25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak

 

Kiat 12 : Memilih Waktu yang Tepat untuk Menasihati

 

PEMILIHAN waktu yang tepat mempunyai peran signifikan untuk mencapai hasil
dalam mengarahkan anak pada apa yang diinginkan orang tuanya dan dalam
mengajarinya tentang apa yang dicintainya.

 

Jika orang tua memilih waktu yang tepat dan mengesankan bagi anak maka akan
mempermudah jalan dan menghemat tenaga dalam proses pendidikan.

 

Rasulullah saw. sangat cermat dalam memilih dan memanfaatkan waktu dan
tempat untuk mengajari pemikiran anak dan meluruskan perilakunya yang salah,
serta membangun perilaku yang lurus dan benar. Beliau telah mengajukan
kepada kita tiga waktu utama untuk mengarahkan anak. Waktu-waktu itu adalah:


 

a. Saat Rekreasi, dalam Perjalanan, di atas Kendaraan

 

Hadits Ibnu 'Abbas -yang diriwayatkan At-Tir-midzi, mengatakan, 

 

"Aku berada di belakang Rasulullah saw, pada suatu hari. Lalu ia mengatakan,
Wahai anakku..." (Al-Hadits).

 

Itu menunjukkan bahwa nasehat Nabi saw. itu dilakukan di perjalanan saat
mereka berdua, terkadang berjalan kaki terkadang pula naik kendaraan.
Nasihat itu tidak hanya dilakukan di kamar yang terbatas melainkan di udara
terbuka di mana jiwa si anak memiliki kesiapan lebih kuat untuk menerimanya.

 

Riwayat Al-Hakim memperkuat bahwa perjalanan mereka di atas kendaraan. Ibnu
'Abbas mengatakan, "Nabi saw. diberi hadiah seekor keledai kemudian beliau
menungganginya, dengan menggunakan tali. Beliau memboncengku di belakangnya
dan berjalan bersamaku, lalu menoleh kepadaku seraya mengatakan, 'Wahai
anakku.' Aku menjawab, 'Ya  Rasulullah.' Beliau bersabda, 'peliharalah
(agama) Allah, niscaya Dia akan memeliharamu'." (Al-Hadits) 

 

Sampai-sampai Rasulullah saw. menyampaikan sesuatu yang bersifat rahasia
kepada seorang anak di perjalanan, agar ia menjaganya. Itu tidak lain karena
si anak akan sangat terkesan dalam menerima hal itu dalam kondisi seperti
itu.

 

Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah Bin Ja'far -semoga Allah meridhai
mereka, "Rasulullah saw. memboncengku di belakangnya kemudian membisikan
sesuatu yang aku tidak pernah sampaikan kepada siapa pun." 

 

Rasulullah saw menggunakan perjalanan sebagai kesempatan untuk menanamkan
aqidah tauhid dan aqidah iman kepada taqdir, mendidiknya agar senantiasa
optimis dan berani dalam menghadapi kehidupan. Sehingga kelak ia menjadi
orang yang berguna bagi umatnya. Beliau juga mengajarkan bahwa manusia
diperintahkan untuk menaati Allah dan menjauhi kemaksiatan. Dan bahwa Allah
swt. akan menyelamatkannya saat terjadi kesulitan jika ia menunaikan hak
Allah dan hak manusia dalam keadaan lapang, sehat, dan berkecukupan. 

 

Jadi dapatlah kita katakan bahwa waktu perjalanan adalah kesempatan yang
baik untuk menyampaikan arahan dan meluruskan kesalahan-kesalahan yang
dilakukan si anak dalam kehidupan keseharian-nya.

 

b. Saat Makan

 

Pada saat makan ini anak akan memperlihatkan watak aslinya dan tak berdaya
menghadapi keinginan untuk makan. Karena itu, kadang-kadang ia berperilaku
buruk dan merusak tatakrama. Jika orangtua tidak duduk bersama mereka secara
terus menerus saat mereka makan dan meluruskan kesalahan-kesalahan mereka
maka si anak akan tetap membawa bibit-bibit kebiasaan buruk.

 

Hal lain, jika orang tua tidak pernah menemani mereka saat makan ia akan
kehilangan kesempatan baik untuk memberikan pengajaran kepadanya. Adalah
Rasulullah saw. makan bersama anak-anak. Jika menyaksikan sejumlah kesalahan
maka beliau meluruskanya dengan cara yang simpatik yang dapat berpengaruh
pada jiwa dan akal mereka.

 

Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Umar Bin Abi Salamah -semoga Allah
meridhainya- ia mengatakan, "Dulu aku adalah anak kecil yang biasa berada di
kamar Rasulullah saw. Ketika tanganku mau menyuapkan makanan, beliau
bersabda, 'Nak, sebut-lah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan
makanlah apa yang dekat denganmu'."

 

Dalam hadits riwayat Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban, Rasulullah saw.
bersabda, "Mendekatlah hai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan
tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat denganmu."

 

Dalam riwayat ini Anda temukan bahwa Rasulullah saw. mengundang anak itu
makan bersamanya. Dan itu dilakukannya dengan lemah lembut: "Mendekatlah".
Kemudian beliau mengarahkannya pada cara dan adab makan.

 

Para sahabat pun, disertai anak-anaknya, biasa menghadiri walimah-walimah
terutama yang dihadiri Rasulullah saw. Dalam acara seperti ini mereka
belajar yang bermanfaat dan adab yang banyak, sehingga mereka membangun
kepribadian sedikit demi sedikit

 

c. Waktu Sakit

 

Sakit akan melunakkan hati orang dewasa yang keras apalagi hati anak-anak
yang memang masih penuh kelembutan dan mempunyai kesiapan untuk merespon.
Anak, saat dia sakit, mempunyai dua sifat sekaligus yang menjadi bekal untuk
meluruskan kesalahan-kesalahan perilaku maupun keyakinan. Pertama adalah
fitrah masa kanak-kanak dan kedua adalah sifat kelembutan hati dan jiwa saat
sakit.

 

Rasulullah saw. telah mengarahkan kita dalam hal ini. Beliau menjenguk anak
Yahudi yang sakit dan diajaknya masuk Islam. Ternyata kunjungan Rasulullah
saw itu merupakan pembuka hidayah bagi anak

 

Bukhari meriwayatkan dari Anas -semoga Allah meridhainya- berkata, "Seorang
anak Yahudi yang melayani Rasulullah saw. jatuh sakit. Maka Rasulullah saw.
datang untuk membezuknya. Rasulullah saw duduk dekat kepalanya seraya
mengatakan, 'Masuk Islamlah.' Lalu anak itu memandang ayahnya yang ada
disisinya. Ayahnya mengatakan, Ikutilah Abal-Qasim (Nabi Muhammad saw).'
Maka anak itu pun masuk Islam dan Rasulullah saw keluar sambil mengatakan,
'Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka'.

 

Di sini kita melihat bahwa anak itu biasa melayani Rasulullah saw. Namun
demikian beliau tidak menyerunya untuk masuk Islam kecuali saat beliau
menemukan waktu yang tepat untuk itu Karenanya kita harus memilih waktu yang
tepat untuk mengarahkan anak-anak kita.

 

Sumber : 25 Kiat Mempengaruhi Akal dan Jiwa Anak (Al Inshat Al In'ikasi
Khamsun Wa Isyruna Thariqah Fi Nafsi Ath Thifli Wa 'Aqlihi) Oleh Muhammad
Rasyid Dimas

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke