Sikap Kaum Muslimin Saat Ini Terhadap Barat

Oleh : Ust. Nabiel Fuad Al-Musawa


APRIORI 


Sikap sebagian kaum muslimin yang menolak mentah-mentah terhadap nilai-nilai
Barat beserta konsekuensi-konsekuensinya, sehingga mereka mengisolasi diri
dari dinamika modernisasi sama sekali. Dampaknya adalah mereka mengalami
kemunduran & kejumudan serta keterasingan dalam kehidupan. Sikap ini tidak
sesuai dengan Al Qur'an & As-Sunnah (lihat QS. Ali-Imran 190-191), HR.
Turmudzi (Ilmu itu milik kaum muslimin yang hilang, dimana saja ia dapatkan
maka ia lebih berhak atasnya) & Sirah Nabi SAW serta Shahabat RA.


Sikap ini masih nampak pada sebagian kaum muslimin, seperti menolak
mentah-mentah mempelajari ilmu pengetahuan yang berasal dari Barat, sarana
teknologi dan segala sesuatu yang bersumber dari Barat adalah haram. Sikap
ini terlihat seperti pada sikap menolak speaker di sebagian mesjid, tidak
mau menterjemahkan khutbah saat shalat Jum'ah, dan sebagainya. 


***

PERMISIF 

Ini merupakan sikap yang dominan di masyarakat, sikap menyerah kalah, tunduk
patuh & silau, sehingga menjiplak habis-habisan tanpa proses penyaringan
lagi. Sikap ini diikuti dengan sikap memandang rendah terhadap semua yang
berasal dan berbau Islam. Mereka menganggap hukum-hukum Islam telah
ketinggalan jaman, mereka mengalami inferiority complex syndrome terhadap
Islam. 


Sikap ini terutama dialami oleh sebagian kaum pemuda & kaum intelektual muda
yang dididik dengan pengetahuan Barat tanpa dibekali dengan kerangka
berfikir yang Islami. Dampaknya adalah terjadinya kerusakan disegala bidang
kehidupan (korupsi, kolusi, sex-bebas, ectassy, tawuran, dan sebagainya.),
akibat keringnya bidang-bidang tersebut dari orang-orang yang memahami dan
mengaplikasikan nilai-nilai Islam. 


***

SELEKTIF 

Menerima & melaksanakan proses filterisasi kebudayaan Barat dengan paradigma
berfikir Islami, mana yabg sesuai dengan hukum dan nilai Islam diambil &
mana yang bertentangan ditolak & dijauhi. Ini merupakan pemahaman yang benar
dan dianut oleh para cendekia dan pemikir muslim mutakhir, sejak era
kebangkitan Islam akhir-akhir ini, yang dipelopori oleh Rasyid Ridha
(Mesir), Muhammad Iqbal (Palestina), Muhammad Abduh (Mesir), Abul A'la
Maududi (Pakistan) & Hasan al-Banna (Mesir). 


Menurut pemahaman ini bahwa ilmu pengetahuan yang bersumber dari Barat
banyak yang bermanfaat, asal dibingkai dengan nilai-nilai Islami, karena
ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut asalnya dipelajari ilmuwan Barat
dari kaum muslimin juga. 


Referensi : Madza Khasiral 'Alam bi Inhithathil Muslimin (Syaikh Abul Hasan
Ali al-Hasani an-Nadwi) 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke