Sholat Diatas air itu hanya istilah Pribadi akh ...kebanyakan pendapat
Para sesepuh dulu di tempat saya ... pesantren yang bener/yang berhasil
itu kalau mereka sudah puluhan tahun & sudah memiliki keahlian-2 seperti
jalan diatas air & sholat diatas air , baru kemudian mereka di katakan
berhasil dalam menuntut ilmu Agama,untuk kemudian baru boleh
mengeluarkan nasihat,atau sekedar menegur saudaranya yang
menyimpang...kalau belum bisa di suruh belajar lagi,dan kata-katanya
dianggap perkataan "ikan cere/ikan teri"..padahal Ilmu itu tidak harus
di sampaikan oleh mereka saja yg sudah puluhan tahun mondok (Semoga
Allah memberkahi Saudara-2 yang sedang mondok & menuntut ilmu)....apa
bedanya dengan pendeta-pendeta Yahudi & Nashrani yang "gemar
menyembunyikan ilmu pengetahuan"...

Maaf klo ada kata-kata yang salah^-^....tapi silahkan antum
survey.....berapa banyak penduduk yang menganggap batasan berhasil
dalam menuntut ilmu itu apa di pesantren-pesantren tradisional?.....

Padahal Rasul tidak pernah mengajarkan Khurafat,mantra-mantra,..apapun
bahasanya, Arab,Kejawen,Melayu,dll....mantra ya mantra...sihir ya
sihir....tidak peduli itu di ajarkan di pesantren / di sekolahnya
"Harry Potter" ...

Dan yang paling penting nggak perlu nunggu Pak "kiyai" datang untuk
sedikit memberi masukan kepada teman yang bertanya,sehingga klo ada
yang menjawab selain pak kiyai di bilang ikan cere....nunggu ikan paus
jarang akh....itulah gunanya menuntut ilmu...:-)


-- 


------------------------------------
This message was sent using SNS IMP.

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke