Bahaya Peradaban Barat Modern
Oleh : Ust. Nabiel Fuad Al-Musawa
DR. Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya Islam Peradaban Masa Depan, menjelaskan
beberapa sisi lemah peradaban Barat yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin
saat kaum muslimin berinteraksi dan mempelajari ilmu pengetahuan dan
teknologi dari Barat.
1. Dekadensi Moral
Permisifisme (paham serba boleh) merupakan pangkal dari kerusakan moral dan
akhlaq ummat manusia saat ini, sehingga perlu diwaspadai dan ditangkal.
Kehidupan yang individualistik dan bebas tanpa batas, sehingga menabrak
aturan-aturan Islam serta tidak lagi memperhatikan halal dan haram telah
menimbulkan akumulasi kerusakan yang belum pernah dialami sepanjang sejarah
ummat manusia. Berbagai masalah psikososial bermunculan seperti depresi,
stress, drop-out, terlibat pemakaian obat terlarang dan minuman keras,
kehamilan pra-nikah, kekejaman fisik, tidak betah di rumah, tidak ingin
diatur dan yang paling memprihatinkan adalah berbagai penyakit seksual
seperti siphilis serta HIV/AIDS [1].
WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap hari jumlah infeksi baru bertambah
8.500 orang, 1000 diantaranya bayi dan anak-anak. Dan saat ini tidak ada
sebuah negara pun yang benar-benar terbebas dari HIV/AIDS. Di Indonesia
menurut WHO diperkirakan pada tahun 1997 sudah mencapai 35.000-50.000 orang
[2], sementara menurut Komisi Penanggulangan AIDS nasional dan beberapa
lembaga di UI diperkirakan sudah mencapai 40.000-100.000 orang yang
terinfeksi AID [3].
2. Keretakan Keluarga
. No Child Double Income yaitu suatu ajaran dari materialisme yang
menolak untuk memiliki anak berdasarkan banyak investasi yang harus
dikeluarkan, artinya jika tidak punya anak maka pendapatan akan bisa
dinikmati sepuasnya.
. Children without Parents/broken home, yaitu fenomena anak-anak
yang tidak mendapatkan perhatian dari orangtuanya, sehingga mencari
perhatian dengan menghambur-hamburkan uang, narkoba, tawuran, sex bebas, dan
sebagainya.
. Suami menuntut mantan istri dan sebaliknya. Fenomena kerusakan
institusi keluarga di Barat sudah sedemikian parahnya, sehingga terjadinya
saling tuntut antara suami istri yang bercerai (e.g. : kasus Jane Seymour,
Jane Fonda, Kim Bassinger, Susan dan Joane Collins, perancang busana Mary Mc
Vaden, dan bahkan diantara "suami-istri" lesbian Martina Navratilova dengan
"pasangannya").
. Ibu Sewaan. Hal lain yang mengerikan dari peradaban Barat yang
sedang "sakit parah" adalah berkembangnya lembaga yang menyewakan "rahim"
untuk menampung hasil pembuahan dari pasangan yang ingin punya anak, tapi
"malas" mengandungnya. Menurut penelitian antara 1976-1986 ada 600 bayi yang
dilahirkan melalui tabung dan wanita sewaan, diperkirakan masa datang "pusat
penetasan" ini semakin berkembang karena 15% pasangan suami istri Amerika
tidak subur dan mandul.
. Keluarga sejenis. Salah satu rekomendasi keputusan dari Konferensi
Modern Kependudukan dan Demografi Dunia di Kairo, adalah agar negara dunia
khususnya negara berkembang mendorong "hak" para pasangan dari 1 jenis
kelamin untuk "menikah" sebagaimana hak manusia lainnya. Dan Berkembangnya
"keluarga" 1 jenis kelamin ini jelas menentang fitrah manusia yang sehat dan
menimbulkan sakit, baik fisik (diantaranya AIDS) maupun mental (abnormal)
dan secara jelas ditentang dan diharamkan oleh Islam sampai akhir zaman (QS.
26 : 165-166).
.
---
[1] Saptandari, P. MA., Remaja, AIDS dan Permasalahannya : Suatu Tinjauan
Aspek Sosio Kultural. FISIP-Unair. Surabaya.
[2] Duarsa, WN., AIDS dalam Ebers Papyrrus Jurnal Kedokteran FK-UNTAR.
Jakarta. 1997.
[3] Roesin R., Kontroversi Epidemi HIV/AIDS dalam Media Komunikasi dan
Informasi Tentang Penyakit Menular Seksual HIV/AIDS - Waspada, DESEMBER 1996
(I) : 7-11.
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************