Dear, semoga allah merahmati rezeki yang mereka dapati dengan cara demikian lalu diberikan kepada anak-istri mereka dan mereka semua terselamatkan dari jilatan API NERAKA JAHANAM....amien.... ========================================
Minggu, 02 September 2007 lalu lintas Petugas Derek Memeras di Jalan Jakarta, Kompas - Pemerasan yang dilakukan petugas kendaraan derek masih terus terjadi meski sudah dikeluhkan banyak orang. Sabtu (1/9), tiga awak bus PPD jurusan Kampung Melayu-Grogol bernomor polisi B 7672 ZI diduga diperas petugas kendaraan derek swasta dan derek Polda Metro Jaya. Hal itu terungkap setelah sopir bus, Guruh Jumantoro (28), dan dua kondekturnya, Lilis Sulastri (37) serta Vitra Hamdani (20), dengan pakaian lusuh dan ketakutan menyampaikan dugaan pemerasan tersebut ke sejumlah wartawan di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Ketiganya menjelaskan, bus yang dikemudikan Jumantoro mogok di kawasan Slipi Jaya, Jakarta Barat. Tak berapa lama, pukul 11.15, kendaraan derek swasta milik sebuah koperasi Kopader dengan nomor badan 057 datang. Tanpa menegur pengemudi dan kedua kondektur bus, Ucok, pengemudi derek, langsung menderek bus ke areal Gedung MPR/DPR, Senayan. Ketiga awak bus lalu dipaksa membayar uang Rp 275.000. Setelah mencari pinjaman ke sana kemari, ketiga awak bus cuma berhasil mengumpulkan uang Rp 250.000. Karena belum melunasi, Jumantoro hanya diberi tanda terima oleh Ucok. Anehnya, tak berapa lama, kata ketiga awak bus itu, derek milik Polda Metro datang dan membawa bus ke Polda Metro Jaya. Pengemudi derek Polda meminta uang derek lagi Rp 275.000. Setelah mendengar pengaduan itu, wartawan menghubungi Ucok yang akhirnya mengaku memaksa Jumantoro membayarkan uang Rp 275.000. Mencoreng citra Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Komisaris Irvan Prawira yang dihubungi Kompas kemudian menghubungi pemilik derek swasta Kopader. "Baru saja saya menghubungi pemilik kendaraan dereknya. Dia mengatakan, memang petugasnya di lapangan memaksa, maka uang Rp 250.000 akan dikembalikan ke ketiga awak bus," ucap Irvan. Ia mengaku belum tahu tentang polisi yang diduga terlibat persekongkolan dengan petugas derek swasta. Beberapa wartawan yang mendampingi ketiga awak bus bertemu Mansur di Polda Metro. Mansur mengaku sebagai bawahan Irvan. Di depan sejumlah wartawan, ia berkata, "Mas, di Polda Metro uang derek Rp 275.000 itu biasa. Aturannya memang cuma Rp 30.000, tetapi kan harga solar naik, Mas?" Setelah wartawan mengatakan bahwa Irvan telah memerintahkan anak buahnya membebaskan bus PPD yang "disandera" itu, Mansur minta uang kepada Jumantoro sebesar Rp 100.000 dan membebaskan bus yang "disandera" di halaman Polda Metro. Awalnya Jumantoro dan kedua kondekturnya pesimistis bus mereka bisa keluar dari Polda Metro. Menurut mereka, berdasarkan pengalaman rekan mereka lainnya, biasanya derek memang memungut uang Rp 275.000 kepada pengemudi mobil yang sedang mogok, tidak peduli apakah si pengemudi punya cukup uang atau tidak. "Apalagi kalau sudah masuk halaman Polda Metro. Susah keluar. Yang minta banyak, Mas. Mereka enggak peduli kami orang susah, Mas," kata Jumantoro. Irvan yang kembali dihubungi wartawan terkejut mendengar pernyataan Mansur tentang pungutan liar sebesar Rp 275.000 yang kata Mansur sudah biasa dilakukan polisi lalu lintas Polda Metro. "Bohong dia! Pernyataan dia mencoreng citra polisi. Hari Senin saya akan klarifikasi dan konfrontasi semua yang terlibat kasus ini," ujarnya. Sejam kemudian, Irvan menjelaskan, pihaknya telah "mengandangkan" dua derek berkaitan dengan kasus ini. (WIN) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/02/utama/3810553.htm ~ just because we smart don't think the other one is stupid ~ ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
