> Khilafah
> 
> Saya hanya bisa diam termenung ketika seorang teman meminta "Damar-kurung" 
> meninjau khilafah sebagai topik yang diangkat. Tentu saja pesan sang teman 
> adalah, harus dari dua sisi sebagaimana misi tulisan-tulisan Damar-kurung. 
> Itu yang memberatkan bagi saya.
> 
> Dari satu sisi tentu saya lebih suka bila "penguasa dunia" adalah pihak yang 
> pro-Islam, daripada pihak yang 'memusuhi' Islam seperti saat ini. Kenapa ? 
> karena saya orang Islam, dan tinggal di negara yang mayoritas penduduknya 
> Islam. Jadi harapan saya, keberpihakan 'penguasa dunia' kepada dunia Islam, 
> akan memberikan hidup yang lebih baik bagi kaum Muslimin, dan saya pribadi 
> sebagai orang Islam.
> 
> Disisi lain, saya rada takut bila ada pihak ( manapun ) yang mengklaim akan 
> mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran kepada rakyat/ummat melalui 
> kekuasaan ( power ). Bagaimana tidak, sejarah mengajarkan bahwa kekuasaan 
> tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan dan kemakmuran.
> 
> Kita bisa lihat janji Hitler pada bangsa Jerman, janji Yeltsin kepada bangsa 
> Rusia, janji Muawiyah ketika menggulingkan khalifah Ali, Janji bangsa Romawi 
> kepada rakyat Troya, janji bangsa Jepang kepada Indonesia disaat perang asia 
> timur raya, janji para reformis ketika menggulingkan Soeharto di tahun 1998, 
> semua berakhir dengan kekecewaan. Mungkin hanya janji Muhammad saw ketika 
> pembukaan kota mekkah yang bisa dikecualikan.
> 
> Sebenarnya menguatnya keinginan "khilafah" pada dasawarsa terakhir sudah 
> 'diramalkan' oleh John Naisbitt dalam global paradoks, dimana dikatakan bahwa 
> semakin mengglobalnya dunia karena terbukanya arus informasi, maka disisi 
> lain ekslusivitas juga akan semakin menguat. Manusia akan semakin mencari 
> persamaan baik dari sisi ras, agama, dll. Jadi fenomena Khilafah dan 
> confusian net ( ras China yang bersatu ), adalah konsekuensi logis dari 
> sebuah globalisasi.
> 
> Jadi sebaiknya kita memandang khilafah secara proporsional sebagai sebuah 
> sistem, sama halnya dengan demokrasi, theokrasi, monarki/kerajaan, dll. 
> Sebagai sebuah sistem tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 
> Dan menguatnya ide Khilafa adalah suatu hal normal sebagai efek dari 
> globalisasi.
> 
> Dan ciri sebuah sistem, saat terbentuknya sistem ( mendirikan kerajaan, 
> mendirikan republik demokrasi, dll ) tidak otomatis mencapai tujuan idealnya 
> ( kemakmuran dan kesejahteraan) saat itu juga, masih ada proses panjang lagi. 
> Bisa setahun, bisa pula seratus tahun...dan bisa juga tidak pernah tercapai.
> 
> Cikarang, 28 Agustus 2007
> 
> 
> 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke