Jatuh untuk yang Kedua Kalinya
Oleh DH Devita
Seekor hewan yang selalu menjadi perumpamaan jelek untuk seseorang yang berbuat
kesalahan adalah seekor keledai. Bila seseorang sekali berbuat kesalahan,
kemudian nasehat yang muncul adalah: jangan seperti seekor keledai, yang jatuh
ke lubang yang sama dua kali. Ibaratnya, jika manusia yang memiliki
kesempurnaan akal dan hati bisa berbuat kesalahan yang sama berkali-kali, ia
sama saja seperti seekor keledai, hewan yang tidak memiliki akal dan hati.
Memang, sebagai seorang makhluk yang penciptaannya begitu sempurna, agak
keterlaluan bila tidak bisa mengoptimalkan potensi akal dan hatinya untuk
melindungi diri dari kebodohan tersebut. Tetapi, sungguh tidak sedikit orang
yang melakukannya.
Ada seorang kerabat saya yang telah melakukannya. Saya telah mengenalnya selama
bertahun-tahun. Kesalahan pertama yang ia perbuat bertahun-tahun yang lalu
demikian menyakitkan bagi isteri dan anak-anaknya. Saya tak bisa membayangkan
bagaimana dampak yang diakibatkan dari perbuatannya tersebut dahulu. Yang saya
tahu, beberapa keluhan serta gejala-gejala traumatik dapat dilihat dengan jelas
pada proses perkembangan kedua anak-anaknya. Yang satu, tumbuh menjadi anak
yang sedikit penakut bahkan bisa histeris dan panik bila sewaktu-waktu
mendengar pertengkaran kecil kedua orang tuanya, atau mendengar suara-suara
berintonasi keras dari orang lain. Walaupun seiring dengan pertumbuhannya,
trauma itu berangsur-angsur berkurang, tetapi tidak bisa hilang sama sekali.
Yang satunya lagi, seringkali secara tidak sadar bersikap kasar sekali kepada
ayahnya tersebut, dan sedikit memiliki potensi sifat pendendam. Memang,
kejadian yang menyebabkan trauma tersebut terjadi ketika mereka berdua
masih sangat kecil. Tentu saja, apapun yang dialami seorang anak, sekecil
apapun dia, pasti akan terus membekas hingga dewasa.
Namun bertahun-tahun kemudian, sampailah hidayah yang membuahkan keterbukaan
hati pada kerabat saya itu. Alhamdulillah. Banyak sekali orang yang lega dan
senang akan perubahannya tersebut. Saya sendiri termasuk salah seorang yang
mendukung perubahannya menuju kebaikan. Saya tak lelah menyemangatinya untuk
terus berubah menjadi lebih baik, yang tentu saja hal itu akan membahagiakan
keluarganya.
Dan memang, campur tangan setan untuk menyesatkan tak akan pernah jera
menghantui manusia. Saya sendiri tak mengerti, dari mana godaan itu berasal,
dalam tempo yang sangat singkat, perilaku kerabat saya tersebut berubah total.
Hal ini mengagetkan isteri dan anak-anaknya, terlebih diri saya yang tadinya
begitu optimis akan dirinya. Dan ia pun mengulangi kesalahan yang telah ia
perbuat dulu. Begitu cepat terjadinya. Hingga kedua anaknya sendiri pun tak
mampu mencegah atau menyadarkan ayahnya akan kesalahannya tersebut. Tak sedikit
orang yang akhirnya turun tangan menasehatinya, tetapi tidak mempan. Sungguh
benar, ketika seseorang sudah memilih untuk menempuh jalan yang sesat dan tak
lagi mengindahkan kebenaran, maka siksa Allah akan menimpanya. Ia pun semakin
tersesat. Jatuh ke lubang yang sama dua kali.
Seandainya ’lubang kesalahan’ memiliki tanda, maka bisa jadi setiap orang akan
mudah untuk menghindarinya supaya tidak terjatuh. Atau bila ketika berbuat
sebuah dosa seseorang akan tercoreng hitam mukanya, maka bisa jadi tak ada
orang yang mau berbuat dosa. Masalahnya, dosa dan kemaksiatan diselimuti dengan
pagar kenikmatan serta kesenangan yang akan memuaskan nafsu manusia. Sedangkan
kebaikan dan jalan menuju surga diliputi kerikil yang tampak menyusahkan. Dan
memang tidak semua orang di dunia ini mengerti tujuan akhir kehidupannya.
Sehingga yang ia cari hanyalah kenikmatan dan kesenangan untuk sesaat, tanpa
memikirkan ganjaran apa yang akan ia terima atas perbuatannya tersebut.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************