Assalamu'alaikum wr.wb

Mau tanya sedikit ?

Sesuai dengan tulisan bahwa  Di masa Rasulullah SAW, bai'at bukanlah pintu
gerbang untuk menjadi anggota jamaah muslimin. Pintu gerbangnya hanya satu,
yaitu mengikrarkan dua kalimat syahadat. Adapun bai'at Aqabah I, Aqabah II,
Bai'at Ridhwan, sama sekali tidak terkait dengan keanggotaan para shahabat
terhadap jamaah Rasulullah SAW.

Bagai mana dengan masa sesudah Rasulullah SAW ( dari masa Khulafurrasyidin
kesini ) apakah perlu bai'at ?, karena yang saya tahu sebelum Rasul di makam
kan, diangkat Abu Bakar sebagai khalifah dengan cara di bai'at, dan seluruh
kaum muslimin saat itu membai'at Abu Bakar sebagai khalifah, bukan hanya
sekelompok orang saja

 

Jazakumullah atas penjelasannya

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: Rudy Swardani [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 18 Juni 2007 9:49
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] [Fwd: Re: Memilih Jamaah yang Mana?]

 

bacanya dicerna dengan benar

Ustadz menjelaskan jama'ah hanya satu yaitu Jamaah Muslimun

atau Jamaah Islamiyah yang sekarang sudah menjadi brand image teroris,

apakah anda berani jadi jamaahnya ?

berikut di bawah ada artikel menarik yg pernahsaya forward ke milis ini

 

mari kita berkaca kejadian di Palestine karena perbedaan jamaah

Fatah & Hamas yang sama2 muslim yg seharusnya bersatupadu

melawan yahudi malah perang saudara, dan lucunya Fatah minta bantuan senjata
pada Israel

 

satu lagi kejadian di perumahan graha melasti tambun jamaah salafi dan
segala

aktifitasnya di Masjid tsb diusir oleh jamaah Nahdiyin 

bahkan hari ahad kemarin (17 juni 2007) mendeklarasikan diri sebagai jamaah
anti salafi.

(ana dapat undangannya tapi nggak mau hadir)

hal ini sungguh sangat berlebihan perbedaan furu' bisa menjadikan perpecahan
di tengah umat.

lebih bagus klo acara tsb untuk membicarakan menggiatkan sholat subuh
berjamaah

selain daripada itu yang jadi korban bukan hanya salafi saja yang dimusuhin
oleh Nahdiyin

jamaah lain yang bukan salafi seperti  Tarbiah, MMI, HT juga ikut dimusuhin
sebab Nahdiyin melihatnya 

mereka semua mirip-mirip kali..

 

pas masa-masa pemilu perbedaan furu' dibawah kemasalah politik

ada partai sekuler yang tidak pernah membawah aspirasi umat islam

pas pemilu ikut ngomoingin Islam tapi isinya adudomba

mereka bilang PKS anti Qunut kalau PKS menang Qunut Subuh dilarang katanya

padahal NU & Muhammadiyah sudah lama akur masalah Qunut ini..

 

klo kita amati orang jawa yang selalu hidup rukun dan jarang terjadi konflik
ternyata kuncinya 

ada pepatah "ngono-ngono yoh ojo ngono" (mungkin Pak Ardiansyah dari damar
kurung bisa menjelaskannya)

 

 

Wassalammualaikum Wr.Wb.

 

Rudy Swardani

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of KURNIAWAN
Sent: 15 Juni 2007 17:40
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] [Fwd: Re: Memilih Jamaah yang Mana?]

Wa'alaikum salam

Afwan akhi..ana cuma kurang puas dan kurang jelas dengan jawabannya,lalu
ustadz sendiri ada di jama'ah yang mana? maaf terlalu frontal
pertanyaannya?kurang lebihnya ana minta maaf

 

tolabul ilmi nih..

wassalam

----- Original Message ----- 

From: Misbahudin <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: Forum <mailto:[email protected]>  Ukhuwah Pekerja Muslim di
Kawasan EJIP 

Sent: Friday, June 15, 2007 2:42 PM

Subject: [ FUPM-EJIP ] [Fwd: Re: Memilih Jamaah yang Mana?]

 

Assalamulaykum,

mohon maaf sebelumnya, apa yang diuraikan pak ustadz dibawah sudah sangat 
jelas & sangat bijaksana sesuai dengan keilmuannya.
kalo pak ustadz harus menjelaskan satu per satu karakteristik tiap jama'ah,
saya kira
tidak mungkin karena terlalu banyaknya jumlah jama'ah. di Indonesia saja
sudah banyak, belum lagi yang diluar sana.

wassalam
misbah



mohon maaf sebelumnya

jawaban Ustadz Ahmad sarwat saya rasa kurang tegas selalu membias akhirnya
balik lagi kepersoalan,seharusnya juga di jelaskan dari masing masing jamah
tersebut karakteristiknya

Kalau pak ustadz menyarankan "silahkan masuk jamaah mana saja" saya rasa
tidak perlu banyak penjelasan karena jawabannya "kembali ke laptop"

maaf kalau tidak berkenan 

----- Original Message ----- 

From: dody <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: Forum <mailto:[email protected]>  Ukhuwah Pekerja Muslim di
Kawasan EJIP 

Sent: Friday, June 15, 2007 10:10 AM

Subject: [ FUPM-EJIP ] Memilih Jamaah yang Mana?

 


Memilih Jamaah yang Mana?


Kamis, 14 Jun 07 06:22 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, 

Ustadz yang dirahmati Allah. Seperti kita ketahui bersama sekarang ini
banyak jamaah-jamaah di dalam Islam, seperti salafiah, tarbiyah, Jamaah
Tabligh dan sebagainya.

Pertanyaan saya adalah: harus memilih jamaah yang manakah saya, agar saya
selamat dunia dan akhirat? Dan berdosakah saya jika tidak berjamaah? Sebab
ada hadits yang menyebutkan agar kita berjamaah. Sebelumnya saya ucapkan
terima kasih.

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Csuntana


Jawaban


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Hadits tentang wajibnya berjamaah itu memang benar. Hanya konteksnya di
zaman sekarang ini perlu kita pahami secara benar.

Apakah benar bahwa siapa saja yang tidak ikut ke dalam kelompok-kelompok
yang anda sebutkan itu, lantas dianggap tidak akan masuk surga? Apakah
kelompok-kelompok itu representasi yang sah tentang sebuah jamaah yang
dimaksud oleh Rasulullah SAW?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab. Mengapa?

Karena seolah-olah bila kita tidak memilih salah satunya, kita ini bukan
umat Islam. Sebab ancamannya tidak akan masuk surga. Apakah seorang muslim
tidak cukup hanya menjadi umat Islam saja, tanpa harus ikut-ikutan menjadi
anggota sebuah kelompok jamaah tertentu?

Kelompok Bukan Representasi Jamaah Muslim 
Sebenarnya berbagai macam kelompok umat Islam yang ada sekarang ini, sama
sekali bukan representasi dari jamaah muslim yang banyak disebutkan di dalam
hadits-hadits tentang jamaah.

Sebab kelompok-kelompok itu tidak ada mirip-miripnya dengan jamaah muslimin
yang dahulu digagas dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.

Di antara beberapa perbedaan mendasar antara lain adalah:

1. Jamaah muslimin di masa Rasulullah SAW hanya ada satu, tidak dua, tiga,
empat atau ribuan seperti yang ada sekarang ini.

2. Setiap umat Islam di masa Rasulullah SAW otomatis dianggap sebagai
anggota jamaah muslimin. Tidak ada seorang muslim pun yang dianggap bukan
anggota jamaah muslimin.

Berbeda di zaman sekarang ini, di mana para petinggi kelompok tertentu ada
yang sampai menuduh bahwa orang yang tidak ikut ke dalam barisannya sebagai
bukan umat Islam.

3. Di masa Rasulullah SAW, bai'at bukanlah pintu gerbang untuk menjadi
anggota jamaah muslimin. Pintu gerbangnya hanya satu, yaitu mengikrarkan dua
kalimat syahadat. Adapun bai'at Aqabah I, Aqabah II, Bai'at Ridhwan, sama
sekali tidak terkait dengan keanggotaan para shahabat terhadap jamaah
Rasulullah SAW.

Berbeda dengan sebagian metode kelompok-kelpompok di masa sekarang ini yang
menjadikan bai'at sebagai pintu gerbang untuk menjadi anggotanya. Kalau
belum dibai'at maka dianggap belum menjadi anggota, hanya menjadi simpatisan
semata.

Kalau bai'at itu hanya dijadikan semata sebagai proses menjadi anggota
sebuah kelompok atau organisasi, mungkin tidak masalah. Tetapi kalau bai'at
itu dipercaya sebagai bagian dari apakah seorang itu dianggap berjamaah atau
tidak secara syar'i, maka pemahaman ini kontradiktif.

Sebab kalau ada orang tidak ikut dalam kelompok itu, apakah boleh dianggap
sebagai orang yang tidak berjamaah sebagaimana hadits yang disabdakan oleh
Rasulullah SAW? Pemahaman ini akan menjerumuskan semua umat Islam sedunia
ini sebagai bukan bagian dari umat Islam, karena 1, 5 milyar (1.500.000.000)
umat Islam di dunia ini, tidak ada satu pun yang berstatus sudah berjamaah.
Kecuali beberapa ribu orang yang berbai'at kepada jamaah itu.

Pemahaman seperti inilah yang pada gilirannya akan menggiring orang awam
kepada pemahaman keliru tentang takfir. Seolah-olah, siapa pun yang tidak
ikut ke dalam kelompoknya, berarti tidak berjamaah. Dan kalau tidak
berjamaah, berarti akan masuk neraka. Dan kalau pasti masuk neraka, bukanka
berarti kelompok itu sudah mengkafirkan seorang muslim?

Silahkan Ikut Kelompok

Apa yang kami sampaikan di atas bukan berarti kami melarang umat Islam untuk
ikut aktif di berbagai kelompok yang ada. Sama sekali tidak. Silahkan saja
ikut berbagai macam kelompok yang ada.

Tetapi yang penting, jangan saling menjelekkan, jangan saling mencaci,
jangan saling menghina dan jangan saling menuduh kafir antara sesama
kelompok di tengah umat. Sebaliknya, semua kelompok itu, yang mana saja,
wajib hukumnya untuk duduk bersama serta saling bersinergi satu sama lain.

Jangan jalan sendiri-sendiri seolah-olah tidak merasa butuh dengan
saudaranya. Bukalah pintu hati untuk keberadaan kelompok lainnya. Toh, tidak
mungkin masalah umat Islam ini dikerjakan sendirian saja. Kita butuh banyak
tenaga yang mungkin tidak kita miliki di dalam barisan kita sendiri. Mungkin
tenaga itu justru ada di dalam kelompok lain. Maka tidak ada yang salah
kalau kelompok-kelompok itu saling bekerja sama di semua bidang.

Toh tujuan mereka sama, yaitu berjuang membela agama Islam dan menjadikan
Islam sebagai agama yang dianut dan dijalankan oleh umat.

Mengapa pula kita harus saling gasak, saling gesek dan saling gosok?
Bukankah tindakan dan sikap negatif seperti itu malah bertentangan dengan
karakteristik jamaah muslimin yang digagas oleh Rasululah SAW?

Semoga Allah SWT menyatukan umat Islam seluruhnya ke dalam satu barisan di
belakang bendera Rasulullah SAW, serta saling mengasihi satu sama lain,
amin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Ahmad Sarwat, Lc 


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net <http://www.usahamulia.net> 

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
********************************************************


______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
<http://www.messagelabs.com/email>  
______________________________________________________________________


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************


______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
______________________________________________________________________

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke