..Subhanallah..

Seandainya semua keutamaan ini bisa kita raih, maka sungguh kita termasuk
insan yang sangat beruntung.

Mudah-mudahan kita lebih bersemangat untuk shalat Berjamaah di Masjid.

 

Keutamaan  Sholat  Berjama'ah  Di Masjid

 

Shalat berjamaah di masjid buat seorang laki-laki lebih utama dari pada
shalat berjamaah di rumahnya. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut
ini:

 

Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Shalat berjamaah
lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. " (HR Muttafaq 'alaihi)


 

Dan riwayat kedua namun lewat jalur Abi Hurairah ra. disebutkan, "dengan 25
bagian." Dan dari riwayat Abi Said menurut Bukhari dengan lafadz; "derajat."


 

Beberapa ulama menafsirkan hadits Rasulullah SAW tentang fadhilah shalat
berjamaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian atau 25 bagian,
dengan memberikan beberapa ketentuan, yaitu shalat berjamaah itu dilakukan
di masjid di awal waktu. 

 

Adapun shalat berjamaah di rumah, atau di masjid tapi di luar shalat
berjamaah yang utama, atau shalat sendirian tapi di masjid, semuanya di luar
maksud hadits di atas. 

 

Di antara rahasia fadhilah shalat berjamaah di masjid itu adalah :

 

1.     Sebelum berjalan ke masjid, ketika seseorang berwudhu' di rumahnya,
bukan berwudhu' di masjid, dia telah mendapatkan pahala atas wudhu'nya. 

2.     Ketika dia memakai pakaian dan wewangian dengan niat karena akan
masuk masjid, maka dia akan mendapat pahala tersendiri. Karena Allah SWT
telah memerintahkan agar seseorang berhias setiap masuk masjid. 

3.     Ketika seseorang berjalan ke masjid dengan melangkahkan kaki, maka
tiap langkah kakinya itu mendapatkan kebaikan tersendiri yang mendatangkan
pahala.

4.     Ketika masuk masjid, seseorang akan mendapat pahala bila membaca doa
masuk masjid.

5.     Masih ketika masuk masjid, dia juga akan mendapatkan pahala ketika
melangkah dengan kaki kanannya.

6.     Begitu masuk masjid, seseorang akan mendapat kesempatan mendapatkan
pahala dari shalat tahiyatul masjid.

7.     Kemudian ketika seseorang duduk di masjid sambil menunggu datangnya
waktu shalat, dia sudah terbilang melakukan i'tikaf bila dia meniatkannya.
Menurut mazhab As-syafi'iyah, i'tikaf bisa dilakukan asalkan dengan niat dan
berdiam di masjid, meski hanya sesaat saja.

8.     Begitu adzan berkumandang, dia juga akan mendapatkan kesempatan
mendapatkan pahala tersendiri dengan mendengarkan adzan dan menjawabnya.
Apalagi bila dia sendiri yang melakukan adzan.

9.     Setelah mendengar adzan, dia akan mendapatkan kesempatan mendapatkan
kebaikan lagi ketika membaca doa setelah adzan.

10.  Selesai doa adzan, dia akan mendapatkan lagi kesempatan mendapat pahala
dengan shalat sunnah qabliyah.

11.  Setelah iqamat didengungkan, lalu imam mengatur barisan, dia akan
mendapatkan pahala lagi bila ikut memperhatikan imam dan mengatur barisannya
agar lurus dan rapat.

12.  Pada saat shalat jamaah dilaksanakan, dia akan mengikuti semua gerakan
imam dengan baik. Kalau imam berdiri, maka dia berdiri, kalau imam rukuk,
maka dia rukuk, kalau imam sujud maka dia ikut sujud. Semua tindakannya
mengikuti imam itusudah mendatangkan pahala tersendiri.

13.  Ketika imam sampai pada bacaan "waladhdhaallin", maka dia menjawab,
"amiin." Jawaban itu mendatangkan pahala tersendiri.

14.  Dia juga akan mendapatkan pahala tersendiri ketika mengucapkan salam ke
kanan dan ke kiri, dibandingkan saat shalat sendirian di rumah, atau
berjamaah di rumah. Karena salam itu doa untuk orang yang di kanan dan
kirinya. Dan karena di masjid jumlah jamaahnya lebih banyak, maka doa yang
akan diterimanya jauh lebih banyak.

15.  Selesai shalat wajib, dia akan mendapatkan pahala lagi bila membaca
beberapa lafadz dzikir atau doa.

16.  Kemudian kesempatan berikutnya lagi adalah ketika dia melakukan shalat
sunnah ba'diyah shalat.

17.  Di dalam masjid, dia tentu akan bertemu dengan banyak jamaah shalat
lainnya. Ketika bertemu dan memberi salam, dia akan mendapatkan pahala
tersendiri.

18.  Sambil memberi salam, apabila dia juga berjabat tangan, maka dia pun
akan mendapatkan pahala tersendiri.

19.  Senyumnya kepada sesama saudaranya adalah sedekah. Dan ini akan
menambah lagi kesempatannya untuk mendapatkan pahala.

20.  Ketika hendak berpisah dengan sesama jamaah di masjid, maka dia akan
mendapat pahala bila mengucapkan salam atau membalas salam.

21.  Dia juga akan mendapatkan pahala bila diikuti dengan berjabat tangan
ketika akan berpisah dengan sesama muslim. 

22.  Ketika pulang dari masjid, dia membaca doa keluar masjid. Hal itu
menambah lagi pahalanya

23.  Di masjid terbuka kesempatan untuk berinfaq, maka bila dia memanfaatkan
kesempatan itu, dia akan mendapatkan pahala tersendiri dari berinfaq.

24.  Di dalam masjid seringkali digelar khutbah atau majelis ilmu (kultum).
Bila dia mendengarkan nasehat dan penyampaian ilmu dengan niat menjalankan
perintah Allah SWT dan karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya, maka dia
akan mendapatkan kebaikan tersendiri. 

25.  Ketika keluar, dia melangkah dengan kaki kirinya. Satu lagi tambahan
pahala akan didapatnya.

26.  Ketika pulang, dia mengambil jalan lain yang tidak sama dengan jalan
yang dilewati saat pergi ke masjid. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW yang
tentu mendatangkan pahala tersendiri.

27.  Setiap langkah kaki saat pulang dari masjid, maka dia akan mendapatkan
pahala lain tersendiri. 

 

Butir-butir kesempatan memetik pahala di atas bukan didapat dari nash yang
sharih dan menyatu, melainkan dari berbagai dalil yang berserak-serak,
kemudian dikumpulkan. Tentu saja jumlahnya tidak hanya 27 bagian saja, pasti
akan ada lebih banyak lagi. 

 

Namun uraian di atas hanya sekedar memberikan contoh salah satu versi
ijtihad para ulama ketika menguraikan rahasia mengapa shalat berjamaah di
masjid lebih utama dari shalat yang lainnya. 

 

Tentu saja tidak semua orang yang shalat di masjid berjamaah akan
mendapatkan semua kesempatan itu. Sebab tidak semuanya melakukan hal-hal di
atas. Tapi intinya kami ingin memberikan pemaparan bahwa di balik keutaman
shalat berjamaah di masjid itu, memang ada alasan-alasan logis yang bisa
ditarik sebagai landasan. 

 

Paling tidak, hal-hal di atas akan memberikan alasan mengapa shalat
berjamaah di masjid lebih utama untuk dikerjakan.

Wallahu a'lam bishshawab

 

Oleh : Ahmad Sarwat, Lc.

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke