-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of ^_^ ghodiy ^_^ Sent: Tuesday, July 17, 2007 10:25 AM To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' Subject: Spam:[ FUPM-EJIP ] 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak
Muqaddimah - 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak Segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan minta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barangsiapa diberi petunjuk Allah maka tiada satu pun dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah maka tiada satu pun dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wa ba'du: Islam memerintahkan orang tua untuk mendidik anak dan memikulkan tanggung jawab itu di pundak mereka. Firman Allah SWT. " Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Padanya ada malaikat yang kasar dan bengis yang tidak durhaka kepada Allah (dalam menjalankan) apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka. " (At-Tahrim : 6) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu 'Umar: " Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungjawaban) tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung¬jawaban tentang kepemimpinannya. " (Muttafaq 'alaih) Rasulullah SAW. telah meletakkan kaidah-kaidah dasar yang intinya adalah bahwa anak akan tumbuh sesuai dengan agama kedua orang tuanya. Merekalah orang yang secara kuat mempengaruhi anak-anaknya. Beliau bersabda : " Tidak ada seorang anak yang dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah. Maka ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. " (Bukhari) Abul-A'la mengatakan : " Pemuda-pemuda kami tumbuh-kembang Sesuai dengan pembiasaan bapaknya Anak muda tidaklah beragama berdasarkan otaknya. Orang-orang terdekatlah yang membentuk cara beragamanya. " Hal itu juga diisyaratkan oleh Imam Al-Ghazali. Beliau mengatakan, " Anak kecil siap menerima segala ukiran dan akan cenderung pada setiap yang diucapkan." Karenanya, jika kita mengajari dan membiasakan anak-anak kita dengan kebaikan maka mereka akan tumbuh dalam kebaikan itu. Mereka akan bahagia di dunia dan akhirat dan kita juga akan bahagia bersama mereka, insya Allah. Dan jika kita mengabaikan mereka sebagaimana binatang, mereka akan celaka dan binasa, dan kita turut celaka bersama mereka. Kita menanggung dosa akibat melalaikan tanggungjawab dan kewajiban kita terhadap mereka. Boleh jadi seorang bapak menyesali sikap tak mempedulikan anaknya dan menangisi apa yang telah ia lakukan. Akan tetapi apa arti tangisan itu bila nasi sudah menjadi bubur. Karenanya kita menemukan bahwa Islam memikulkan tanggungjawab pendidikan, dalam dimensinya yang paling jauh dan cakupannya yang paling luas, kepada para bapak, para ibu dan semua pendidik. Islam juga mengingatkan dan memperingatkan mereka bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka pada hari kiamat tentang amanah itu, adakah mereka menunaikannya; tentang risalah. itu, adakah mereka menyampaikannya; dan tentang tanggung jawab itu adakah mereka memikulnya? Allah swt. berfirman: " Maka demi Tuhanmu, niscaya Kami akan menanyai mereka semua, tentang apa yang mereka kerjakan. " (Al-Hijr 92-93) Firman-Nya pula: " Seandainya Allah hendak mengambil anak niscaya Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang diciptakan-Nya. Maha Suci Allah, Dialah Allah Yang Esa dan Maha Mengalahkan. " (Az-Zumar 4) Ibnul-Qayyim -semoga Allah merahmatinya- menegaskan tanggung jawab itu dengan mengutip perkataan para ulama seraya mengatakan, " Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada anak tentang orang tuanya. Barangsiapa mengabaikan pendidikan anak dan menelantarkannya maka ia telah melakukan puncak keburukan. Dan kebanyakan kerusakan pada anak diakibatkan oleh para orangtua yang mengabaikan mereka dan tidak mengajari mereka kewajiban agama dan Sunnah. " Pembaca budiman, anak bagaikan lembaran putih yang mungkin ditulisi apa saja sesuai dengan yang kita inginkan. Fitrahnya bersih tidak tercoret gambar apapun, seperti yang dikatakan Ibnu Maskawaih dalam Tahdzibul-Akhlaq. Sedangkan pendidikan dan pengajaran orang dewasa banyak menemui kesulitan sebagaimana dikatakan dalam pepatah rakyat: " kucing dewasa tidak bisa dididik ". Itulah yang dilukiskan seorang penyair: " Pendidikan di masa kecil akan bermanfaat, Sedangkan di saat tua dia tidak berguna, Sesungguhnya ranting jika engkau luruskan akan menjadi lurus, Sedangkan batang jika engkau luruskan tidak akan melunak. " Selain itu, masa kanak-kanak adalah fase pertumbuhan yang paling penting dan paling besar pengaruhnya terhadap jiwa. Sebab, seperti kita ketahui, fase itu merupakan masa pembentukan kepribadian. Karena itulah saya memutuskan untuk menulis seni, keterampilan, dan kaidah-kaidah pendidikan anak sesuai dengan konsep pendidikan Islam -seperti yang diarahkan oleh Rasulullah saw.- yang telah dijalankan oleh para pendahulu kita yang saleh dalam mendidik anak mereka. Saya juga merujuk kepada ilmu jiwa dan ilmu pendidikan moderen. Ini semua dimaksudkan agar kita dapat mempersiapkan anak kita sebagai orang-orang masa depan dan orang-orang abad mendatang yang penuh dengan tantangan; agar ia kelak menjadi orang yang tangguh dalam memikul segala beban dan mengemban tanggung jawab dan kemudian ia menjadi panutan karena kesucian jiwanya, kebersihan hatinya, ketinggian akhlaknya, keindahan perilakunya, keserasian penampilannya, dan kelemah-lembutan pergaulannya. Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In'ikasi Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi) Oleh Muhammad Rasyid Dimas
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
