Arsip Artikel Keluarga Sakinah :

Waspada Terhadap Olok-Olok


Sebuah penelitian lapangan di Jerman tentang "sebab-sebab terbesar
terjadinya percekcokan rumah tangga" menemukan bahwasanya saling
memperolok-olok antar suami istri terutama yang dilakukan di depan
orang lain merupakan sebab terbesar terjadinya permasalahan keluarga.
Apabila Allah sejak dahulu sudah melarang kita dari memperolok-olok
orang lain maka tidak diragukan lagi bahwasanya seorang suami
mengolok-olok istrinya ataupun sebaliknya pun termasuk hal yang
dilarang.

Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah salah satu kaum mengolok-olok
kaum yang lain, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang
mengolok-olok, dan janganlah para wanita mengolok-olok sebagian wanita
yang lain, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik daripada yang
mengolok-olok." (Q.S. Al-Hujurat).

Bahkan olok-olokannya pada suami kepada istri-istrinya lebih keras lagi
larangannya, karena Allah telah berfirman bahwasanya istri adalah
pakian bagi suaminya.

Allah berfirman:
"Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakian bagi mereka
(Q.S. Al-Baqorah).
Dan manusia menutup dirinya, berhias dengan memakai pakaian dan tidaklah
mungkin ia mengolok-olok apa yang di kenakan dan yang menghiasi dirinya.
Bahkan seharusnya ia harus berbangga dan berbesar hati karenanya.

Sifat mengolok-olok memiliki banyak macamnya. Berkata imam Al-Qurthubi :
"Mengolok-olok maknanya adalah menghinakannya, merendahkannya,
mengungkap aib-aibnya, mencelanya untuk ditertawakan. mengolok-olok
bisa dalam bentuk perbuatan, ucapan, isyarat, mentertawakan hal yang
lucu atau salah dari perbuatan orang lain, sinis."

Sesungguhnya mengolok-olok itu bisa melukai jiwa dan menyedihkan hati
menyakitkan perasaan. Maka hendaklah seorang suami hati-hati jangan
sampai memperolok-olok bentuk tubuh atau pakaian, prilaku ucapan
pendakat ataupun keluarga istrinya.

Demikian juga seorang istri jangan sampai mengolok-olok pendapat,
prilaku, pakaian ucapan, keluarga suaminya.
Jika seorang suami melihat kesalahan istrinya dan ingin menasehatinya
maka dia bisa memberikan nasehat dengan penuh kasih sayang dan lembut
serta tetap menumbuhkan semangat istrinya.

Penelitian tersebut memberikan penjelasan tentang bagaimana olok-olokan
merupakan awal sebab terjadinya perselisihan suami-istri. Andai saja
sepasang suami-istri muslim menjauhi sefat olok-olok ini karena
mentaati perintah Allah maka akan hilanglah perselisihan dan
percekcokan dalam keluarga tersebut.

Telah shahih sebuah ucapan Rasulullah bahwasannya beliau bersabda :
"Kesombongan adalah menolok kebenaran dan merendahkan martabat
manusia".
Ibn Katsir berkata,"Yang dimaksud adalah mengolok-olok, meremehkan
mereka, dan ini haram. Sebab boleh jadi orang yang diolok-olok lebih
mulia kedudukan disisi Allah atau lebih dicintai."

Allah berfirman: "Celakalah para humazah dan lumazah."
Humazah adalah mengolok-olok dengan ucapan, Lumazah adalah :
memperolok-olok dengan perbuatan. Berkata Al-Mujahahid, "Humazah dan
Lumazah adalah mengolok-olok dengan tangan, mata, dan lisan.
Oleh karena itu, salah seorang dari suami istri dikatakan telah
melakukan mengolok-olok kepada pasangannya dengan kata-kata yang keluar
dari lisannya, dengan lirikan matanya, atau dengan isyarat tangannya
yang menunjukkan sebagai bentuk penghinaan.

Wahai para suami dan para istri, hendaklah kalian seia sekata didalam
menjauhi sifat olok-olok ini dalam sehari, dan janganlah kalian
mengulanginya untuk selamanya, serta janganlah kalian melupakan hadits
Nabi yang berbunyi:
"Karena kejelekan seseorang maka hal itu bisa menghinakan saudara
seIslam. (HR.Muslim).

Oeh : Muhammad Rasyid Al-Uwaid


-- 


------------------------------------
This message was sent using SNS IMP.

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke