Xi Jinping Hadiri Pertemuan Sesi Kedua KTT G-20 Ke-15
2020-11-23 10:31:49  
http://indonesian.cri.cn/20201123/867812a8-d48a-9118-eba8-cb8db16d64b8.html

Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin (22/11) malam menghadiri Pertemuan Sesi 
kedua KTT G-20 ke-15 secara virtual di Beijing. Dalam pidatonya Xi Jinping 
menguraikan pendirian mengenai masalah pembangunan berkelanjutan.

Xi Jinping menunjukkan bahwa terus mendorong pengentasan kemiskinan global 
sangat penting untuk menciptakan masa depan yang inklusif, berkelanjutan dan 
tangguh. Menanggapi wabah virus Covid-19, Xi Jinping mengusulkan sejumlah 
tindakan riil sebagai berikut:

Pertama, berpegang teguh pada ide yang memprioritaskan pembangunan yang 
tercantum dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030 PBB, meningkatkan 
kerja sama dan memperkecil kesenjangan perkembangan antara Utara-Selatan.

Kedua, mengambil kebijakan yang seimbang dan komprehensif. Perlunya 
mengimplementasi kebijakan yang tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang 
jatuh miskin karena wabah virus corona. Negara-negara berkembang selain akan 
ditangguhkan pembayaran hutang seperti apa yang tertuang dalam inisiatif 
suspensi hutang, juga harus disediakan dukungan dana seperlunya untuk mendorong 
pembangunan infrastruktur dan konektivitas.

Ketiga, membina lingkungan ekonomi internasional yang baik. Menurunkan tarif 
bea masuk dan pagar non-tarif, mendorong pengentasan kemiskinan dan 
perkembangan melalui perdagangan, membantu negara-negara berkembang lebih baik 
berpartisipasi dalam pasar global. Memainkan peran ekonomi digital dalam 
pengentasan kemiskinan, menyediakan lebih banyak kesempatan kepada perusahaan 
kecil dan menengah, wanita dan pemuda yang termasuk kelompok lembah.

Xi Jinping menekankan bahwa Tiongkok akan mewujudkan tujuan penghapusan 
kemiskinan absolut 10 tahun sebelum waktu. Sejak melaksanakan kebijakan 
reformasi dan keterbukaan dalam 40 tahun yang lalu, 700 juta lebih orang 
Tiongkok dinyatakan terlepas dari kemiskinan, yang merupakan 70% dari 
kontribusi pengentasan kemiskinan dunia. Tiongkok bersedia bersama dengan semua 
negara, bersama-sama membangun dunia sejahtera yang bebas dari kemiskinan dan 
berkembang bersama.

Pemimpin-pemimpin yang menghadiri pertemuan tersebut menyatakan bahwa G-20 
harus mengintensifkan dukungan terhadap negara-negara berkembang untuk 
mengatasi wabah, mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, memperkecil 
kesenjangan digital, menghapuskan kemiskinan, memberikan lebih banyak 
kesempatan pendidikan dan lowongan kerja kepada wanita dan pemuda, melaksanakan 
Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB, mewujudkan perkembangan inklusif. 
Mengurangi emisi karbon, mendorong perkembangan rendah karbon, bersama-sama 
mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim dan memburuknya ekosistem.

KTT kali ini meluluskan “Deklarasi KTT Riyadh Pemimpin-pemimpin G-20”.

Presiden Xi Jinping kemarin malam (22/11) di Beijing secara virtual menghadiri 
pertemuan sesi kedua KTT G-20 ke-15

Xi Jinping menekankan, perkembangan adalah kunci krusial menanggulangi 
kemiskinan. Hendaknya memprioritaskan agenda perkembangan dari kebijakan makro 
global untuk menuntaskan agenda perkembangan berkelanjutan, meningkatkan kerja 
sama, memperkecil kesenjangan perkembangan Selatan-Utara dan mewujudkan 
perkembangan dan kemakmuran bersama.

“Mari kita mematuhi prinsip berkonsultasi bersama, membangun bersama dan 
menikmati manfaat bersama, mempertahankan multilateralisme, keterbukaan dan 
kerja sama yang saling menguntungkan untuk maju bersama,” demikian kata 
Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato virtual di sesi pertama KTT ke-15 
G-20. Xi Jinping dalam pidatonya telah mengajukan panduan dan usulan konkret 
mengenai ketertiban internasional dan tata kelola global pasca pandemi sebagai 
arahan penting yang mendorong G-20 memainkan peranan dominan lebih besar.

Pada waktu 12 tahun lalu, , krisis moneter yang melanda seluruh dunia 
melahirkan mekanisme pertemuan G-20. Sekarang dunia menghadapi pandemi COVID-19 
dengan imbasnya lebih serius daripada krisis moneter pada 2008. G-20 tidak 
hanya berkewajiban untuk mengatasi dampaknya, tapi juga harus berpandangan jauh 
dan terus memperbaiki kepemerintahan global, meningkatkan keyakinan pasar dan 
membawa harapan bagi masyarakat.

Xi Jinping menunjukkan perlunya membangun “firewall” global untuk menanggulangi 
pandemi, mendorong pergerakan roda perekonomian, mengoptimalkan fungsi ekonomi 
digital dan mewujudkan perkembangan yang lebih inklusif.

Di hadapan pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh dunia, seluruh masyarakat 
harus berpikir mau mendirikan ketertiban internasional yang mana pasca pandemi, 
dan bagaimana memperbaiki pemerintahan global? Peranan apa yang harus dimainkan 
kelompok G-20?

“Meningkatkan sistem internasional yang berintikan PBB” “memperbaiki kerangka 
tata kelola globalisasi ekonomi” “mendorong perkembangan sehat ekonomi digital” 
serta “meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan global” adalah empat butir 
usulan Xi Jinping, yang sepenuhnya mencerminkan pertimbangan mendalam terhadap 
masa depan umat manusia serta pandangannya yang bijaksana dan menjangkau jauh.

Pada 12 tahun yang lalu, menghadapi krisis moneter internasional, Tiongkok 
aktif mendukung dan berpartisipasi dalam mekanisme G-20, dan berperan sebagai 
“lokomotif” yang mendorong maju ekonomi dunia. Menanggapi tantangan berat 
akibat pandemi COVID-19, Tiongkok kembali memperlihatkan kehadirannya. Pada era 
pasca pandemi, Tiongkok akan terus memberikan kontribusinya dan berupaya 
bersama berbagai pihak mendorong perbaikan tata kelola global.

Xi Jinping menekankan, Tiongkok berupaya keras untuk menanggulangi dampak 
negatif akibat pandemi Covid-19, dan akan merealisasi target pengentasan 
kemiskinan absolut 10 tahun lebih awal dari pada rencana sebelumnya. Selama 40 
tahun lebih dilaksanakannya kebijakan reformasi dan keterbukaan, 700 juta lebih 
warga Tiongkok terangkat dari kemiskinan, tingkat kontribusi Tiongkok untuk 
usaha pengentasan kemiskinan dunia melampaui 70%. Kami bersedia bersama semua 
negara untuk membangun dunia indah yang jauh dari kemiskinan dan berkemban 
bersama。

Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Minggu kemarin (22/11) menyampaikan pidato di 
sesi II G-20 yang bertopik “jaga bumi” yang digelar secara virtual di Ryadh.

Xi Jinping menunjukkan, Bumi adalah kampung halaman bersama bagi sesama 
manusia. Kita perlunya bergandeng tangan untuk menghadapi tantangan perubahan 
iklim dan lingkungan dengan berpedoman pada komunitas senasib sepenanggungan.

Xi Jinping mengajukan tiga butir usulan sebagai berikut:

Pertama, meningkatkan intensitas menghadapi perubahan iklim. G-20 hendaknya 
terus memainkan peranan dominan untuk mendorong pelaksanaan menyeluruh dan 
efektif Perjanjian Paris terkait perubahan iklim. Tiongkok berkomitmen akan 
mencapai puncak emisi karbon dioksida sebelum 2030 dan mewujudkan carbon 
neutral sebelum 2060.

Kedua, memperluas pemanfaatan energi bersih. Tiongkok mendukung transformasi 
energi yang rendah karbon pasca pandemi dan mewujudkan target pemanfaatan 
energi berkelanjutan untuk setiap individu. Tiongkok telah merampungkan sistem 
energi bersih terbesar di dunia, dan akan terus mendorong pemanfaatan energi 
secara bersih, rendah karbon, aman dan efisien, dalam rangka mendorong 
perkembangan industri energi baru dan industri ramah lingkungan.

Ketiga, membina ekosistem yang menghormati kodrat alam. Tiongkok mendukung G-20 
memperkuat kerja sama di bidang-bidang penanganan degradasi tanah, perlindungan 
terumbu karang dan penanggulangan sampah plastik guna membentuk benteng yang 
lebih kokoh untuk menjaga biokeamanan global. Tiongkok menyambut berbagai pihak 
menghadiri pertemuan COP ke-15 Konvensi Keanekaragaman Biologi (Convention on 
Biological Diversity) yang akan digelar di Kunming, Tiongkok pada Mei tahun 
depan. Xi Jinping menyatakan harapannya agar pertemuan tahun depan dapat 
mengambil aksi demi menetapkan target terkait perlindungan keanekaman biologi 
global untuk suatu masa ke depan. Mari kita bergandeng dan bersama membangun 
dunia yang bersih dan indah!


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E01207412059493A8CF0E72105C63EFB%40A10Live.

Reply via email to