Sikap Rasulullah SAW dan Para Sahabatnya Terhadap Al-Qur'an Oleh : Ust. Nabiel Fuad Al-Musawa
"Dan barangsiapa berpaling dari adz-Dzikr-KU, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan KAMI akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha, 20 : 124). Di dalam kitab Mabahits fi Ulumil Qur'an ust. DR. Manna Khalil al-Qaththan menggambarkan sikap Nabi Muhammad SAW dan kecintaan beliau kepada al-Qur'an sebagai berikut : Adalah Rasulullah SAW itu sangat mencintai wahyu. Beliau senantiasa menunggu-nunggu datangnya ayat-ayat ALLAH SWT dengan penuh kerinduan. Sehingga jika turun suatu ayat, maka tidak terasa bibirnya yang mulia itu segera bergerak-gerak menirukan ucapan Jibril as sebelum wahyu itu selesai dibacakan. Sehingga ALLAH SWT menurunkan ayat yang menjamin Nabi SAW akan hafal seluruh al-Qur'an dan memerintahkan beliau SAW agar sabar mendengarkan dulu sampai ayat tersebut selesai dibacakan baru kemudian mengikutinya. (QS. al-Qiyamah, 17-18). Hal ini begitu membekas dan mempengaruhi para sahabat RA dan para salafus shalih, sehingga mereka mencurahkan perhatian yang sangat besar terhadap ayat-ayat al-Qur'an, dan menjadikannya perintah harian dari RABB-nya, sebagaimana perkataan salah seorang sahabat mulia Ibnu Mas'ud ra : "Demi DZAT yang tidak ada Illah kecuali DIA, tidak ada satu pun surah al-Qur'an yang turun kecuali aku mengetahui dimana surah itu turun, di musim panas atau di musim dingin, dan tidaklah satu ayat pun dari Kitabullah yang diturunkan kecuali aku mengetahui tentang apa ayat itu turun dan kapan ayat itu turun." Perhatian para sahabat dan salafus shalih yang luar biasa besar ini kepada al-Qur'an bukanlah disebabkan karena pada waktu itu tidak ada peradaban lain yang maju dan modern (karena pada waktu itu dunia telah dikuasai oleh dua super power dengan segala khazanah peradabannya, yaitu Byzantium di Barat dan Kisra di Timur), tetapi focusing tersebut sengaja dilakukan oleh Rasulullah SAW agar membersihkan jiwa, pola pikir dan kehidupan para sahabat RA, karena proses kebangkitan sebuah generasi akan sangat tergantung pada apa yang menjadi dasar kebangkitan tersebut. Demikian pentingnya pembersihan mindframe ini sehingga beliau menegur Umar RA, ketika ia membaca al-Qur'an dan Taurat secara berganti-ganti untuk memperbandingkan, kata beliau SAW pada sahabatnya itu : "Buanglah itu! Demi DZAT yang jiwa Muhammad berada ditangan-NYA, seandainya Musa as masih hidup sekarang, maka tidak halal baginya kecuali harus mengikutiku, akulah penghulu para nabi dan akulah penutup para nabi." Sehingga sikap generasi sahabat Rasulullah SAW terhadap al-Qur'an adalah : 1. Membaca dengan benar, mengimani ayat-ayatnya dan mentadabburkannya. Firman Allah SWT : "Apakah mereka tidak mentadabburkan al-Qur'an? Ataukah dalam hati mereka ada kunci?" (QS. Muhammad : 24). 2. Mencurahkan perhatian yang besar untuk membaca dan mempelajari kandungan al-Qur'an, yang sangat jauh berbeda dengan generasi kaum muslimin saat ini yang demikian jauh dari petunjuk PEMILIK dan PENCIPTA-nya, yang jangankan memahaminya, membacanya pun seolah tak ada waktu... Maha Benar ALLAH dengan firman-Nya : "Pada hari dimana berkatalah Rasul : Wahai RABB-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan. Dan demikianlah KAMI jadikan bagi setiap nabi, musuh-musuh dari orang-orang yang berdosa, dan cukuplah RABB-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong." (QS. al-Furqan : 30-31). Berkata al-hafizh Ibnu Katsir dlm tafsirnya : Yang dimaksud meninggalkan al-Qur'an dalam ayat ini yaitu mencakup : Mengutamakan hal-hal lain daripada al-Qur'an, tidak beriman pada ayat-ayatnya, tidak mentadabburkannya, tidak memahami apa yang ia baca, tidak mengamalkan ayat-ayat yang dibaca, disibukkan oleh syair-syair, pendapat-pendapat dan lagu-lagu. (Tafsir Ibnu Katsir, juz III hal 317). 3. Menjadikan al-Qur'an sebagai standar kehidupan dan sumber pengambilan hukum dalam tiap aspek kehidupan mereka. Dalam salah satu hadits disebutkan : Dari Harts al-A'war ia berkata : Aku lewat di mesjid dan melihat orang-orang sedang asyik bercerita-cerita, maka aku kabarkan pada Ali ra : Wahai Amirul Mu'minin, tidakkah anda mengetahui orang sedang asyik bercerita? Maka beliau menjawab : Apakah mereka melakukannya? Maka jawabku : Benar! Maka kata beliau : Adapun aku pernah dinasihati oleh kekasihku SAW : Sesungguhnya kelak akan datang bencana. Maka kataku : Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasul Allah? Maka jawab beliau SAW : Kitabullah! Karena di dalamnya terdapat kabar tentang ummat-ummat sebelum kalian, dan berita-berita tentang apa yang akan terjadi setelah kalian, dan hukum-hukum bagi apa yang terjadi di masa kalian, ia adalah jalan yang lurus dan tidak ada kebengkokan, tidaklah para penguasa yang meninggalkannya akan dihinakan ALLAH, dan tidaklah orang yang mencari petunjuk selainnya akan disesatkan ALLAH, dia adalah tali ALLAH yang sangat kokoh, cahaya-NYA yang terang benderang, peringatan-NYA yang paling bijaksana, jalan-NYA yang paling lurus. Dengannya tidak akan pernah puas hati orang yang merenungkannya, dan tidak akan bosan lidah yang membacanya, dan tidak akan lelah orang yang membahasnya. Tidak akan kenyang ulama mempelajarinya, tak akan puas muttaqin menikmatinya. Ia tak akan bisa dipatahkan oleh banyaknya penentangnya, tak akan putus keajaibannya, tak akan henti-henti jin yang mendengarkannya berkata : Sungguh kami telah mendengar al-Qur'an yang menakjubkan... Barangsiapa yang mempelajari ilmunya akan terdahulu, barangsiapa yang berbicara dengannya akan benar, barangsiapa berhukum dengannya akan adil, barangsiapa yang beramal dengan membacanya akan dicukupkan pahalanya, dan barangsiapa yang berdakwah kejalannya akan diberi hidayah ke jalan yang lurus. Amalkan ini wahai A'war... (HR. ad-Darami dan teks ini darinya, juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata hadits gharib). Referensi : Mabahits fi 'Ulumil Qur'an, Syaikh Manna' Khalil al-Qaththan
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
