MOTIVASI ISLAMI
(Antara Realita dan Idealisme)
Firman Allah SWT, yang artinya:
Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa
ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya.
(QS. 22/ Al-Hajj: 8)
Kondisi nyata pendidikan dan perekonomian mayoritas umat Islam, saat ini,
berada pada tingkat yang sangat rendah. Menurut Prof. A. Qodri Azizy, Ph.D
dalam bukunya Membangun Fondasi Ekonomi Umat (2004), beberapa faktor penyebab
hal tersebut, terutama, adalah kesalahan pemahaman dan penafsiran terhadap
ajaran Islam. Ajaran dalam praktek, yang biasanya diyakini oleh mayoritas umat
Islam, tidak menyentuh tuntutan kemajuan ekonomi di dunia, karena ajaran yang
mereka terima dari para mubaligh dan ustadz, kadang-kadang, kontradiktif dengan
ideal ajaran Islam. Hal ini juga disebabkan, oleh adanya paradigma yang
menyatakan bahwa Ilmu Agama terpisah dari Ilmu Umum, sehingga pemahaman umat
terhadap agama tidak menyentuh ke dalam aktivitas kehidupan sehari-hari yang
dirasakan semakin jauh dari nilai-nilai keagamaan.
Semangat ideal ajaran Islam, pada hakekatnya mengajak untuk kemajuan,
prestasi, kompetisi sehat, dan kemampuan memberikan rahmat untuk alam semesta
(QS. Al-Anbiya/ 21:107) serta melepaskan manusia dari dunia yang gelap dan
sesat menuju dunia terang (QS. Al-Ahzab/ 33:43) dan pada intinya ajaran Islam
merupakan petunjuk bagi manusia (QS. Al-Baqarah/ 2:185) yang dapat diartikan
bahwa ajaran Islam itu berlaku secara komprehensif dan universal. Namun dalam
realita, ajaran Islam diterima dan diartikan sebagai ajaran-ajaran yang pada
intinya menjauhkan diri dari hiruk pikuk keduniaan dan memfokuskan ibadah hanya
semata-mata kepada akhirat, sehingga pemaknaan dan pemahamannya menjadi
penghambat kemajuan keduniaan, dan akhirnya menyebabkan kontradiktif antara
semangat ajaran motivasi Islam yang menyuruh umatnya makmur di dunia dan jaya
di akhirat dengan realita umat yang terbelakang dalam berbagai aspek.
Beberapa praktek terhadap ajaran motivasi Islam yang dipahami dengan keliru
di tengah-tengah umat Islam, antara lain, seperti istilah sabar, qanaah
(sikap menerima), tawakkal (sikap pasrah), insya Allah (jika Allah
menghendaki), zuhud (anti keduniaan), dan sejenisnya. Istilah-istilah ini
dalam pemahaman sehari-hari sering dijadikan landasan hidup, seolah memberikan
justifikasi kepada umat Islam terhadap apa yang dilakukan dengan konotasi yang
negatif, yakni lamban, terbelakang, kemalasan, dan semacamnya. Padahal arti
yang sebenarnya harus berkonotasi positif, tidak menghambat kemajuan ekonomi
dan perkembangnnya, sebagaimana yang diuraikan berikut ini.
(a). Sabar mengandung arti proses menuju keberhasilan yang tidak mengenal
kegagalan, karena disertai sikap tangguh, pantang menyerah, teliti, tabah, dan
tidak mudah putus asa, namun pemahaman yang terjadi pada umat adalah sabar
dianggap sebagai sikap yang tidak cepat-cepat dan perlahan, sehingga identik
dengan lamban.
(b). Qanaah mengandung arti sikap yang jujur untuk menerima hasil sesuai
dengan kerjanya, tidak serakah, tidak menuntut hasil yang lebih dengan kualitas
kerja yang rendah, tidak iri dan dengki, tidak menghayal di luar kemampuannya,
atau dengan kata lain qanaah berarti produktivitas yang dihasilkan sesuai
dengan kemampuan dan tingkat kerja yang dilakukan, tetapi dalam pemahaman umat,
qanaah dipahami sebagai sikap menerima apa adanya dan berkonotasi mudah
menyerah, sehingga tuntutan untuk kemajuan dianggap sebagai hal yang tidak
perlu.
(c). Tawakkal mengandung arti sikap akhir setelah bekerja dan berusaha keras
secara maksimal dan dilakukan berulangkali dengan menyerahkan segala sesuatunya
kepada Allah, tetapi dalam pemahaman yang terjadi adalah sikap yang menyerahkan
diri dan cita-cita kepada keadaan tanpa perlu adanya suatu usaha maksimal atau
sikap fatalis.
(d). Insya Allah mengandung arti kesanggupan seseorang memenuhi janji secara
serius dan hanya alasan di luar kekuasaan dirinya yang dapat membatalkan janji
tersebut, tetapi dalam pemahaman dan pengamalannya terdapat kekeliruan besar
terhadap perkataan insya Allah tersebut, yakni dijadikan alat untuk menghindari
atau mengelakkan janji di balik nama Allah.
(e). Zuhud, mengandung arti meninggalkan hal-hal yang menyebabkan jauh dari
Allah atau dipahami sebagai anti keserakahan, namun yang terjadi dalam praktek
dipahami sebagai anti keduniaan atau anti harta. Menurut Yusuf al Qardhawi
(1977) hadits-hadits yang memuji sikap zuhud bukan berarti memuji kemiskinan,
tetapi berarti memiliki sesuatu dan menggunakannya secara sederhana. Orang
zahid adalah mereka yang memiliki dunia dengan meletakkannya di tangan bukan di
dalam hati. Menurut ajaran Islam, kekayaan adalah nikmat dan anugerah Allah SWT
yang harus disyukuri, dan kemiskinan adalah masalah bahkan musibah yang harus
dilenyapkan, serta tidak ada satu pun ayat Al Quran yang memuji kemiskinan dan
tidak ada sebaris hadits sahih yang memujanya.
Al Quran dalam berbagai ayatnya, antara lain pada Surah Al-Jumuah ayat 10,
dinyatakan bahwa setelah ditunaikannya shalat, maka bertebaranlah mencari
karunia Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki adanya etos kerja
yang tinggi bagi umatnya dalam memenuhi keinginannya, bukan semata-mata hanya
dengan berdoa. Bahkan dalam sebuah hadist dikemukakan bahwa derajat seorang
yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya lebih tinggi daripada seseorang
yang hanya mengahbiskan waktunya berzikir di masjid tanpa melakukan pekerjaan
apapun. Namun dalam realita yang terjadi, seolah-olah Islam mengajarkan
kebalikannya.
Kesalahpahaman terhadap beberapa ajaran motivasi Islam tersebut, dinilai para
ahli sebagai hal yang membawa kemunduran dalam kehidupan umat Islam. Menurut
Umer Chapra (2001) kemunduran umat Islam dimulai sejak abad ke 12 ditandai
dengan kemerosoatan moralitas, hilangnya dinamika dalam Islam setelah munculnya
dogmatisme dan kekakuan berfikir, kemunduran dalam aktivitas intelektual dan
keilmuan, pemberontakan-pemberontakan lokal dan perpecahan di antara umat,
peperangan dan serangan dari pihak luar, terciptanya ketidakseimbangan keuangan
dan kehilangan rasa aman terhadap kehidupan dan kekayaan, dan faktor-faktor
lainnya yang mencapai puncaknya pada abad ke 16 pada masa Dinasti Mamluk
Ciscassiyah yang penuh korupsi sehingga mempercepat proses kemunduran
tersebut.
Kemajuan dan kemunduran yang dialami oleh umat Islam itu, bukanlah seperti
sebuah garis lurus, tetapi naik-turun dan berlangsung beberapa abad lamanya.
Berbagai upaya dan usaha telah dilakukan guna menghentikan kemunduran itu,
namun karena sebab utama tetap ada, maka kemerosotan terus berlangsung hingga
saat ini. Faktor utama untuk menghindari kemunduran tersebut adalah dengan
kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya yang berorientasi kepada falah
oriented , yakni menuju kemakmuran di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Tugas
ini adalah tugas kita semua secara bersama-sama sebagai umat Muslim yang
peduli terhadap keluarga kita umat Islam di seluruh jagad raya agar tidak
tertinggal dan dapat duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan umat
lainnya di muka bumi ini. Dan, terakhir, perlu kita sadari, bahwa Rasullullah
telah memberikan tauladan terhadap prinsip-prinsip kehidupan yang dapat kita
jalankan dalam kehidupan kita semua hingga akhir masa menjelang.
Firman Allah SWT:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS.33/ Al-Ahzab: 21)
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
__._,_.___
Messages in this topic (1)
Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files
| Photos | Database | Polls
| Members | Calendar
===========================
SPONSOR Tahunan MES:
1. Bank Muamalat Indonesia
2. BNI Syariah
3. BTN Syariah
4. BRI Syariah
5. Bank Syariah Mandiri
6. Batasa Capital
7. BAZNAS-DD
8. PNM
9. TRIMEGAH Securities
===========================
Join Seminar
Masyarakat Ekonomi Syariah dan PT. Jamsostek
Membangun Hubungan Sinergis Perbankan syariah dan Asuransi Syariah
Keynote Speech : KH. Maruf Amin (Ketua Harian DSN MUI)
Hotbonar Sinaga (Dirut PT. Jamsostek)
Peran sinergis Jamsostek dan perbankan syariah dalam Mengurangi Pengangguran
dan Kemiskinan
Ikhwan Syam (Anggota DPR RI)
"Perkembangan Perbankan dan asuransi Syariah ditinjau dari aspek legal
Ismi Kushartanto (GM. Bank Permata Syariah)
Potensi dan Peluang kerjasama perbankan Syariah dan Asuransi Syariah
Muhammad Syakir Sula (Ketua Umum IIS/Sekjend MES)
Aspek - aspek syari dan kerjasama inovatif perbankan dan asuransi syariah
Moderator : Drs. Agustianto, M.Ag (Sekjend IAEI)
Rabu, 1 Agustus 2007 | 12.00-17.00 WIB
Financial Hall, Graha Niaga Lt 2 | Jl Jend. Sudirman, Jak-Sel
DAFTARKAN SEGERA KE [GRATIS] :
Sdri Risa : 021 - 2511 304
Sdr Rafki : 021 - 6895 3815
e-mail : [EMAIL PROTECTED]
PENDAFTARAN PALING LAMBAT TANGGAL 31 JULI 2007 [WAJIB DAFTAR]
Pemesanan sertifikat, silahkan hubungi sekretariat MES. Ada biaya cetaknya...
KEGIATAN INI DI SPONSORI OLEH PT. JAMSOSTEK (PERSERO)
---------------
Sukseskan 2nd INDONESIA SHARIA EXPO 2007
24 - 28 Oktober 2007, Hall A - B Jakarta Convention Center
Pameran Ekonomi dan Bisnis Islam Terbesar Di Indonesia
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch
format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms
of Use | Unsubscribe
Recent Activity
7
New Members
2
New Files
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Islamic clothing
Islamic matrimonial
Islamic books
Islamic music
Islamic home financing
Yahoo!
Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Y! Messenger
Files to share?
Send up to 1GB of
files in an IM.
Yahoo! Mail
You're invited!
Try the all-new
Yahoo! Mail Beta
.
__,_._,___
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************