-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5257478/badai-phk-makin-terasa-ini-4-daftarnya-selama-november?tag_from=wp_beritautama





Badai PHK Makin Terasa, Ini 4 Daftarnya Selama November

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance

Senin, 16 Nov 2020 19:30 WIB

4 komentar
SHARE
URL telah disalin
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta -

Dampak resesi bagi Indonesia kian terasa di Indonesia. Salah satunya adalah 
badai PHK yang masih terjadi di beberapa perusahaan sejak pengumuman resesi 
diumumkan awal bulan ini.

Setidaknya sudah ada ribuan pekerja yang terkena PHK dari 4 peristiwa PHK yang 
terjadi di bulan November. Berikut ini daftar gelombang PHK yang terjadi:
1. SOGO Ancang-ancang PHK 300 Pegawai

Toko serba ada (department store) di bawah MAP Group dikabarkan telah melakukan 
pemotongan gaji kepada karyawan dan merencanakan untuk melakukan PHK kepada 
ratusan karyawan.

Hal itu diungkapkan oleh Serikat Pekerja di bawah MAP Group, yakni Onny Assad 
yang merupakan Ketua Bidang Hukum Serikat Pekerja Industri Ritel Indonesia. Dia 
mengatakan sebanyak 2.500 karyawan di SOGO saja sudah mengalami pemotongan gaji 
sepihak.

"Di SOGO sendiri ada 2.500 yang dipotong gajinya. Yang dirumahkan untuk 
dirancang PHK ada sekitar 300 orang. Itu jumlah hanya SOGO saja, untuk MAP 
Group mungkin lebih besar lagi," kata Onny dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu 
(11/11/2020).
2. 1.800 Buruh Pabrik Sepatu di Tangerang

Pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 
atas 1.800 karyawannya. Laporan itu diterima oleh Dinas Ketenagakerjaan 
(Disnaker) Kabupaten Tangerang.

"Sekitar 1.800-an. Sedang diproses PHK-nya," ungkap Kepala Seksi Penyelesaian 
Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra 
ketika dihubungi detikcom, Kamis (5/11/2020).

Namun, Hendra enggan menyebutkan nama pabrik tersebut. Ia mengatakan, PHK ini 
dilakukan karena perusahaan menelan kerugian yang besar akibat dampak pandemi 
virus Corona (COVID-19) yang membuat pesanan ke pabrik menjadi tidak ada.

Dia menjelaskan, 1.800 karyawan itu hanya akan bekerja sampai akhir November 
2020 ini. Menurutnya, para karyawan yang kena PHK tersebut sudah dipastikan 
akan mendapatkan pesangon.
Baca juga:
Dampak Resesi Nyata, Badai PHK Kian Terasa

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
phk
resesi
                          ==========



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5257478/badai-phk-makin-terasa-ini-4-daftarnya-selama-november/2





Badai PHK Makin Terasa, Ini 4 Daftarnya Selama November

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance

Senin, 16 Nov 2020 19:30 WIB

4 komentar
SHARE
URL telah disalin
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)

3. Ribuan Karyawan Karaoke Inul

Penyanyi dangdut Inul Daratista terpaksa harus melakukan PHK kepada ribuan 
karyawannya akibat dampak pandemi COVID-19. Karyawan tersebut berasal dari 
bisnis tempat karaoke miliknya.

Hal itu terpaksa dilakukan Inul pada karyawannya yang bekerja di Jakarta. 
Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat bisnisnya tidak dapat 
beroperasi hingga tidak ada pemasukan.

Secara hitungan kasar, Inul menyebutkan ada PHK yang dilakukan di 20 lebih 
cabang tempat karaokenya. Rata-rata ada 75 orang karyawan di tiap tempat 
karaoke yang terkena PHK.

"Di Jakarta banyak (Inul Vizta) ada 20 cabang lebih. Karyawannya hitung saja 
satu outlet ada yang 75 karyawan, kalau di atas 20 sampai 30 (outlet) berapa 
tuh (yang di-PHK)," kata Inul saat ditemui detikcom di Gedung Transmedia, 
Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020).
4. Buruh Pabrik di Kudus

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus mencatat 
dua perusahaan di Kota Kretek tutup karena pandemi virus Corona. Akibatnya 
puluhan orang terkena PHK.

Kabid Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan pada Dinas Perinkop 
dan UKM Kudus, Agus Juanto menjelaskan ada dua perusahaan yang tutup, yaitu 
perusahaan sol sepatu dan perusahaan pengecoran.

"Iya ada dua perusahaan, awal pandemi perusahaan yang bergerak di sol sepatu di 
Gondoharum Kecamatan Jekulo dan ini ada tambah lagi perusahaan bergerak di 
bidang cor di Jalan Lingkar Kencing Desa Jati Wetan Kecamatan Jati," kata Agus 
ditemui di kantornya, Kudus, Selasa (3/11/2020).

Dinas pun mencatat ada puluhan pekerja yang akhirnya terkena PHK. Di perusahaan 
di Desa Gondoharum ada 17 pekerja yang di PHK. Kemudian perusahaan di Jalan 
Lingkar Kudus ada 18 orang terkena PHK. Jika ditotal ada 35 orang kena PHK.
Halaman
1 2






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201116200633.104d2223f0ce15af5f522c34%40upcmail.nl.

Reply via email to