Senada dengan Syaikh Abdul Azziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Yusuf
Qardhawi pun menganggap surat wasiat palsu tersebut mengandung penyesatan
aqidah, khurafat, dan lainnya.
Mudah-mudahan ini sudah cukup untuk menghentikan kita dari menyebarkan
kebatilan karena kebodohan kita. Bagi yang sudah pernah menyebarkannya,
alangkah baiknya penjelasan dari dua syaikh ini anda forwardkan ke
saudara-saudara yang pernah anda kirimi surat wasiat palsu tersebut.
Mudah-mudahan Allah mengampuni dan menghapuskan dosa karena kelalaian kita
ini.
Hadaanallaahu wa iyyaakum ajma'iin, wastaghfirullaaha lii wa lakum,
Abu Karimna
FATWA PERIHAL WASIAT PALSU SYEKH AHMAD
DR. Yusuf Qaradhawi
PERTANYAAN:
Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat dan setelah
saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya. Karena itu,saya mohon
kesediaan Ustadz untuk menjelaskan isi surat tersebut,apakah benar atau
tidak.
Surat tersebut ditandatangani oleh seorang fa'il khair (pembuat
kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad, juru kunci makam
(kubur) Rasulullah saw., yang ditujukan kepada segenap kaum muslimin
di dunia timur maupun barat. Juga berisi macam-macam nasihat. Pada
bagian akhir surat tersebut dikatakan, "Di Bombay terdapat seseorang
yang memperbanyak surat tersebut dan membagi-bagikannya kepada tiga
puluh orang, lalu Allah memberikannya rezeki sebanyak dua puluh lima
ribu rupee; ada pula yang membagi-bagikannya lalu ia mendapat rezeki
dari Allah sebanyak enam ribu rupee. Sebaliknya, ada pula orang yang
mendustakan wasiat tersebut, sehingga anaknya meninggal dunia pada hari
itu."
Dalam surat tersebut dikatakan bahwa orang yang telah
memperoleh dan membaca wasiat itu tetapi tidak menyebarkannya
kepada orang lain, akan ditimpa musibah besar.
Bagaimanakah pendapat Ustadz mengenai masalah tersebut?
Apakah benar atau tidak?
JAWABAN:
Memang banyak orang yang menanyakan wasiat tersebut. Dan
sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru
ini,tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Surat
tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang terkenal dengan sebutan
Syekh Ahmad, juru kunci makam Rasulullah saw.
Untuk mengecek kebenaran berita yang disampaikan dalam selebaran
tersebut, saya pernah menanyakan kepada orang-orang di Madinah dan
di Hijaz. Saya mencari informasi mengenai orang yang disebut Syekh
Ahmad itu beserta aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata
tidak ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar
berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat yang
menyedihkan itu telah menyebar di negara-negara umat Islam.
Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan nilainya
sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi wasiat yang
didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi
saw. itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat.
Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu mengikuti
impian Syekh Ahmad atau Syekh Umar, karena Al-Qur'an telah mengatakan
dengan jelas:
"... boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (Al Ahzab: 63)
Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:
"Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau
(mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jaritelunjuk dan
jari tengahnya."
(Muttafaq 'alaih dari hadits Anas dan Sahl bin Sa'ad)
Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita sekarang
sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang telah menyimpang
dari agama. Masalah ini pun sebenarnya tidak perlu mengambil
sumber dari mimpi-mimpi, karena kita sudah mempunyai kitab Allah dan
sunnah Rasul yang sudah memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah
berfirman:
"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah
Kucukupkan
nikmat-Ku atas kamu,dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ..." (Al
Maa'idah: 3)
Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah disempurnakan
Allah ini masih memerlukan keterangan yang diwasiatkan oleh orang yang
tidak dikenal itu, berarti dia meragukan kesempurnaan dan kelengkapan
Dinul Islam. Islam telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan
wasiat apa pun.
Isi wasiat tersebut justru merupakan indikasi yang
memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut. Sebab,
pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau
menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya
akan mati, dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan
oleh seorang manusiapun (yang normal pikirannya),terhadap kitab
Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang
membaca Al-Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian
menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak,akan terkena
musibah.
Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih
Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak
ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.
Kalau Al-Qur'an dan Sunnah Rasul saja tidak begitu, maka bagaimana
dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini merupakan sesuatu yang
tidak mungkin dibenarkan oleh akal orang muslim yang memahami Islam
dengan baik dan benar.
Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di negeri ini
dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat tersebut ia mendapat rezeki
sekian puluh ribu rupiah. Semua itu merupakan khurafat dan penyesatan
terhadap umat Islam dari jalan yang benar dan dari mengikuti
Sunnah serta peraturan Allah terhadap alam semesta.
Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya.
Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat seperti dalam wasiat
itu adalah merupakan upaya untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal
pikiran umat Islam.
Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak
membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak
mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu
tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw. sebagaimana yang dikatakan
oleh penulis selebaran yang batil itu.
Sesungguhnya syafaat Nabi saw. juga diperuntukkan bagi umatnya yang
pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah disebutkan dalam
hadits-hadits sahih (dan tidak perlu bersumberkan pada wasiat
lewat mimpi; penj.) bahwa Rasulullah bersabda:
"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat
ialah orang yang telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan
ikhlas dan lubuk hatinya." (HR Bukhari)
Kami mohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga Ia berkenan menjadikan
umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga memberi petunjuk dan
bimbingan kepada mereka ke jalan yang lurus, serta melindungi
mereka agar tidak mempercayai berbagai khurafat,khayalan, dan kebatilan.
Referensi :
Fatwa-fatwa Kontemporer Jilid I, DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Gema Insani Press
(GIP)
"Erwin Kurnia" <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 06/16/2007
10:18:15 AM
Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
<[email protected]>
Sent by: [EMAIL PROTECTED]
To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
<[email protected]>
cc:
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Fw: mohon dibaca sejenak
Kategori Al-Masaa'il
Wasiat Bohong : "Dari Syaikh Ahmad Penjaga Kubur Rasulullah"
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepada siapa saja diantara
orang-orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka
dengan agama Islam, dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para
pendusta yang bohong dan tengik.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Amma ba'du :
Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada Syaikh Ahmad Khodim Al
Haram An Nabawi,
Dengan judul :
"Ini Adalah Wasiat Dari Madinah Munawwarah Dari Ahmad Khodim Al Haram An
Nabawi "
Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jum'at aku pernah tidak
tidur, membaca Al Qur'an, dan setelah membaca Asma'ul Husna aku bersiap
siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa
sallam yang telah membawa ayat ayat Al Qur'an dan hukum hukum yang mulia,
kemudian beliau berkata : wahai Syaikh Akhmad, aku menjawab : ya, ya
Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah, beliau
berkata kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu,
sehingga aku tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari
hari Jum'at ke Jum'at telah meninggal dunia sekitar seratus enam puluh
ribu jiwa (160 000) dengan tidak memeluk agama Islam .
Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan
berkata : "maka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah Maha
Perkasa", selanjutnya beliau menyebutkan sebagian tanda tanda hari kiamat
dan berkata :" wahai Syaikh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada mereka,
sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang menulisnya
dan mengirimnya dari suatu negara ke negara lain, dari suatu tempat ke
tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan barang siapa
yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya syafaatku
di hari kiamat nanti, barang siapa yang menulisnya sedangkan ia fakir maka
Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan
melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua
orang tuanya, berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahirat".
Kemudian beliau melanjutkan :" Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika
aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam,
barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan
neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah ia".
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat
bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umat manusia secara
terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.
Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif,
diantaranya pendusta itu mengatakan bahwa ia (Syaikh Ahmad) melihat
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia
melihatnya ketika berjaga (tidak dalam mimpi), ia juga telah mendakwakan
(dalam wasiat itu) berbagai hal yang jelas jelas bohong dan bathil, dan
kami akan terangkan nanti Insya Allah.
Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang
tentang kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang-terangan, ketika
kami membaca selebaran terahir ini, kami ragu ragu menulisnya, karena
jelas kebatilannya dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga
sebelumnya hal itu bisa laku di kalangan orang-orang berakal sehat, bahkan
banyak dari kawan kami yang memberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah
tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.
Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan
ketidakbenaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah Shalallahu
'alaihi wa sallam, sehingga tak seorangpun dapat tertipu olehnya.
Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang
berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu bahwa hal itu
adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telah menanyakan
kepada keluarga dekat Syaikh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan
kepadanya, tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu
merupakan pembohongan terhadap almarhum Syaikh Ahmad, sebab beliau belum
pernah mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia,
seandainya Syaikh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat daripadanya
mendakwakan bahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau
berjaga, kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu
bohong belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan di bawah
ini.
Diantaranya : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan
dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika
ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihat Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau
beliau menghadiri peringatan maulid atau yang lainnya, maka betul-betul ia
telah berbuat salah dan menyeleweng, karena sesungguhnya mayat itu akan
bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari
kiamat" [Al Mu'minun, 15-16]
Dengan demikian berarti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan
bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti
sekarang ini, barang siapa yang menyalahi itu berarti ia jelas pembohong
dan penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui
oleh ulama salaf, para sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam,
dan para pengikut mereka dengan sebaik-baiknya.
Kedua : bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tidak akan
mengatakan sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik di masa hidupnya maupun
sesudah wafatnya, dan wasiat di atas tadi benar-benar telah menyalahi
syariatnya secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di
bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dapat dilihat
dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia
betul-betul melihatnya, karena syetan tidak bisa meyerupai wajah beliau,
sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits hadits shohih. Yang paling
penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya,
keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ? Apakah ia melihat wajah
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam atau yang lainnya ? Jika ada
hadits disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam di masa
hidupnya diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan
kuat hafalannya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum
(argumen), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan
dengan riwayat para perowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat
hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan,
maka yang pertama dimansukh (dihapus masa berlakunya) oleh yang kedua, dan
tidak boleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan
dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan
untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya dan lebih rendah
tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi
syadz (bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak bisa
diamalkan.
Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia
telah menukil dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, tidak diketahui
keadilan dan amanatnya ? Benar benar wasiat ini harus ditinggalkan dan
tidak perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan
syariat Islam, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal
hal yang menunjukkan kebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang
tidak diizinkan oleh Allah, sedangkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa
sallam pernah bersabda :
"Artinya : Barang siapa yang mengatakan sesuatu hal (yang dinisbatkan
kepada saya) yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah
ia menduduki tempatnya dari api neraka".
Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau
tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan
pada dirinya sendiri, bagaimana ia akan bebas dari azab Allah Subhanahu wa
Ta'ala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat-cepat bertaubat kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa
ia telah mendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan
diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali dengan
mengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali
kepada jalan yang lurus.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Artinya : Sesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah
Kami turunkan, berupa keterangan keterangan (yang jelas) dan petunjuk,
setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu
dilaknat Allah dan dilaknat(pula)oleh semua (makhluk)yang dapat melaknat,
kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan
menerangkan (kebaikan), maka terhadap merekalah Aku (Allah) menerima
taubatnya dan Akulah penerima taubat lagi MahaPenyayang" [Al Baqarah :
159-160]
Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang
menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali
jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskan kebenaran tersebut, Allah
telah menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan
ni'mat-Nya kepada mereka dengan mengutus Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi
wa sallam, dan wahyu yang diturunkan kepadanya adalah sempurna, beliau
tidak akan dicabut nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya,
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman-Nya :
"Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Kucukupkan kepadamu nu'matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama
bagimu" [Al Maidah : 3]
Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi
manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang
mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yang menolak
syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak
menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qur'an, yang mana jika seseorang
tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara
lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa
sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan
jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu, ia telah berani
berbuat bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qur'an yang mulia dan
mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu
tempat ke tempat yang lainnya, tidak akan mendapatkan keutamaan seperti
itu jika ia tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh
keutamaan itu jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari
suatu negara ke negara yang lain. Barang siapa yang tidak menulis Al
Qur'an dan tidak mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain,
maka tidak diharamkannya baginya syafaat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa
sallam, jika ia benar-benar mengimaninya dan mengikuti syariatnya, satu
kebohongan dalam wasiat ini saja sudah menjadi bukti atas kebatilannya,
kebohongannya yang jelas, kecerobohan, kebodohan, dan jauhnya dari ajaran
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.
Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal-hal yang
menunjukkan ketidakbenaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah
seribu kali atau lebih atas kebenarannya.
Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan
tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas sebenarannya, maka tetap
ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar,
bahkan saya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan
itu merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina,
kita bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada
kita dan kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu
kesaksian kita sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan
bohong kalau dinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam,
semoga Allah membuat hina orang orang yang menisbatkan wasiat itu kepada
Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, dan menyiksanya sesuai dengan
perbuatannya.
Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut adalah
Pertama :
Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :" karena dari Jum'at ke
Jum'at telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk
agama Islam ", kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah berhenti setelah beliau
wafat, sedangkan pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana
mungkin hal itu bisa terjadi sepeninggal beliau ?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Artinya : Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak
(pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui
apa yang telah diwahyukan kepadaku, katakanlah, apakah sama orang yang
buta dengan orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
[Al An'am : 50]
"Artinya : Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan
mereka akan dibangkitkan" [An Naml : 65]
Dalam hadits shahih disebutkan, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa
sallam bersabda :
"Artinya : Banyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku pada hari
kiamat nanti, maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku,
mereka sahabat sahabatku, maka dikatakan kepadaku : sesungguhnya engkau
tidak tahu tentang apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka
aku berkata sebagaimana hamba sholeh(Nabi Isa) berkata :" Dan aku menjadi
saksi bagi mereka selama aku hidup bersama mereka, maka setelah Engkau
telah mewafatkan aku, Engkaulah yang menjadi penguasa bagi mereka dan
sesungguhnya Engkau MahaMengetahui atas segala sesuatu".
Kedua :
Ungkapan yang mengatakan : "Barang siapa yang menulisnya sedangkan ia
orang fakir, maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka Allah
akan melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akan mengampuninya serta
kedua orang tuanya berkat wasiat ini, ... dan seterusnya", ini merupakan
kebohongan besar dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu, betapa ia
tidak punya malu terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di
atas tidak bisa dicapai hanya dengan menulis Al Qur'an, apalagi menulis
wasiat ini yang jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa ini hanyalah akan
mengkaburkan manusia saja, serta menjadikan mereka selalu bergantung
kepada wasiat itu, sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan
keutamaan yang dijanjikan, dengan meninggalkan tuntunan yang telah
disyari'atkan Allah kepada hamba hambaNya, ia menjadikan wasiat itu
sebagai sarana mencapai kekayaan, membayar hutang, dan ampunan Tuhan, kita
berlindung kepada Allah dari kehinaan, mengikuti hawa nafsu dan syetan.
Ketiga :
Isi kandungannya yang berbunyi :"Sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan akhirat".
Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebatilan wasiat
tersebut serta pengecutnya pendustanya, mana ada orang yang berakal akan
menerima perkataan itu, pembawa wasiat itu adalah seorang manusia yang
hidup pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya,
ia mendakwakan kebohongan atas diri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa
sallam dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin
dengan tiga jaminan di atas.
Maha Suci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar, bukti bukti
dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan pendusta
itu, betapa besar dosanya di sisi Allah, sebab kelancangannya benar-benar
ia tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah banyak
orang yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak hitam,
di lain pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini, namun mereka
masih juga tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam
kefakirannya.
Maka marilah kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari
kecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat-sifat dan balasan-balasan
di atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang orang
yang menulis kitab suci Al Qur'an, kitab yang paling mulia dan paling
agung, bagaimana hal itu bisa dicapai oleh orang yang menulis wasiat
bohong, wasiat yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam
macam kekafiran.
Maha Suci Allah, alangkah sabarnya Dia (Allah) terhadap hamba hamba yang
berbuat dusta atas-Nya.
Keempat :
Isi wasiat ini berbunyi :"Barang siapa yang percaya kepada wasiat ini,
pasti akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah dia".
Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong, dengan
kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai tipu
dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika
memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka
ia pantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan
sesuatu yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya
maka ia pasti dianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena
dakwaannya tidak berdasar dalil.
Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong belaka,
pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak di
izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka
apa apa yang tidak ada didalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan
mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu
sebelum datangnya pendusta ini.
Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan-kawan seagama,
janganlah percaya terhadap dakwaan-dakwaan dusta seperti ini, jauhilah
penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu disinari
oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya,
bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan,
dan janganlah tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis
telah bersumpah kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya
ia sebagai penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong
penghianat dan pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al
Qur'an :
"Artinya : Dan dia (syetan) bersumpah kepada keduanya (Adam dan Hawa),
sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu
sekalian " [Al A'raf : 21]
Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta ini dan
para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah
bohong, mengingkari janji, dan menghiasi perkataan-perkataannya untuk
membujuk dan menyesatkan.
Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin semua
dari segala kejahatan syetan, fitnah orang-orang yang menyesatkan,
penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah
Subhanahu wa Ta'ala, mereka hendak membaurkan agama dan memadamkan cahaya
Allah dengan mulut-mulut mereka dan mengkaburkan agamaNya bagi umat
manusia, tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong
agama-Nya, walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan
pengikutnya maupun orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.
Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya
kemungkaran kemungkaran adalah realitas, dan Al Qur'an dan hadits pun telah
memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya (Al Qur'an dan Hadits)
terdapat hidayah dan kecukupan. Mari kita memohon kepada Allah, agar
berkenan memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memberi karunia kepada
mereka untuk tetap mengikuti yang haq dan tetap konsisten dalam
menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya dan meminta ampunan-Nya
dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat,
Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.
Adapun yang telah disebutkan tentang tanda-tanda hari kiamat, maka hal itu
sudah dijelaskan oleh hadits-hadits shahih, selain juga Al Qur'an telah
menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia dapat
mendapatkannya pada bab-bab tertentu dalam buku buku hadits serta karangan
karangan para ahli ilmu dan iman.
Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itu tidak
diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampur adukan antara
yang haq dan yang batil, cukup Allahlah sebagai penolong kita, Dia sebaik
baik pelindung, tak ada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali di tangan
Allah.
[Disalin dari buku Waspada Terhadap Bid'ah, Penulis Syaikh Abdullah Bin
Abdul Aziz Bin Baz, Penerbit Departemen Agama Saudi Arabia]
Sumber :
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1201&bagian=0
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************