Kesulitan Hubungan Tiongkok-Australia Bukan Tanggungjawab Tangkok 2020-11-18 13:58:28 http://indonesian.cri.cn/20201118/752f4a43-db14-2e21-9dc2-939876088f63.htmlJuru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian kemarin (17/11) menyatakan, hubungan Tiongkok-Australia dewasa ini menghadapi kesulitan serius, hal ini tidak diinginkan pihak Tiongkok. Sama sekali bukan tanggungjawab Tiongkok atas terjadinya situasi tersebut.
Mengenai pembatasan Tiongkok terhadap komoditi impor Australia, baru-baru ini Menteri Perdagangan Australia Simon Brimingham menyatakan, dapatkah kedua pihak duduk kembali di meja perundingan, kini bola di pihak Tiongkok. Sejumlah media Australia menganggap Australia tidak boleh melepaskan kepentingan dan nilai yang menjadi dasar negaranya. Berkenaan dengan hal tersebut, Jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian menunjukkan, mengenang kembali hubungan Tiongkok-Australia dalam beberapa tahun yang lalu, sejumlah warga Australia yang menganut pikiran perang dingin dan prasangka ideologis, memandang Tiongkok sebagai ancaman perkembangan, sehingga mengambil rangkaian langkah salah terkait Tiongkok, inilah sebab utama yang mengakibatkan hubungan Tiongkok-Australia terjerumus dalam keadaan sulit dewasa ini. Zhao Lijian mengatakan, Australia secara terang-terangan melanggar prinsip pokok hubungan internasional, berkali-kali mengambil tindakan salah terkait masalah Hong Kong, Xinjiang, Taiwan serta masalah-masalah yang bersangkutan dengan kepentingan krusial Tiongkok, berkali-kali melakukan atau berpartisipasi dalam aksi bersama yang ditujukan kepada Tiongkok di Dewan HAM PBB terkait masalah Xinjiang, mengintervensi legislasi UU Keamanan Nasional Hong Kong, mendorong Taiwan masuk ke Konferensi Kesehatan Dunia, tindakan tersebut dengan kasar mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dan merugikan perasaan rakyat Tiongkok. Zhao Lijian mengambil banyak contoh, misalnya Australia pertama-tama melarang usaha Tiongkok mengikuti pembangunan jaringan 5G Australia, berkali-kali menolak investasi Tiongkok di Australia dengan alasan “keamanan nasional”, dengan sesuka hati melancarkan penggeledahan terhadap wartawan Tiongkok di Australia, melakukan manipulasi politik seputar masalah pandemi COVID-19, mendorong apa yang disebut “pemeriksaan internasional independen”. Zhao Lijian menyatakan, sudah jelaslah “garis waktu” dan faktanya hubungan Tiongkok-Astralia, banyak tokoh Australia menyerukan pemerintah Australia berpendirian adil dan masuk akal ketika menangani masalah hubungan Tiongkok. Australia hendaknya sungguh-sungguh berpikir masalah ini, bukan menimpakan kesalahan kepada pihak lain. Zhao Lijian mengatakan, kami berpendapat di antara Tiongkok-Australia terhadap banyak perbedaan baik di tradisi sejarah, sistem sosial maupun tahap perkembangan. Di antara kedua pihak muncul kontradiksi dan perselisihan adalah sangat normal, yang penting ialah melakukan pengontrolan secara konstruktif, bukanlah memaksa pihak lain menerima pandangan dan keinginan dirinya dengan beralasan memelihara kepentingan dan pandangan nilainya diri sendiri. Zhao Lijian menekankan, Australia hendaknya memahami sebab apa yang mengakibatkan kesulitan hubungan kedua negara dewasa ini, secara obyektif memandang perkembangan kedua negara, sungguh-sungguh menaati prinsip saling menghormati dan sama derajat dalam menangani hubungan kedua negara, banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk mendorong saling percaya dan kerjasama kedua negara. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/961DEFFCF83746FD8A8EE472FE82628F%40A10Live.
