Wa'alaikum salam, akhi Shidiq

Miris juga memang, ya...
Ketika jaman Rasulullah dan Shahabat banyak yang takut dengan kekayaan, di sini 
justru pemimpinnya yang kaya luar biasa.  Kadang saya merindukan ada 'Umar' 
yang sudi barang sekejap menengok perkampungan kumuh  tanpa  baju kebesarannya, 
sekedar mencari tahu adakahb rakyatnya yang kesusahan?

Tapi apa mungkin, ya?  Jangankan untuk ke perkampungan kumuh.  Di perjalanan, 
pun pejabat kita dikawal dengan ketat.  Jalan tol dikosongkan.  Jadi bagaimana 
'beliau-beliau'  dapat merasakan nikmatnya kemacetan?

Masalah utamanya adalah sistem.  Kita terjebak dalam sistem demokrasi yang 
'mahal' sehingga  pemimpin yang berkecukupan lebih punya kans untuk jadi 
pemenang.  Sistem demokrasi juga memungkinkan kejahatan masuk dalam sistem, 
asal kuat dan terorganisir.

Tapi apa pun itu, sejelek-jelek pemimpin, itu lebih baik daripada kaum tanpa 
pimpinan.    Disyukuri saja.... 

Tentu saja seraya berharap dan berusaha mengubah sistem yang ada dengan yang 
Islami.  akhi tentu lebih paham.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Aris W



  ----- Original Message ----- 
  From: Shidiq 
  To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' 
  Sent: 27-Jun-07 12:49
  Subject: [ FUPM-EJIP ] Fw: [Manager-Indonesia] Dosakah Mencalonkan 
Pemimpinyang Korup?


  copy paste 



------------------------------------------------------------------------------

  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami
   Sent: Tuesday, June 26, 2007 8:52 AM
  Subject:  Dosakah Mencalonkan Pemimpin yang Korup?


  Assalamu'alaikum wr wb,

  Saya heran juga melihat kekayaan para calon gubernur
  DKI saat ini. Fauzi (pegawai negeri) kekayaannya Rp 40
  milyar sementara Adang yang polisi Rp 28 Milyar.

  Dari mana mereka bisa sekaya itu?

  Kalau dari gaji, seandainya mereka kerja dari umur 20
  tahun selama 40 tahun dengan gaji Rp 30 juta per
  bulan, maka paling banter mereka hanya dapat Rp 14,4
  milyar saja. Ayah saya sendiri yang pensiunan pegawai
  negeri dengan pangkat equivalen dengan Mayor Jendral
  hartanya tak lebih dari Rp 500 juta. Padahal kami
  hidup sederhana dan tidak sekolah di sekolahan yang
  elit (cuma sekolah negeri). Jadi terus terang saya
  sekali lagi heran dengan prestasi mereka menumpuk
  kekayaan?

  Kiranya bukan hanya KPUD saja yang memeriksa total
  kekayaan. Tapi harusnya KPK juga meneliti dari mana
  kekayaan tersebut di dapat. Apakah dapat warisan,
  usaha sampingan, atau dari jalan yang haram? Apalagi
  setahu saya para pejabat tidak dibolehkan untuk
  berbisnis. 

  Allah saja ketika menghisab manusia tidak hanya
  menghitung total kekayaan. Tapi darimana kekayaan itu
  didapat dan kemana kekayaan tersebut digunakan. Apakah
  kekayaan itu didapat dengan jalan halal dan dihabiskan
  untuk sedekah. Atau didapat dengan jalan haram dan
  digunakan untuk menumpuk kekayaan dan foya-foya? Orang
  yang menumpuk harta kekayaannya dengan korupsi dan
  untuk foya-foya tidak akan punya kepedulian pada
  rakyat.

  Seandainya uang itu haram, maka mencalonkan dan
  memilih orang tersebut juga haram. Tadi pagi ada
  ceramah yang bilang bahwa orang yang membantu orang
  lain melakukan kejahatan, maka dia juga berdosa.
  Kemudian ada hadits yang menyatakan bahwa dalam
  kejahatan riba, bukan hanya pelaku riba saja yang
  berdosa, tapi juga penulis dan saksinya. Kenapa?
  Karena jika calon tersebut adalah koruptor, maka
  ketika mendapat kekuasaan lebih dia akan korupsi lebih
  hebat lagi.

  Maka berdosalah orang yang mencalonkan dan memilihnya
  jika dia tahu ada yang aneh dengan kekayaan calon yang
  dia dukung, tapi dia tidak berusaha mencari tahu
  apakah harta calonnya itu halal/haram. Menjauhi
  syubhat itu lebih utama.

  Lebih baik memililh pemimpin yang cerdas, amanah,
  jujur, bersih, dan sederhana ketimbang memilih calon
  yang kaya tapi korup.

  Pada akhirnya niat dakwah yang ada pada aktivis parpol
  Islam hendaknya tidak luntur. Jangan sampai semboyan
  bersih dan dakwah akhirnya berganti jadi "Berani Kotor
  itu Bagus" seperti kata seorang seniman.

  Kita berharap ada kejelasan informasi kekayaan
  calon-calon pemimpin kita. Mudah-mudahan didapat dari
  jalan yang halal.

  Wassalamu'alaikum

  ===
  Kekayaan Fauzi Rp 40 M, Adang Rp 28 Miliar - KOMPAS
  CYBER MEDIA
  Daftar kekayaan ini juga akan diumumkan di depan
  perwakilan parpol pengusung para calon. Adang-Dani
  diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fauzi
  ...
  www.kompas.com/ver1/Pilkada/0706/15/030346.htm

  ===
  Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
  Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

  __________________________________________________________


  __._,_.___ . 
  __,_._,___ 


------------------------------------------------------------------------------


  ********************************************************
  Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
  ********************************************************
  Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
  http://www.usahamulia.net

  Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]

  Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]
  ********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke