Saya kira bukan-nya koran nasional yang harus dimiliki,

Mungkin media televisi pun juga harus dikuasai.

Beli koran khan harus bayar, nonton tv malah gratissss

 

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rudy Swardani
Sent: Thursday, August 09, 2007 4:38 PM
To: FUPM-EJIP (E-mail)
Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam
Pilkada DKI

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Tony Ringgo Cahyono
Sent: 09 Agustus 2007 15:52
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam Pilkada DKI


PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam Pilkada DKI


Jika secara resmi dinyatakan sebagai pihak yang kalah dalam Pilkada DKI
Jakarta, maka PKS akan tetap berupaya mengadvokasi sekitar 46% warga Jakarta
yang memilihnya dan mengambil sikap sebagai oposisi. PKS akan melakukan
check and balance terhadap jalannya proses pemerintahan DKI Jakarta di bawah
kepemimpinan Gubernur terpilih yang baru.

Hal ini dinyatakan Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam siaran persnya
tertanggal 8 Agustus 2007. Menurut Pak Tif, demikian sapaan akrabnya, posisi
ini hendaknya dihargai pemerintah daerah yang baru karena eksistensi PKS
yang cukup besar di Jakarta. "Kita tidak perlu merasa malu jika kalah dengan
cara-cara terhormat. Karena jiwa seorang petarung, jika kalah, ia akan
bangkit kembali dan melawan kembali, " ujarnya.

Pak Tif juga berpesan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS untuk tidak
perlu berkecil hati, sebab kekalahan dan kemenangan itu sesungguhnya tidak
lepas dari ketentuan yang sudah digariskan Allah SWT.

"Dari seluruh proses pilkada yang telah digelar di tanah air ini, PKS telah
memenangkan 81 pilkada dari 136 pilkada yang ada. Ini sebuah angka yang
cukup signifikan bagi perkembangan demokrasi di negara ini, " tuturnya.

Syarat Oposisi 

Hanya saja, jika PKS memang ingin menjadi oposisi yang kuat dan memiliki
pengaruh yang signifikan, maka PKS wajib memiliki media massa yang efektif
guna menyuarakan kepentingannya. Temuan Aliansi Jurnalistik Independen
beberapa waktu lalu yang menyebutkan ada sekitar 10 media cetak besar di
Jakarta yang tidak berimbang dalam memberitakan Pilkada di DKI Jakarta harus
dicermati dengan seksama.

Koordinator Tim Peneliti AJI Jakarta, Ignatius Haryanto, menuturkan ke-10
media cetak di Jakarta yang dianggap tidak netral dalam pemberitaan soal
Pilkada karena cenderung memberi porsi lebih besar pada pasangan
Fauzi-Priyanto adalah Suara Pembaruan, Indo Pos, Media Indonesia, Republika,
Rakyat Merdeka, Kompas, Koran Tempo, Warta Kota, Pos Kota, dan The Jakarta
Post. "Porsi pemberitaan 10 media ini lebih cenderung kepada pasangan Fauzi
Bowo dan Prijanto, " tutur Ignatius dalam jumpa pers di sekretariat AJI,
Jalan Kembang Raya Nomor 6, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Sebab itu, jika selama ini PKS lebih memilih untuk melakukan sinergi dengan
media-media cetak nasional untuk menyuarakan kepentingannya, maka hal itu
sudah terbukti tidaklah efektif. Bukan rahasia umum lagi jika uang bisa
menjadi berita. Siapa yang punya banyak uang, maka dialah yang bisa membeli
space pemberitaan lebih banyak. Dan PKS bukan ada posisi itu.

Karena itu, PKS harus memiliki sebuah media cetak sendiri, yang bisa dan
mampu mewarnai opini dan pemikiran warga Jakarta dan sekitarnya dengan
sangat efektif. Satu-satunya media cetak yang bisa berperan untuk hal ini
adalah harian, bukan pekanan apalagi dua pekanan. Jika tidak berskala
nasional, maka setidaknya wilayah Jabodetabek harus dikuasai. Hal ini akan
sangat berguna, bagi kesinambungan dakwah dan penyebar-luasan nilai-nilai
keadilan dan moral yang selama ini menjadi pegangan partai dakwah ini.
(Rizki)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke