--
j.gedearka <[email protected]>
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2173-mewujudkan-umat-yang-berperadaban
Kamis 19 November 2020, 05:00 WIB
Mewujudkan Umat yang Berperadaban
Administrator | Editorial
Mewujudkan Umat yang Berperadaban MI/Duta Ilustrasi MI. MUHAMMADIYAH telah
mengabdi bagi umat dan bangsa ini sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia
belum lahir. Kini saat memasuki usia 108 tahun, andil besar Muhammadiyah dalam
menjaga keutuhan bangsa ini tidak pernah sedikit pun memudar. Sejak awal
kelahiran sampai kini, Muhammadiyah tiada henti memberi solusi untuk negeri.
Muhammadiyah bersama Nahdlatul Ulama, dua ormas Islam terbesar di negeri ini,
selalu berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan masalah bangsa. Terus berbakti
untuk umat dan bangsa bagi kemajuan negeri. Dengan usia yang telah melampaui
satu abad, pengabdian Muhammadiyah terhadap umat dan bangsa semakin kukuh. Di
tengah pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia dan dunia, peran dan
komitmen Muhammadiyah terus teguh turut bersama bangsa dan negara menghadapi
wabah. Muhammadiyah dalam menghadapi pandemi covid-19 telah mempraktikkan cara
beragama yang adaptif, tekun, taat, dan rasional. Muhammadiyah sigap
mempromosikan praktik keagamaan yang mengadopsi upaya menghambat penyebaran
covid-19. Seperti saat pelaksanaan Idul Fitri, Muhammadiyah meminta umat untuk
salat di rumah daripada melaksanakannya di masjid atau di lapangan untuk
memutus rantai penularan covid-19. Tidak hanya dalam praktik beribadah, melalui
Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah mendapatkan
penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas kinerjanya dalam melawan covid-19.
Bukti komitmen pengabdian Muhammadiyah kepada umat dan bangsa. Sikap, gerak,
dan kebijakan Muhammadiyah yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Mengusung tema meneguhkan gerakan keagamaan hadapi pandemi dan masalah negeri
dalam milad tahun ini, Muhammadiyah seakan ingin meneguhkan sikap keagamaan
yang mempersatukan, menjaga keutuhan negeri. Muhammadiyah selalu mengedepankan
sikap beragama yang santun dan penuh toleransi. Dengan mengutip pernyataan
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, milad tahun ini mengajak seluruh umat
untuk meneladani keteladanan Nabi Muhammad dalam menyebarkan misi penyempurnaan
akhlak mulia. Nilai yang selaras dengan tujuan organisasi Muhammadiyah yang
termaktub dalam Pasal 6 AD/ART bahwa maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah
menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam
yang sebenar-benarnya. Masyarakat Islam yang benar-benar menjadi rahmatan lil
alamin, rahmat bagi alam semesta, yang dalam bahasa Ketua Umum Muhammadiyah
Haedar Nasir, Islam yang membahagiakan alam semesta. Umat yang mewujudkan
tatanan hidup damai, toleran berperadaban sebagaimana Nabi Muhammad. Umat yang
selalu menghidupkan jiwa Bhinneka Tunggal Ika dalam relasi antarkomponen
bangsa. Umat yang selalu memegang nilai persatuan nasional sebagai jalan
mewujudkan cita-cita bangsa. Menjauhi egoisme dan kepentingan sempit golongan
yang merugikan kemajemukan. Tidak perlu lagi ada aksi-aksi dan benih-benih
intoleransi atas nama perbedaan. Semua komponen dan tokoh umat dituntut menjaga
situasi kebangsaan tetap kondusif. Umat Islam yang berkemajuan, mensyukuri
perbedaan yang menyatukan, tidak mudah merendahkan saudara-saudara sebangsanya.
Jangan sampai umat Islam Indonesia masuk ke golongan yang masih kerap
menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan kekerasan, tanpa toleransi, atau
mereka-mereka yang masih suka merendahkan perempuan karena sikap seperti itu
jelas bukan Islam jalan hidupnya.
Sumber:
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2173-mewujudkan-umat-yang-berperadaban
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201119163914.cd0ea58fe744f19a20a8e10f%40upcmail.nl.