25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak
Kiat 7 : Tumbuhkanlah Rasa Percaya Diri RASULULLAH saw. menggunakan banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, antara lain: a. Memperkuat kemauan anak Ini dilakukan oleh beliau dengan dua cara: Pertama, membiasakannya menjaga rahasia. Seperti yang dialami oleh Anas Bin Malik dan Abdullah Bin Ja'far. Ketika anak belajar menjaga rahasia dan tidak membocorkannya, maka kemauannya tumbuh dan menguat. Dan karenanya rasa percaya dirinya menjadi besar. Kedua, membiasakan puasa. Ketika anak mampu bertahan dalam keadaan lapar dan haus karena puasa, ia akan merasakan kemenangan mengalahkan hawa nafsu. Maka kemapuannya menjadi kuatlah dalam menghadapi kehidupan. Dan itu akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Para sahabat sangat memperhatikan agar anak-anaknya berpuasa. Untuk itu me¬reka menyiapkan mainan saat anak-anaknya berpuasa agar mereka terhibur dan tidak merasakan panjangnya siang. b. Menumbuhkan kepercayaan sosial Ketika anak bergaul denga orang dewasa dan berkumpul dengan teman-teman sebaya maka akan tumbuh rasa kepercayaan sosialnya. Ini yang kita tangkap dari kesertaan para sahabat terhadap anak-anaknya. Anak-anak mereka biasa menghadiri majlis Rasulullah saw. karena orangtua mereka mengajaknya. 'Umar Bin Khaththab menemani anaknya datang ke majlis Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu 'Umar -semoga Allah meridhai mereka- bahwa Rasu¬lullah saw. bersabda, " Beritahukanlah kepadaku sebuah pohon yang mirip dengan seorang muslim. Ia memberikan buahnya setiap saat dengan izin Tuhannya dan daunnya tidak pernah gugur." Terlintas dalam benakku bahwa itu adalah pohon kurma. Tapi aku ti¬dak mau mengatakannya karena di sana ada Abu Bakar dan 'Umar. Mereka tidak berbicara. Maka Nabi berkata, "Itu adalah pohon kurma." Ketika aku luar bersama ayahku, aku mengatakan, "Ayah, - terlintas dalam benakku bahwa yang dimaksud adalah pohon kurma." 'Umar bertanya, "Apa yang menghalangimu untuk mengatakannya? Andai saja kamu mengatakannya, aku lebih suka" Ibnu 'Umar menjawab "Tidak ada yang menghalangiku untuk mengatakannya selain karena saya tidak melihat engkau dan Abu Bakar berbicara. Jadi aku tidak mau." Dalam riwayat lain disebutkan, "Ternyata aku adalah yang paling kecil, maka aku diam saja." Adalah Rasulullah saw. bergaul dan berinteraksi dengan anak-anak. Anas Bin Malik -semoga Allah meridhainya- mengatakan, "Adalah Rasulullah saw bergaul dengan kami hingga ia mengatakan kepada kami, 'Hai Aba 'Umair sedang apa burung kecil itu?' Kami menggelar tikar lalu beliau shalat dan membariskan kami di belakangnya. (HR. Ahmad) Jadi membawa anak ke majlis orang dewasa akan mengungkap kekurangan dan kebutuhannya. Sehingga dididik dapat mengarahkannya menuju kesempurnaan, mendorongnya untuk menjawab ketika ditanya, berbicara setelah minta izin dengan tatakrama dan kesopanan, belajar mengenal sedikit demi sedikit pembicaraan orang dewasa sehingg ia siap berkecimpung ditengah masyarakat. Demikianlah ia berproses secara bertahap. Menumbuhkan kepercayaan sosial pada anak juga dapat dilakukan dengan membiasakan mengucapkan salam. Kita melihat bahwa Rasulullah saw. dan para sahabatnya mempraktikan cara yang halus untuk menanamkam kebiasaan mengucapkan salam pada anak-anak. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas -semoga Allah meridhainya- bahwa ia melewati anak-anak lalu ia mengucapkan salam kepada mereka seraya mengatakan, "Adalah Rasulullah saw. melakukannya." Karenanya kita harus membiasakan anak agar memulai mengucapkan salam terutama bila masuk ke rumah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- bahwa Rasu¬lullah mengatakan, "Hendaklah orang yang naik kendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak." Dan dalam riwayat Bukhari, "Yang kecil kepada yang tua." At-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas -semoga Allah meridhainya- ia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Wahai anakku, jika kamu masuk kepada keluargamu maka ucapkanlah salam. Niscaya hal itu akan mendatangkan barokah kepadamu dan kepada keluargamu." (Hadits hasan shahih) Kita juga wajib membiasakannya untuk mengucapkan salam saat ia keluar dari rumah dan tidak mengucapkan salam kepada orang yang sedang membaca al-Qur'an atau sedang berdzikir, agar tidak mengganggunya. Bisa juga menumbuhkan kepercayaan sosial ini dengan cara mengutusnya untuk keperluan rumah atau keperluan orangtua. Dengan begitu ia ,mengenal liku-liku kehidupan, merasa gembira dengan bertambahnya wawasan, dan kemudian terbentuklah kepercayaan diri dalam menghadapi persoalan hidup, sesuatu yang membuatnya mampu mengarungi kehidupan ini dengan langkah-langkah yang mantap, terfokus, tanpa goncangan. Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim -dan redaksi hadits ini berdasarkan riwayat Ahmad- meriwayatkan. dari Tsabit Al-Banan dari Anas Bin Malik -semoga Allah meridhainya- berkata, "Aku melayani Rasulullah saw. pada suat hari, sampai aku menyelesaikan tugasku. Rasulullah saw. kemudian tidur siang dan aku keluar menemui anak-anak. Aku melihat permaina mereka. Maka datanglah Rasulullah saw. seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Kemudian beliau memanggilku dan menyuruhku untuk satu keperluan. Maka aku pun pergi untuk keperluan itu sedangkan Rasulullah saw. duduk di bawah bayang-bayang, hingga aku kembali.Aku terlambat datang menemui ibuku. Ketika aku pergi kepada ibuku, ia bertanya, "Apa yang membuatmu terlambat datang?" Aku menjawab, "Rasulullah ! mengutusku untuk satu keperluan." Ia berkata, Apa keperluannya?" Aku menjawab, "Itu rahasia Rasulullah saw." Ia berkata, "Kalau begitu jagalah rahasia Rasulullah saw." Kehadiran anak-anak pada perayaan-perayaan yang disyari'atkan, upacara pernikahan, dan menginap di rumah kerabat yang saleh juga termasuk hal baik. Karena hal itu dapat membuat keceriaan pada jiwa anak-anak, melatih mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, dan mendukung bagi terciptanya hubungan sosial yang baik dengan masyarakatnya. c. Menumbuhkan kepercayaan ilmiah Ini dicapai dengan cara mengajarinya al-Qur'an, Sunnah, dan sirah Nabi saw. yang agung. Kelak anak akan tumbuh dengan membawa ilmu yang luas. Maka tumbuhlah kepercayaan ilmiah dalam dirinya karena ia memiliki hakikat-hakikat ilmu yang jauh dari khurafat dan dongeng-dongeng. Sebaiknya anak dimotivasi untuk menghafal dengan diberi hadiah. d. Menumbuhkan kepercayaan ekonomi dan bisnis Hal itu dapat diwujudkan dengan membiasakan anak berjual-beli, berjalan di pasar dengan disertai orangtuanya untuk memenuhi keperluan mereka. Malik meriwayatkan dari Sulaiman Bin Yasar, ia mengatakan, "Keahlianku adalah memberi makan keledai milik Sa'id Bin Abi Waqqash. Ia mengatakan kepada budaknya, "Ambillah sebagian hinthah keluargamu kemudian juallah dengan sya'ir, dan janganlah kau terima kecuali yang sama dengannya." Rasulullah saw. menyaksikan si kecil 'Abdullah Bin Ja'far sedang bermain dagang-dagangan, lalu beliau mendoakannya, "Ya Allah, curahkanlah barokah dalam perdagangannya." Demikianlah kita mendapatkan Rasulullah saw. begitu antusias dalam menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Dan akhirnya saya ingin mengingatkan Anda tentang beberapa cara yang salah yang oleh para ahli pendidikan dinilai dapat menyebabkan anak kurang percaya diri, yakni: 1. Cara mendidik dengan mengandalkan bentakan dan pukulan 2. Dominasi orangtua yang tidak memberikan keleluasaan bagi anak untuk berfikir dan bertindak. 3. Tidak mendorong anak untuk mandiri. 4. Tidak mewujudkan suasana psikologis yang membuat anak merasa nyaman, penuh percaya diri, berani, dan tidak dicekam ketakutan. Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al Inikasi Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa Aqlihi) Oleh Muhammad Rasyid Dimas
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
