Berkaitan dengan judul di atas, saya pun pernah mendapatkan pertanyaan
tentang artikel tersebut. Alhamdulillaah, saya sudah menuliskan jawabannya.
Silahkan dilihat sebagai pembanding. Wallaahu a'lam bishshowab.

Sekalian mohon diri. Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja akan tutup.
Tanggal 15 Sep. ini adalah hari terakhir kerja saya. Saya mohon maaf atas
segala salah dan khilaf saya kepada Ikhwan sekalian selama bergabung dengan
milis ini. Insya Allah jika ada kesempatan, saya akan bergabung kembali
dengan milis ini. Sekali lagi, dengan tulus dan ikhlas saya mohon maaf
lahir batin kepada seluruh anggota milis ini. Insya Allah, kenangan saya
terhadap semua anggota milis ini adalah baik.

Hadaanallaahu wa iyyaakum ajma'iin wastaghfirullaaha lii wa lakum,

Abu Karimna

Note : tolong dibaca juga attachmentnya, file Konsumsi Makanan.doc



---------------------- Forwarded by budi arjanto/tddj on 09/12/2007 08:08
AM ---------------------------


qad
08/08/2007 09:08 AM

Sent by:    qad


To:    budi arjanto/tddj
cc:    qad/[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Subject:    Re: Jangan Berbuka Puasa dengan Yang Manis  (Document link:
       budi arjanto)

Terima kasih banyak penjelasannya Ustadz.




budi arjanto
08/08/2007 02:53 AM

To:    qad/[EMAIL PROTECTED]
cc:    [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED]

Subject:    Re: Jangan Berbuka Puasa dengan Yang Manis  (Document link:
       qad)

Wa'alaikumussalaam wr. wbr.

Sunnah dalam berbuka aslinya adalah dengan kurma, baik yang basah atau yang
kering, atau dengan air putih. Demikian yang tercantum di dalam
Hadits-hadits. Adapun untuk menghasilkan kesimpulan "disunahkan berbuka
dengan yang manis-manis", maka dibutuhkan istinbat al-hukm, pengeluaran
hukum/kesimpulan dari hadits-hadits yang mendasarinya. Dalam hal ini para
ulama mencari illat (penyebab) kenapa Rasulullah saw memilih kurma sebagai
hidangan pembuka shaum.

Berikut kutipan dari Syaikh Salim bin Ied al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan
Abdul Hamid, murid Nashiruddin al-Albani, dalam bagian "Berbuka Seperti
Rasulullah, Berbuka dengan apa ?"  :

Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma, kalau tidak
ada   korma   dengan  air,  ini  termasuk  kesempurnaan  kasih  sayang  dan
semangatnya  Rasulullah  Shallallahu  'alaihi  wa  sallam  (untuk kebaikan)
umatnya  dan  dalam  menasehati  mereka.  Allah  berfirman (yang artinya) :
"Sesungguhnya  telah  datang  kepadamu  seorang  Rasul dari kaummu sendiri,
berat  terasa olehnya penderitaan olehmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang
mukmin" [At-Taubah : 128].

Karena   memberikan   ke  tubuh  yang  kosong  sesuatu  yang  manis,  lebih
membangkitkan  selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang sehat,
dia  akan  menjadi  kuat dengannya (korma). Adapun air, karena badan ketika
dibawa  puasa  menjadi  kering,  jika  didinginkan dengan air akan sempurna
manfaatnya dengan makanan.

Ketahuilah  wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah dan
kekhususan   -demikian  pula  air-  dalam  pengaruhnya  terhadap  hati  dan
mensucikannya,  tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang berittiba'.
Dari  Anas  bin  Malik  Radhiyallahu  'anhu  (ia berkata) :(yang artinya) :
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma basah
(ruthab),  jika  tidak  ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr),
jika  tidak  ada  tamr  maka minum dengan satu tegukan air" [Hadits Riwayat
Ahmad  (3/163),  Abu  Dawud  (2/306),  Ibnu Khuzaimah (3/277,278), Tirmidzi
93/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih].

[Dikutip  dari  Shifat  shaum  an  Nabi  Shallallahu  'alaihi wa Sallam Fii
Ramadhan,  penulis  Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul
Hamid.  Penerbit  Al  Maktabah  Al  islamiyyah  cet.  Ke 5 th 1416 H. Edisi
Indonesia  Sifat  Puasa  Nabi  Shallallahu  'alaihi wa sallam oleh terbitan
Pustaka  Al-Mubarok  (PMR),  penerjemah  Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I
Jumadal Akhir 1424 H.]

Dari kutipan di atas, memang secara tersirat kedua ulama di atas (misalnya)
merujuk  bahwa sifat yang manis, membangkitkan selera, merupakan illat dari
dipilihnya  kurma.  Namun,  di samping itu ada kekhususan bagi kurma, yaitu
berkah  da  ittiba'.  Syaikh  Ibn  Muhammad  dalam  bukunya  "Puasa bersama
Rasulullah"  membatasi  yang  manis-manis  dari jenis buah-buahan. "Berbuka
yang  lebih  baik  ialah  berbuka  dengan  buah-buahan manis seperti kurma,
pisang, mangga, rambutan, dan sebagainya."

Sedang   dari   sisi   kesehatan,  logika  dari  kawan  antum  masih  perlu
diverifikasi.  Berikut  saya cantumkan pendapat salah seorang pakar (dokter
Sukarliono, lulusan Univ. Airlangga 1987) :
Begitu  pula  saat  berbuka  puasa.  Perut  yang  sudah  kosong tidak perlu
langsung  digerojog  dengan  makanan-makanan  berat.  Untuk makan permulaan
disarankan yang manis-manis, terlebih jika tak ada kurma. Setelahnya, perut
dibiarkan  beristirahat dengan melakukan ibadah sholat magrib. Baru setelah
sholat,
lanjutnya,  boleh  makan  nasi dan melahap lauk pauk. Itupun jangan terlalu
banyak  dan hendaknya menyetop tidak makan hingga pukul 20.00. ''Bila tetap
lapar,  kembalilah  makan  buah  dan susu segar selama jeda waktu tersebut.
Tapi  jangan  lupa,  kalau  minum  harus  sebanyak-banyaknya,  karena pasti
larut,'' ingat dia.

Artikel selengkapnya saya sertakan (attachment) di bawah.

Sebagai  tambahan,  seorang  pakar  gizi,  dr.  Hardinsyah dari IPB, beliau
mengemukakan  8  kiat  cara  puasa  sehat.  Pada  bagian kiat ketiga beliau
menyampaikan :
"Berbuka  sedini  mungkin. Tujuannya mempercepat pengembalian energi tubuh.
Berbuka  lebih  baik  dengan  buah-buahan  segar dan manis, misalnya kurma,
melon,  pepaya,  mangga dan jeruk. Atau beberapa jus buah disertai panganan
ringan mengandung karbohidrat."


Wallaahu a'lam bish-showab, hadaanallaahu wa iyyaakum ajma'iin,

Abu Karimna

(See attached file: Konsumsi makanan.doc)






qad
08/08/2007 07:57 AM

Sent by:    qad


To:    [EMAIL PROTECTED]
cc:    [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
       [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Subject:    Jangan Berbuka Puasa dengan Yang Manis

Assalamualaikum Ustadz Budi,

Saya dapat artikel ini dari kawan, dari sudut pandang logika,
proses pencernaan dan sebagainya sudah terurai dibawah ini.

Lebih menarik lagi, minta tolong tanggapannya Ustadz, detail dari
sudut pandang Hadits yg lain, pada akhirnya betul gak sich jinggle subject
diatas.
Yang tertanam dibenak saya sampai sekarang sunnah berbuka dgn yang manis2.

Sukron Katsiron.
Wassalam,
Mansur



---------------------- Forwarded by qad/tddj on 08/08/2007 07:14 AM
---------------------------


"Ferry PDC" <[EMAIL PROTECTED]> on 08/07/2007 11:02:26 AM

To:    "Mansur Poltek" <[EMAIL PROTECTED]>, "ayub poltek"
       <[EMAIL PROTECTED]>, "Imam Mu'ti" <[EMAIL PROTECTED]>
cc:

Subject:    Jangan Berbuka Puasa dengan Yang Manis



Assalamu'alaikum War.  Wab.

dari milis sebelah, semoga  bermanfaat

Wassalam,

Ahmad Firdaus


-----  Weitergeleitete Mail ----
Von: Zulkifli Hidayat  <[EMAIL PROTECTED]>
An:  [EMAIL PROTECTED]
Gesendet: Freitag, den 3. August  2007, 09:27:05 Uhr
Betreff: [milis-elits] Fwd: Jangan Berbuka Puasa dengan  Yang  Manis
======================================================================
Ummi  Tetaplah Menjadi Mata Air Doaku Yang Mengalir Tiada Henti,
Abi   Perjuanganmu Menjadi  Mata Air Inspirasi Dan Kekuatanku.
Abi Wa Ummi  Cintamu Tiada Henti Laksana Tiupan Angin Yang Tiada Henti
Siang Dan  Malam
======================================================================

Informasi menjelang bulan Ramadhan dari milis tetangga, semoga  bermanfaat.
Mohon maaf kalau  crossposting.

Zulkifli
________________________________________________________________________

1.  Jangan Berbuka Puasa dengan Yang Manis
    Posted by:  "zaenalmail" [EMAIL PROTECTED] zaenalmail
    Date:  Tue Jul 31, 2007 10:32 pm ((PDT))

Salam,

Karena sebentar lagi kita  menghadapi bulan Ramadhan, mari kita
persiapkan diri dan menjaga  kesehatan.

Dari Anas bin Malik ia berkata :
"Adalah Rasulullah berbuka  dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum
shalat, jika tidak terdapat rutob,  maka beliau berbuka dengan tamr
(kurma kering), maka jika tidak ada kurma  kering beliau meneguk
seteguk air.
(Hadits riwayat Ahmad dan Abu  Dawud)

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka  puasa
disunahkan minum atau makan yang manis-manis. Seingat saya,  rasulullah
mencontohkan buka puasa dengan kurma, bukan yang  manis-manis.

Sebab begini, logika saja...
Ketika berpuasa, kadar gula  darah kita menurun. Kurma, sebagaimana
yang dicontohkan rasulullah, adalah  karbohidrat kompleks, bukan gula
(karbohidrat sederhana). Karbohidrat  kompleks, untuk menjadi glikogen,
perlu diproses sehingga makan waktu.  Sebaliknya, kalau makan yang
manis-manis, kadar gula darah akan melonjak  naik, langsung. Bum...
Sangat tidak sehat. Kalo karbohidrat, naiknya  pelan-pelan.

Mari kita bicara 'glikemik indeks' saja, yaitu laju  perubahan makanan
diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik  indeks dalam
makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan  demikian
tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Orang  yang suka fitness, akan sangat menghindari makanan yang memiliki
glikemik  indeks yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan
yang indeks  glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons
insulin tubuh, maka  tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak
adalah yang paling dihindari  para 'pematung jasad diri'.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu  langsung dibanjiri dengan
gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks  glikemiknya), sehingga
respon insulin dalam tubuh langsung melonjak.  Dengan demikian, tubuh
akan sangat cepat merespon untuk menimbun  lemak.

Ini saran terbaik untuk orang Indonesia: bila berbuka puasa,  jangan
makan apa-apa dulu.  Minum air putih segelas, lalu sholat  maghrib.
Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan  yang
manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban  beliau.

Lha, nasi, adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk  diproses
dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak  melonjak.
Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh  untuk
menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekli orang  di bulan puasa yang justru
lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan  lemak: perut, pinggang,
bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya.  Itu karena
langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan  yang
manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot  mengecil
karena puasa.

Sekalian untuk sahabat-sahabat yang kepingin  kurus: jangan diet. Diet
justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung  lemak karena
'dilaparkan'. Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi  begitu
makanan masuk, presentase lemak yang akan diambil tubuh dari  makanan
tersebut, atau presentase makanan dirubah jadi lemak, justru  lebih
besar. Otot sendiri dirangsang tumbuh dengan olahraga.

Rahasia  kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam
tubuh stabil, tidak  melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang
memberi respon insulin  rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

Respon insulin tubuh  meningkat bila:

(1) Jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi  sangat banyak
(ini umumnya porsi kita: 70 persennya nasi). Makanya, makanlah  dengan
karbohidrat cukup lima puluh persennya saja. Sisanya protein, dan  5-10
persennya lemak.
Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah  beberapa nutrisi dan
vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh  tubuh.

(2) Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang  dikonsumsi,
semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya, makan  hanya
makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.

(3)  Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali
makan. Ini  sebabnya diet tidak akan berhasil untuk jangka lama.
Setelah diet selesai,  tubuh justru cenderung lebih gemuk dari sebelum
diet. Supaya kurus
(baca:  supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih
sering
(4-5  kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau sepertiga porsi
biasa, dengan  karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

Kalau respon insulin  sudah stabil, tinggal diatur: kalau ingin kurus,
kalori yang masuk harus  lebih sedikit dari kalori makanan yang
dibutuhkan untuk aktivitas sehari  hari. Sebaliknya kalau ingin
memperbesar otot (bukan gemuk), maka kalori yang  masuk harus agak
lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk  aktivitas
selama sehari.

Lucu ya: kalo ingin kurus atau bagusin  badan/menumbuhkan otot, justru
makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan  yang mengandung lemak,
gorengan, aci, cilok, kanji, karbohidrat sederhana  seperti gula, es
krim, manisan, dll itu sudah out of the  question.

Pantangan:
----------
- Makanan karbohidrat sederhana, GI  tinggi (memberikan energi tinggi
secara sangat cepat, tapi respon insulin  juga sangat cepat, sangat
menimbun lemak): Sukrosa, gula2an, buah-buahan  manis, minuman ringan
macam coca-cola, teh botol, jagung manis, sirop, dan  sebagainya.

Anjuran:
--------
- Karbohidrat sederhana, GI rendah  (energi cepat, respon insulin
rendah): Buah-buahan yang tidak terlalu  manis.
- Karbohidrat Kompleks, GI Tinggi (energi pelan-pelan sehingga  tidak
cepat habis, respon insulin tinggi): Nasi putih, kentang, jagung.
-  Karbohidrat Kompleks, GI Rendah (energi diproses pelan-pelan
sehingga tidak  cepat habis, tidak cepat lapar dan cukup untuk
sepanjang hari karena diproses  pelan-pelan; respon insulin juga
rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian,  sayuran. Ini yang paling
dicari para praktisi fitness.

Makanan yang  diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat
kita tidak cepat  lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas
satu hari penuh; respon  insulin rendah membuat tubuh kita tidak
cenderung untuk menabung  lemak.

Semoga tidak termakan iklan: "Berbukalah dengan yang manis",  seperti
kata iklan sebuah minuman.
Semoga bermanfaat...

From:  Herry Mardian
Edited by: Zaenal








Attachment: Konsumsi makanan.doc
Description: MS-Word document

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke