Pidato Presiden Xi Buka Prospek Cerah Perekonomian Dunia 2020-11-24 10:30:50 http://indonesian.cri.cn/20201124/b60df8a5-7163-ec79-2511-475427fcfcbe.html
Pada 17-22 November 2020, Presiden Tiongkok Xi Jinping berturut-turut menghadiri Pertemuan ke-12 BRICS, Pertemuan Informal ke-27 APEC dan KTT ke-15 G-20, dan menyampaikan serangkaian pidato penting. Pesan-pesan yang disampaikannya telah menunjukkan arah bagi pembangunan dunia pasca pandemi COVID-19. Sebagai negara pertama yang memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial, Tiongkok mengajukan paket solusi Tiongkok terkait pemulihan ekonomi dunia melalui tiga ajang tersebut. Inti sarinya adalah mendorong ekonomi yang “terbuka, inovatif, inklusif dan ramah lingkungan”. Ini adalah pengalaman Tiongkok, juga sesuai dengan arah perkembangan ekonomi dunia, dan pasti akan mendorong ekonomi dunia keluar dari kancah resesi. Serangkaian prakarsa Xi Jinping tidak hanya menjelaskan posisi historis yang hendaknya ditempati tiga platform pemerintahan di tengah perubahan situasi yang tiada taranya dalam seratus tahun ini, juga memberikan panduan bagi pembinaan ketertiban internasional pasca pandemi COVID-19. Di tengah penyebaran wabah virus corona, tata kelola ekonomi global sudah memasuki periode transformasi yang krusial. Dalam pertemuan G-20, Xi Jinping memaparkan argumentasinya secara terinci. Dari “empat mempertahankan” hingga mempertahankan sistem perdagangan multilateral dan pemerintahan ekonomi digital, Xi Jinping telah mengajukan serangkaian gagasan yang sesuai dengan pandangan pemerintahan ekonomi global dan pasti akan mendorong pemerintahan ekonomi global ke arah yang lebih adil dan rasional. Melalui ketiga pertemuan tersebut, Xi Jinping telah menyampaikan pesan sebagai berikut: Tiongkok mutlak tidak akan menapak tilas perjalanan lama, tidak akan mengusahakan “pemisahan hubungan ekonomi” atau melakukan “lingkaran kecil” yang eksklusif dan tertutup. Perdamaian dan pembangunan yang merupakan arus utama zaman sekarang tidak akan berubah. Polarisasi dunia dan globalisasi ekonomi juga tak terhalangkan dan mustahil terbalikkan. Lagi, 89 Perusahaan Tiongkok Dikenakan Sanksi Oleh AS 2020-11-24 10:14:28 Dilaporkan, Amerika Serikat akan mengategorikan 89 perusahaan Tiongkok sebagai perusahaan yang berkaitan dengan militer, dan melarang 89 perusahaan itu membeli produk dan teknologi AS. Untuk itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian kemarin (23/11) menyatakan, Tiongkok menentang keras penindasan sewenang-wenang AS terhadap perusahaan Tiongkok, dan telah berkali-kali menyatakan pendirian Tiongkok yang serius. Zhao Lijian dalam jumpa pers rutin kemarin menunjukkan, perbuatan AS itu telah dengan keras melanggar prinsip persaingan pasar serta prinsip ekonomi dan perdagangan internasional, pasti akan merugikan reputasi dan kepentingan AS diri sendiri. “Perusahaan Tiongkok selalu mengembangkan bisnisnya berdasarkan peraturan dan undang-undang, di pasar internasional mereka dengan ketat menaati undang-undang dan peraturan berbagai negara termasuk AS. AS harus menghentikan perbuatannya yang menyalahgunakan keamanan nasional untuk menindas perusahaan negara lain,” tutur Zhao LiJian. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/218FF7EA87E8407387B4992EBADCE700%40A10Live.
