Dokumen Resmi Kuak Keterlibatan Pejabat Fatah Atas Tewasnya Yaser Arafat
www.eramuslim.com Selasa, 3 Jul 07 17:32 WIB <http://www.eramuslim.com/berita/send/7703165029-dokumen-resmi-kuak-keterlibatan-pejabat-fatah-atas-tewasnya-yaser-arafat.htm> Kirim teman <http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/dahlan.jpg> Sebuah situs berita menurunkan sebuah dokumen yang menyatakan keterlibatan petinggi Faksi Fatah Muhammad Dahlan terkait tewasnya Yaser Arafat pada November 2006 lalu. Situs berita News menyebutkan, teks dokumen itu berbentuk surat yang berasal dari Dahlan, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Pro Revolusioner Fatah, untuk Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz. Dalam teks dokumen tersebut Dahlan mengatakan, "Anda semua juga harus yakin bahwa apa yang telah saya pastikan terhadap diri saya di hadapan Presiden AS George Bush, maka saya siap untuk menyerahkan hidup saya sebagai harga (janji-janji) itu. Anda semua juga harus yakin bahwa Arafat sekarang ini tengah dalam hari-hari akhirnya. Tapi biarkan kami menuntaskannya dengan cara kami, bukan dengan cara kalian. " Lebih lanjut dalam surat itu Dahlan menegaskan bahwa AS merupakan negara yang beradab dan demokratis. "Kami tahu bahwa Anda semua tak bisa berinteraksi dengan para mafia. Kami tegaskan bahwa fase sekarang ini telah usai dan tak akan kembali lagi. Era pembalasan dan otoritas tunggal telah dimulai. Dan ini mengahruskan Anda semua bekerja sama secara total untuk terwujudnya target-target ini dan Anda semua harus lebih fleksibel, " papar surat itu. Surat itu juga menunjukkan kecemasan seorang Dahlan atas rencana Arafat mengajak Dewan Legislatif untuk mengeluarkan mosi tidak percaya atas kabinet. "Untuk solusi atas problem ini, harus ada koordinasi dan kerjasama serta memberinya tekanan-tekanan sehingga ia tidak mengambil langkah itu, " kata Dahlan. Surat yang berhasil dikuak Hamas di sekretariat keamanan itu mengatakan, "Kami telah mulai banyak membuat kubu-kub di anggota-anggota legislatif dengan cara teror dan iming-iming sehingga mereka berada di sisi kami bukan di sisi dia (Arafat). " Sementara terkait lembaga-lembaga yang bernaung di bawah PLO, dalam surat itu Dahlan menyebutkan bahwa Dewan Pusat Nasional harus segera dibubarkan dan orang-orangnya harus dienyahkan. "Saya berharap (lembaga-lembaga) itu ada di Tepai Barat dan Jalur Ghaza, " sambung dia. Pada bagian akhir surat itu Dahlan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Perdana Menteri Israel saat itu Ariel Sharon. "Terakhir, tak ada kata lain kecuali saya mengucapkan rasa terima kasih saya kepada Anda dan untuk perdana menteri Sharon atas kepercayaan yang terjalin di antara kita. Bagi Anda semua dengan segala hormat, " tutup Dahlan. Untuk diketahui, Dahlan, 45, adalah anggota legislatif dari Faksi Fatah. Dahlan pernah menjabat sebagai menteri, khususnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas keamanan Palestina pada rentang April-Oktober 2003 di era kabinet Mahmud Abbas. Dahlan adalah orang yang diduga keras dalang dari berbagai kekisruhan yang terjadi di Ghaza pada bulan-bulan terakhir. Dahlan juga dikenal luas sebagai orang yang sangat dekat dengan Israel dan AS, sampai-sampai Presiden AS Bush dalam beberapa tahun terakhir kerap memujinya saat hadir pada KTT Sharm Syaikh. (ilyas/im) Beda Sikap dengan Kerajaan, 16 Ulama Besar Saudi Nyatakan Dukung Hamas www.eramuslim.com Selasa, 3 Jul 07 14:05 WIB <http://www.eramuslim.com/berita/send/7703135434-beda-sikap-dengan-kerajaan-16-ulama-besar-saudi-nyatakan-dukung-hamas.htm> Kirim teman <http://www.eramuslim.com/fckfiles/Image/hamas1(2).jpg> Sejumlah ulama besar Arab Saudi menyampaikan sikap politiknya yang berbeda dengan sikap kerajaan Saudi yang mendukung Fatah. Para ulama Saudi itu mengeluarkan pernyataan sikap yang menyerukan seluruh rakyat Palestina untuk tidak meninggalkan jihad melawan dan mengusir penjajah Israel. Mereka juga menyerukan dukungan terhadap rakyat Palestina, khususnya Hamas yang kini menguasai Ghaza. Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh 16 ulama besar Saudi dari berbagai lembaga keagamaan. Termasuk tokoh ulama Islam Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Baraak, Safar bin Abdurrahman Al-Hawali, Muhammad bin Sa'id Al-Qahthani dan Sulaiman bin Hamd Al-Audah. Seperti diberitakan Reuters, pernyataan mereka antara lain berisi ajakan untuk "memelihara orientasi jihad dan dakwah yang telah tersebar di tengah-tengah rakyat Palestina dan mendukungnya." Tidak hanya itu, para ulama Saudi juga mengajak kaum Muslimin untuk menyalurkan dukungan dana kepada perjuangan Palestina. Pernyataan yag dikeluarkan pada tanggal 30 Juni itu menyebutkan, "Adalah hak rakyat Palestina atas kita semua untuk ditolong secara moril maupun materil. Shadaqah mempunyai keutamaan yang sangat tinggi terutama di kala terjadi kebutuhan yang mendesak. " Isi pernyataan ini berbeda dengan sikap politik kerajaan Arab Saudi yang mengikuti sikap AS dengan memberi dukungan pada PLO atau gerakan Fatah yang melengserkan kabinet pimpinan Hamas secara sepihak. Sejumlah pemimpin negara Arab, di bawah pimpinan Mesir, Saudi dan Yordania telah menyatakan dukungannya kepada kabinet darurat bentukan Abbas setelah kabinet pimpinan Hamas dibubarkan secara ilegal oleh Mahmud Abbas. (na-str/iol)
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
