> sumber:
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=210042&kat_id=
105&kat_id1=232
>
> Cinta Yang Membutakan
>
> Cenderung terhadap sesuatu, mengaguminya, lalu rela berkorban untuk
> mendapatkannya dan akhirnya takut kehilangan sesuatu itu adalah naluri
> yang telah Allah karuniakan pada manusia (QS Ali Imran [3]: 14).
>
> Dalam ajaran Islam, mencintai sesuatu; entah harta, wanita atau benda
> yang lain tidaklah dilarang, selama kecintaannya terhadap benda
> tersebut tidak melebihi cintanya pada Allah dan Rasul-Nya. Idealnya,
> kecintaan terbesar seorang Muslim adalah cinta pada Allah. "...adapun
> orang-orang beriman amat sangat besarlah cintanya kepada Allah,"
> demikian firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 165. Kecintaan ini
> diaplikasikan dalam bentuk ketundukkan dan ketaatan terhadap segala
> aturan-Nya.
>
> Intinya, kadar kecintaan seorang Muslim pada sesuatu tidak boleh
> melebihi kadar cintanya pada Allah. Imam Ibnul Qayyim berkata,
> "Barangsiapa yang menyerupakan cintanya kepada Allah dengan cinta
> manusia kepada manusia, seperti jalinan hubungan, kemesraan,
> keretakan, kerenggangan, atau sifat-sifat lain yang tidak layak bagi
> Allah, maka ia adalah orang yang salah dan keji. Dia layak dijauhi dan
> dibenci". Na'udzubillah.
>
> Cinta pada selain Allah bisa membuat manusia buta dan tuli. Buta
> berarti kecintaan akan membuat manusia tidak dapat melihat manfaat dan
> madlaratnya. Saat seseorang terlalu mencintai sesuatu, akan
> menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya dan tatkala ia telah
> memilikinya ia tidak mau melepaskannya. Ia telah buta terhadap ajaran
> Allah. Tuli berarti ia tidak mau mendengarkan nasihat dan kebenaran.
> Cintanya kepada sesuatu membuat ia tidak mau dinasihati.
>
> Ada dua motivasi orang ketika mencintai sesuatu. Pertama, ia mendasari
> cintanya dengan ajaran Allah dan motivasinya adalah iman. Cinta
> seperti ini masyru' (disyariatkan). Cinta ini akan melahirkan sikap
> yang berimbang. Saat mencintai harta misalnya, ia tidak menghalalkan
> segala cara untuk mendapatkannya, ia pun tidak kikir, dan rela
> menginfaqkan hartanya di jalan Allah. Ia juga mencintai istri dan
> anak-anaknya, tetapi ia tidak melupakan dzikir kepada Allah.
> Begitulah, cinta yang didasari oleh iman akan membawa kemanfaatan bagi
> dirinya di dunia dan keselamatan di akhirat.
>
> Kedua, cinta yang motivasinya adalah hawa nafsu. Cinta ini ghair
> mayru' (tidak disyariatkan). Cinta jenis ini akan melahirkan sikap
> tamak, tidak pernah puas, bakhil dan menjauhi petunjuk Allah. Untuk
> mendapatkan apa yang dicintainya ia akan berbuat apapun, ia menjadi
> buta terhadap aturan Allah dan tuli terhadap nasihat. Orang seperti
> ini hanya akan mendapatkan kenikmatan sesaat dan siksaan yang kekal.
> Wallahu a'lam bish shawab.
>
> 
>


______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
______________________________________________________________________

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke