Amin semoga TV Islami segera muncul
sehingga saya bisa nyalain TV lagi  
Alhamdulillah hampir setahun ini dirumah tanpa TV
anak2 lebih suka baca buku2 dan permainan anak komputer interaktif
dan lebih banyak interaksi dengan orang tua 
Untuk Radio Alhamdulillah di bekasi sudah ada Radio Dakta & Radio Annisa
 
Wassalammualaikum Wr.Wb.
Rudy Swardani

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of harwoto
Sent: 09 Agustus 2007 17:15
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi JikaKalahDalam 
Pilkada DKI


Iya dong pak, jangan koran saja yang di libatkan, tetapi teve juga, dengan 
tontonan yang islami gitu..., mungkin banyak yang respec..
 
 

----- Original Message ----- 
From: Mohamad Shaleh <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di  <mailto:[email protected]> Kawasan 
EJIP' 
Sent: Thursday, August 09, 2007 4:47 PM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi Jika KalahDalam 
Pilkada DKI



Saya kira bukan-nya koran nasional yang harus dimiliki,

Mungkin media televisi pun juga harus dikuasai.

Beli koran khan harus bayar, nonton tv malah gratissss

 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rudy Swardani
Sent: Thursday, August 09, 2007 4:38 PM
To: FUPM-EJIP (E-mail)
Subject: [ FUPM-EJIP ] FW: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam 
Pilkada DKI

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Tony Ringgo Cahyono
Sent: 09 Agustus 2007 15:52
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Saksi] PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam Pilkada DKI


PKS Siap Jadi Oposisi Jika Kalah Dalam Pilkada DKI


Jika secara resmi dinyatakan sebagai pihak yang kalah dalam Pilkada DKI 
Jakarta, maka PKS akan tetap berupaya mengadvokasi sekitar 46% warga Jakarta 
yang memilihnya dan mengambil sikap sebagai oposisi. PKS akan melakukan check 
and balance terhadap jalannya proses pemerintahan DKI Jakarta di bawah 
kepemimpinan Gubernur terpilih yang baru.

Hal ini dinyatakan Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam siaran persnya 
tertanggal 8 Agustus 2007. Menurut Pak Tif, demikian sapaan akrabnya, posisi 
ini hendaknya dihargai pemerintah daerah yang baru karena eksistensi PKS yang 
cukup besar di Jakarta. "Kita tidak perlu merasa malu jika kalah dengan 
cara-cara terhormat. Karena jiwa seorang petarung, jika kalah, ia akan bangkit 
kembali dan melawan kembali, " ujarnya.

Pak Tif juga berpesan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS untuk tidak perlu 
berkecil hati, sebab kekalahan dan kemenangan itu sesungguhnya tidak lepas dari 
ketentuan yang sudah digariskan Allah SWT.

"Dari seluruh proses pilkada yang telah digelar di tanah air ini, PKS telah 
memenangkan 81 pilkada dari 136 pilkada yang ada. Ini sebuah angka yang cukup 
signifikan bagi perkembangan demokrasi di negara ini, " tuturnya.

Syarat Oposisi 

Hanya saja, jika PKS memang ingin menjadi oposisi yang kuat dan memiliki 
pengaruh yang signifikan, maka PKS wajib memiliki media massa yang efektif guna 
menyuarakan kepentingannya. Temuan Aliansi Jurnalistik Independen beberapa 
waktu lalu yang menyebutkan ada sekitar 10 media cetak besar di Jakarta yang 
tidak berimbang dalam memberitakan Pilkada di DKI Jakarta harus dicermati 
dengan seksama.

Koordinator Tim Peneliti AJI Jakarta, Ignatius Haryanto, menuturkan ke-10 media 
cetak di Jakarta yang dianggap tidak netral dalam pemberitaan soal Pilkada 
karena cenderung memberi porsi lebih besar pada pasangan Fauzi-Priyanto adalah 
Suara Pembaruan, Indo Pos, Media Indonesia, Republika, Rakyat Merdeka, Kompas, 
Koran Tempo, Warta Kota, Pos Kota, dan The Jakarta Post. "Porsi pemberitaan 10 
media ini lebih cenderung kepada pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto, " tutur 
Ignatius dalam jumpa pers di sekretariat AJI, Jalan Kembang Raya Nomor 6, 
Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Senin (6/8).

Sebab itu, jika selama ini PKS lebih memilih untuk melakukan sinergi dengan 
media-media cetak nasional untuk menyuarakan kepentingannya, maka hal itu sudah 
terbukti tidaklah efektif. Bukan rahasia umum lagi jika uang bisa menjadi 
berita. Siapa yang punya banyak uang, maka dialah yang bisa membeli space 
pemberitaan lebih banyak. Dan PKS bukan ada posisi itu.

Karena itu, PKS harus memiliki sebuah media cetak sendiri, yang bisa dan mampu 
mewarnai opini dan pemikiran warga Jakarta dan sekitarnya dengan sangat 
efektif. Satu-satunya media cetak yang bisa berperan untuk hal ini adalah 
harian, bukan pekanan apalagi dua pekanan. Jika tidak berskala nasional, maka 
setidaknya wilayah Jabodetabek harus dikuasai. Hal ini akan sangat berguna, 
bagi kesinambungan dakwah dan penyebar-luasan nilai-nilai keadilan dan moral 
yang selama ini menjadi pegangan partai dakwah ini. (Rizki)



  _____  




********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke