saling menghina dan jangan saling menuduh kafir antara sesama kelompok di
tengah umat. Sebaliknya, semua kelompok itu, yang mana saja, wajib hukumnya
untuk duduk bersama serta saling bersinergi satu sama lain.
Jangan jalan sendiri-sendiri seolah-olah tidak merasa butuh dengan
saudaranya. Bukalah pintu hati untuk keberadaan kelompok lainnya. Toh, tidak
mungkin masalah umat Islam ini dikerjakan sendirian saja. Kita butuh banyak
tenaga yang mungkin tidak kita miliki di dalam barisan kita sendiri. Mungkin
tenaga itu justru ada di dalam kelompok lain. Maka tidak ada yang salah kalau
kelompok-kelompok itu saling bekerja sama di semua bidang.
Toh tujuan mereka sama, yaitu berjuang membela agama Islam dan menjadikan
Islam sebagai agama yang dianut dan dijalankan oleh umat.
Mengapa pula kita harus saling gasak, saling gesek dan saling gosok? Bukankah
tindakan dan sikap negatif seperti itu malah bertentangan dengan karakteristik
jamaah muslimin yang digagas oleh Rasululah SAW?
Semoga Allah SWT menyatukan umat Islam seluruhnya ke dalam satu barisan di
belakang bendera Rasulullah SAW, serta saling mengasihi satu sama lain, amin.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
------------------------------------------------------------------------------
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************